Bom Meledak di Gereja Santa Maria Surabaya, 2 Tewas dan 13 Terluka, 2 Polisi Jadi Korban

Bom Meledak di Gereja Santa Maria Surabaya, 2 Tewas dan 13 Terluka, 2 Polisi Jadi Korban
Suasana di depan Gereja Santa Maria, di Jalan Ngagel Madya nomor 1, Kelurahan Baratajaya, Gubeng, Surabaya, pasca ledakan bom, Ahad (13/5) pagi. (republika.co.id)
Minggu, 13 Mei 2018 09:32 WIB
SURABAYA - Ledakan bom mengguncang Gereja Santa Maria, di Jalan Ngagel Madya nomor 1, Kelurahan Baratajaya, Gubeng, Surabaya, Ahad (13/5), sekitar pukul 07.15 WIB.

Dikutip dari republika.co.id, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera yang berada di tempat kejadian mengatakan, ada dua orang tewas dalam peristiwa itu.

''Kami lihat terjadi upaya bunuh diri yang sudah diidentifikasi satu orang meninggal dunia,'' kata Barung, Ahad pagi.

Barung mengatakan, pelaku bom bunuh diri meninggal dunia di TKP, sedang satu korban lagi meninggal dunia di rumah sakit.

''Ada total 13 korban luka-luka yang saat ini dibawa ke rumah sakit. Dua korban luka adalah anggota kepolisian yang tengah berjaga dan 11 masyarakat,'' ujarnya.

Dia berjanji akan terus memperbarui informasi yang ada kepada masyarakat. ''Kita berduka di tengah kedamaian rakyat Indonesia ada kejadian. Kami mohon doa kepada masyarakat Indonesia. Kami akan buka media center,'' tuturnya.  

Bom Bunuh Diri

Polisi menduga ledakan tersebut merupakan bom bunuh diri menggunakan sepeda motor.

''Benar ada dugaan ledakan bom,'' ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Hubungan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Polisi Mohammad Iqbal saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Ahad (13/5).

Kendati demikian, Iqbal belum bisa menginformasikan lebih lanjut perihal banyaknya korban dan kronologi. Kejadian tersebut menurutnya baru terjadi dan kepolisian masih melakukan tidakan yang diperlukan.

''Saat ini kepolisian setempat sedang melakukan upaya-upaya kepolisian,'' kata Iqbal.

Tindakan kepolisian tersebut seperti evakuasi korban. Kepolisian juga melakukan pengamanan lokasi di sekitar tempat terjadinya ledakan.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:SerbaSerbi

GoNews Mahfud Ungkap Tarif Suap Rektor UIN Rp5 Miliar, KPK Diminta Selidiki
GoNews Ditentukan Menag, Busyro Sebut Ada Potensi Suap dalam Pemilihan Rektor UIN
GoNews Orang Misterius Obrak-abrik Isi Masjid di Banyumas, 50 Kitab Kuning dan Alquran Dibuang ke Sumur
GoNews Survei Kompas; Kader Partai Pengusung Jokowi Banyak Membelot, Golkar 41,7%, Hanura 38,9% dan PKB 30,1%
GoNews Waktunya Sudah Dekat, Hampir Semua Agenda Kampanye Prabowo-Sandi Belum Dapat Izin dari Aparat
GoNews Wanita Cantik Ini Lakukan Pemerasan dengan Modus Ajak Pria Tidur di Kamar Kos
GoNews Petani Bawang yang Pernah Mengeluh Sambil Menangis di Hadapan Sandiaga Uno Ditahan Polisi
GoNews Kasus Proyek Meikarta, Demiz Pernah Lapor ke Jokowi Ada Menteri Main Bola Panas, Sebut Nama Luhut, Mendagri dan Sofyan
GoNews Survei Kompas; Prabowo-Sandi Kuasai DKI, Jabar, Banten dan Sumatera
GoNews Ditembak Kelompok Bersenjata, 1 Anggota Brimob Tewas dan 2 Terluka
GoNews Video Polisi Ajak Warga Teriak Jokowi Yes Yes Yes Viral, Polri Akan Cek Akun Penyebar
GoNews Panglima TNI Mutasi dan Promosikan 72 Pati AD, AL dan AU, Ini Daftar Lengkapnya
GoNews Tanah Wakaf yang di Atasnya Berdiri Masjid Dicaplok Warga Asing, Ribuan Jamaah Demo ke Kantor BPN
GoNews Gempa Guncang Pariaman Dinihari Tadi, Berpusat di Darat pada Kedalaman 10 Kilometer
GoNews KPK Temukan Rp180 Juta dan USD 30 Ribu dari Ruang Kerjanya, Menag: Mohon Maaf Saya Belum Bisa Klarifikasi
GoNews KPK Duga Romy dan Pejabat Kemenag Sekongkol, Sejumlah Barang Bukti Ditemukan di Ruang Kerja Menag
GoNews Dukung Prabowo-Sandi, Erwin Aksa Dipecat Golkar
GoNews Dukung Prabowo-Sandi, Keponakan JK Minta Maaf ke Partai Golkar
wwwwww