Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ingin Bayar Listrik dengan Mobile Banking, ID Pelanggan Justru Diblokir PLN
Nasional
14 jam yang lalu
Ingin Bayar Listrik dengan Mobile Banking, ID Pelanggan Justru Diblokir PLN
2
Pasien Positif Covid-19 ke-118 di Riau Ternyata Warga Kepri, Saat Ini Dirawat di RSUD Arifin Achmad
Kesehatan
23 jam yang lalu
Pasien Positif Covid-19 ke-118 di Riau Ternyata Warga Kepri, Saat Ini Dirawat di RSUD Arifin Achmad
3
Ki Gendeng Pamungkas Meninggal Dunia Akibat Komplikasi Diabetes dan Jantung
Umum
21 jam yang lalu
Ki Gendeng Pamungkas Meninggal Dunia Akibat Komplikasi Diabetes dan Jantung
4
Andrianus Garu Minta Jokowi Tunda Pilkada dan Evaluasi Kabinet Jilid 2
Pemerintahan
21 jam yang lalu
Andrianus Garu Minta Jokowi Tunda Pilkada dan Evaluasi Kabinet Jilid 2
5
Perombakan Direksi PT Hutama Karya, Lukman Edy Tetap Jabat Wakil Komisaris
Pemerintahan
21 jam yang lalu
Perombakan Direksi PT Hutama Karya, Lukman Edy Tetap Jabat Wakil Komisaris
6
MPR: Protokol Kesehatan di Masa Transisi Wajib Dipatuhi
MPR RI
20 jam yang lalu
MPR: Protokol Kesehatan di Masa Transisi Wajib Dipatuhi

Terus Meluas ke Luar China, WHO Prediksi Virus Corona Akan Menjangkiti Seluruh Negara

Terus Meluas ke Luar China, WHO Prediksi Virus Corona Akan Menjangkiti Seluruh Negara
Badan Kesehatan Dunia (WHO) Umumkan kondisi virus corona secara global. (sindonews.com)
Minggu, 23 Februari 2020 08:40 WIB
JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganggap 'waktu hampir habis' menghentikan merebaknya virus corona ke berbagai negara.

Dikutip dari sindonews.com, para ahli kesehatan WHO memprediksi virus corona kemungkinan akan menjangkiti semua negara di dunia.

Mereka juga memperingatkan bahwa semakin lama wabah virus corona terus berlanjut, maka semakin besar risiko pandemi global yang dapat mengancam jutaan jiwa.

''Kita masih berada dalam tahapan dimana usaha pembatasan penyebaran masih bisa dilakukan, tapi kesempatan untuk melakukan hal itu semakin kecil,'' tutur Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus Jumat (21/2), seperti dilansir The NYTimes.

Ia mengatakan, kendati jumlah penderita di luar China masih relatif kecil, ia cemas karena munculnya kasus-kasus di seluruh dunia yang tampaknya tidak ada hubungan yang jelas dengan China.

James Gorie Penulis Buku The China Crisis menulis semakin lama Coronavirus tidak terkendalikan, maka semakin sulit menemukan vaksinnya. Alasannya adalah sederhana namun menghancurkan.

''Virus Covid-19 berkemampuan berubah bentuk dengan cepat, ini dikenal sebagai tingkat mutasi. Saat terjadi mutasi pada virus Covid-19, strain baru virus Covid-19 dapat berkembang dari waktu ke waktu,'' tulis buku tersebut.

Strain baru tersebut akan akrab dengan sistem kekebalan tubuh manusia dan belum asing bagi sistem kekebalan tubuh manusia pada saat yang sama. Proses tersebut adalah logis dan mematikan.

Saat virus tersebut menginfeksi korban, virus mengumpulkan informasi lebih lanjut mengenai sistem kekebalan tubuh manusia. Virus tersebut kemudian bermutasi sehingga menjadi lebih mudah beradaptasi dengan sistem kekebalan tubuh manusia yang baru.

Proses adaptasi semacam itu membuat virus tersebut semakin mematikan. Bahkan, lebih dari 20 jenis novel coronavirus ditemukan pada manusia yang terinfeksi.

Itulah sebabnya dan bagaimana virus Covid-19 berpotensi menjadi lebih menular dan dengan daya mematikan yang lebih tinggi daripada strain yang ada saat ini. Ditambah lagi, dengan masa inkubasi tanpa gejala hingga 24 hari, potensi pandemi menjadi lebih besar dan sudah pasti lebih mematikan.***

Editor:hasan b
Kategori:Ragam

wwwwww