Mobil Pengangkut Uang Dirampok Dekat Kampus IPDN di Agam Siang Hari, Rp3 Miliar Lenyap, Begini Modusnya

Mobil Pengangkut Uang Dirampok Dekat Kampus IPDN di Agam Siang Hari, Rp3 Miliar Lenyap, Begini Modusnya
Polisi melakukan olah TKP perampokan mobil pengangkut uang milik sebuah bank di Bukittinggi. (sindonews.com)
Selasa, 05 Juni 2018 13:20 WIB
BUKITTINGGI - Mobil Daihatsu Xenia dengan nomor polisi BM 1971 JG milik sebuah bank Syariah di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, yang tengah mengantarkan uang, dirampok Senin (4/6/2018) siang. Perampok berhasil membawa kabur uang tunai Rp3 miliar.

Dikutip dari sindonews.com, salah seorang staf bank yang melaporkan kejadian ke Polres Bukittinggi menyebutkan, kejadian berawal saat mobil dalam perjalanan membawa uang dari kantor bank di Aur Kuning, Kota Bukittinggi menuju bank di Payakumbuh.

Selain sopir bernama Sardi (38) di dalam mobil juga ada staf bank bernama Hendra (25). Meski membawa uang tunai dalam jumlah banyak, mobil pengangkut uang ini hanya dikawal oleh seorang sekuriti bank bernama Jakfar Sinaga (29).

Dalam perjalanan menuju Payakumbuh, selepas kampus IPDN Baso, Agam, menjelang jembatan Batang Agam, mobil pengangkut uang diserempet oleh mobil Avanza Silver. Sopir yang mengaku terpaksa berhenti bersama sekuriti yang duduk di depan langsung ditodong pelaku dengan senjata api.

Korban yang tak berkutik diikat dan mulut serta mata dilakban oleh pelaku yang jumlahnya tidak diketahui para korban. Mobil yang sudah dikuasai pelaku bersama ketiga korban dan uang yang ada di dalamnya dibawa sampai ke kawasan Talawi Kecamatan Payakumbuh Utara, Kota Payakumbuh. Di lokasi ini mobil bersama korban yang terikat ditinggal di pinggir jalan pelaku kabur bersama uang tunai Rp3 miliar.

Pihak kepolisian dari Polsek Payakumbuh yang mendapat laporan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara. Kepada media Kapolsekta Payakumbuh Kompol Russirwan menyebutkan, ketiga korban sempat membuat laporan polisi di Polsekta Payakumbuh.

''Namun karena tempat perampokan berada di wilayah hukum Polres Bukittinggi, maka korban diarahkan melapor ke Polres Bukittinggi atau Polsek Baso,'' pungkasnya.

Sementara hingga kini pihak Polres Bukittinggi belum bersedia memberikan keterangan terkait kejadian ini. ***

Editor:hasan b
Sumber:sindonews.com
Kategori:SerbaSerbi

GoNews Mahfud Ungkap Tarif Suap Rektor UIN Rp5 Miliar, KPK Diminta Selidiki
GoNews Ditentukan Menag, Busyro Sebut Ada Potensi Suap dalam Pemilihan Rektor UIN
GoNews Orang Misterius Obrak-abrik Isi Masjid di Banyumas, 50 Kitab Kuning dan Alquran Dibuang ke Sumur
GoNews Survei Kompas; Kader Partai Pengusung Jokowi Banyak Membelot, Golkar 41,7%, Hanura 38,9% dan PKB 30,1%
GoNews Waktunya Sudah Dekat, Hampir Semua Agenda Kampanye Prabowo-Sandi Belum Dapat Izin dari Aparat
GoNews Wanita Cantik Ini Lakukan Pemerasan dengan Modus Ajak Pria Tidur di Kamar Kos
GoNews Petani Bawang yang Pernah Mengeluh Sambil Menangis di Hadapan Sandiaga Uno Ditahan Polisi
GoNews Kasus Proyek Meikarta, Demiz Pernah Lapor ke Jokowi Ada Menteri Main Bola Panas, Sebut Nama Luhut, Mendagri dan Sofyan
GoNews Survei Kompas; Prabowo-Sandi Kuasai DKI, Jabar, Banten dan Sumatera
GoNews Ditembak Kelompok Bersenjata, 1 Anggota Brimob Tewas dan 2 Terluka
GoNews Video Polisi Ajak Warga Teriak Jokowi Yes Yes Yes Viral, Polri Akan Cek Akun Penyebar
GoNews Panglima TNI Mutasi dan Promosikan 72 Pati AD, AL dan AU, Ini Daftar Lengkapnya
GoNews Tanah Wakaf yang di Atasnya Berdiri Masjid Dicaplok Warga Asing, Ribuan Jamaah Demo ke Kantor BPN
GoNews Gempa Guncang Pariaman Dinihari Tadi, Berpusat di Darat pada Kedalaman 10 Kilometer
GoNews KPK Temukan Rp180 Juta dan USD 30 Ribu dari Ruang Kerjanya, Menag: Mohon Maaf Saya Belum Bisa Klarifikasi
GoNews KPK Duga Romy dan Pejabat Kemenag Sekongkol, Sejumlah Barang Bukti Ditemukan di Ruang Kerja Menag
GoNews Dukung Prabowo-Sandi, Erwin Aksa Dipecat Golkar
GoNews Dukung Prabowo-Sandi, Keponakan JK Minta Maaf ke Partai Golkar
wwwwww