Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
Olympic
20 jam yang lalu
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
2
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
MPR RI
21 jam yang lalu
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
3
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
Nasional
20 jam yang lalu
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
4
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
Sepakbola
20 jam yang lalu
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
5
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
Sepakbola
20 jam yang lalu
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
6
‎Sampah Jakarta Berkurang 500 Ton per Hari, DKI-Bekasi Perkuat Kerja Sama Bantargebang
Metropolitan
24 jam yang lalu
‎Sampah Jakarta Berkurang 500 Ton per Hari, DKI-Bekasi Perkuat Kerja Sama Bantargebang

Angin Panas Berkecepatan 60 Kilometer/Jam Terjang Sumbar

Angin Panas Berkecepatan 60 Kilometer/Jam Terjang Sumbar
Ilustrasi angin kencang. (republika.co.id)
Minggu, 23 Februari 2020 11:35 WIB
PADANG - Angin panas dan kering berkecepatan 60 kilometer per jam menerjang Kota Padang, Padangpariaman, Kabupaten Pasaman Barat, Pariaman, Padangpanjang, Agam, Pesisir Selatan, dan beberapa daerah lainnya di Sumatera Barat, sejak beberapa hari lalu.

Dikutip dari Liputan6.com, data dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Minangkabau, angin ini berasal dari pengaruh angin timur laut di Sumatera Barat yang bergerak ke pusat tekanan rendah di Samudera Hindia.

Kepala BMKG Minangkabau, Sukimin menjelaskan, fenomena angin timur laut ini setelah melewati Bukit Barisan bersifat panas dan kering, sehingga menimbulkan pola inversi udara di lapisan atas atmosfer.

''Kecepatan angin mencapai 300 knots per jam,'' kata Sukimin kepada Liputan6.com, Sabtu (22/2/2020).

Hasil pengamatan udara lapisan atas Stasiun Meteorologi Minangkabau menunjukkan terjadinya proses pemanasan di lapisan 950mb yang menimbulkan inversi suhu udara atau suhu udara lapisan atas di atmosfer relatif lebih hangat dibanding di permukaan.

''Hal itu menyebabkan suhu di sebagian wilayah Sumbar terasa panas,'' katanya.

BMKG memerkirakan angin kencang masih akan melanda Sumbar hingga dua hari ke depan. BMKG pun mengimbau agar masyarakat mewaspadai bencana yang ditimbulkan oleh angin kencang tersebut.

''Angin sekencang ini bisa saja menyebabkan pohon tumbang,'' ujarnya.

Selain itu kelembaban udara yang cenderung kering disertai angin yang kencang meningkatkan kemudahan potensi kebakaran. BMKG menyebutkan dengan kondisi seperti itu, percepatan sebaran kebakaran lahan akan meningkat.

''Jangan membakar sampah di lahan kering atau membuang puntung rokok sembarangan,'' ujar Sukimin.***

Editor:hasan b
Sumber:liputan6.com
Kategori:Ragam
wwwwww