Kesal dengan Komentar Profesor, Mahasiswi Cantik Ini Nekat Buka Baju dan Celana Saat Ujian Skripsi, Begini Penampakannya

Kesal dengan Komentar Profesor, Mahasiswi Cantik Ini Nekat Buka Baju dan Celana Saat Ujian Skripsi, Begini Penampakannya
Letitia Chai membuka baju dan celana saat ujian skripsi. (tribunnews.com)
Sabtu, 12 Mei 2018 08:01 WIB
JAKARTA - Letitia Chai, mahasiswi asal Cornell University, Australia, mengagetkan para dosen yang tengah mengujinya saat ujian skripsi. Mahasiswi berparas cantik itu nekat membuka baju dan celananya, hingga tinggal bra dan celana dalam, gara-gara merasa kesal dengan komentar salah satu profesor yang mengujinya.

Dikutip dari okezone.com, menurut laporan media lokal, hal pertama yang ditanyakan oleh profesor seni media Rebekah Maggor, ketika Chai hendak memulai presentasinya justru tidak ada hubungan dengan skripsi yang telah ia susun. Ia justru mengomentari busana yang dikenakan Chai.

''Apakah itu benar-benar busana yang akan kamu kenakan pada sidang ini?'' tanya Rebekah.

Chai yang pada saat itu mengenakan kemeja biru dan celana pendek jean cut-off mengatakan kepada surat kabar mahasiswa bahwa dirinya sangat terkejut oleh pertanyaan yang dilontarkan oleh Rebekah.

Ia bahkan tidak mengetahui respons apa yang tepat untuk menjawab pertanyaan sang profesor.

Dalam sebuah unggahan Facebook yang telah dihapusnya, Chai menulis bahwa Maggor mengatakan celana yang dikenakannya terlalu pendek.

Situasi itu semakin memuncak ketika seorang mahsiswa laki-laki mengklaim bahwa Chai memiliki ''kewajiban moral'' kepada para audiens untuk berpakaian secara konservatif atau formal selama sidang skripsi berlangsung.

Mendengar pernyataan itu, Chai sempat memutuskan untuk meninggalkan ruangan.

Namun tiba-tiba, ia kembali ke dalam ruangan dengan hanya mengenakan bra dan celana dalam sebagai protes dari sesuatu yang ia sebut ''oppressive beliefs and discrimination''.

Beberapa hari kemudian, Chai menghadiri sidang skripsi formalnya dan mengenakan kemeja dan celana yang sama saat ia kenakan pada sidang pertamanya. Pada sidang kali ini Chai melakukan hal yang sama, dan langsung menelanjangi tubuhnya di dalam ruangan. Ia bahkan meyakinkan para audiens untuk melakukan hal yang sama.

Menurut laporan The Sun, 28 dari 44 audiens yang ada di ruangan turut melepaskan busana yang mereka kenakan, sebagai bentuk dukungan mereka kepada Chai.

''Jujur, aku merasa terharu atas dukungan kalian,'' kata Chai kepada para audiens.

Sejumlah mahasiswa bahkan membuat sebuah pernyataan terbuka yang ditujukan kepada profesor Rebekah Maggor. Mereka mengatakan, ''Fokus (Maggor) pada pakaian Chai itu tidak berarti apa-apa, tapi justru mengabaikan sesuatu yang lebih penting. Hal ini menunjukkan ketidakprofesionalannya''.

Buntut dari insiden tersebut, Maggor meminta maaf atas pilihan kata-katanya, dan mengakui bahwa ungkapan ''celana terlalu pendek'' yang disampaikannya kepada Chai memiliki dampak negatif pada kondisi budaya dan politik yang ada di kampus mereka.

Sayangnya, pada saat itu Chai telah meninggalkan ruangan sehingga tidak dapat mendengar permintaan maaf dari sang profesor, hingga memicu terjadinya miskomunikasi. Demikian dilansir dari Insider, Jumat (11/5/2018).***

Editor:hasan b
Sumber:okezone.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww