Indonesia Miliki Terminal Bandara Terapung Pertama, Ini Penampakannya

Indonesia Miliki Terminal Bandara Terapung Pertama, Ini Penampakannya
Bandara Internasional Ahmad Yani. (merdeka.com)
Jum'at, 08 Juni 2018 08:34 WIB
JAKARTA - Indonesia memiliki terminal bandara terapung pertama, yakni terminal Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah.

Dikutip dari merdeka.com, disebut sebagai terminal terapung (floating airport) karena terminal baru Bandara Ahmad Yani dibangun di atas lahan lunak dan sebagian besar berair dengan menggunakan tiang pancang dan metode prefabricated vertical drain (PVD) untuk memadatkan lahan lunak tersebut. PVD sendiri merupakan sistem drainase buatan yang dipasang di dalam lapisan tanah lunak.

Beroperasi Juni, bangunan terminal baru di sebelah utara landasan pacu (runway) eksisting sebagian besar berdiri di atas air dan dikelilingi kolam, mulai dari gedung terminal, gedung parkir, dan wetland park area.

Hal ini dimaksudkan untuk mengakomodir konteks lahan yang sebelumnya merupakan lahan rawa. Pada area bandara juga ditanami 24.000 bibit mangrove atau bakau untuk mendukung pelestarian lingkungan yang dapat menghadirkan banyak keistimewaan, baik dari aspek fisik, ekologi, maupun ekonomi.

Ramah Lingkungan

Disain terminal baru Bandara Ahmad Yani mengadopsi konsep eco-airport yang direncanakan, dikembangkan, dan dioperasikan dengan tujuan menciptakan sarana dan pra-sarana perhubungan yang ramah lingkungan serta berkontribusi positif pada lingkungan hidup.

Melalui penerapan konsep eco-airport diharapkan operasional bandara dapat mencegah terjadinya polusi. Komponen pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup terkait eco-airport terdiri dari kebisingan, getaran, udara, air, tanah, sampah, energi, kawasan keselamatan operasi penerbangan dan kesehatan masyarakat atau lingkungan alamiah lainnya.

Dilengkapi Teknologi Canggih

Bukan hanya menjadi bandara terapung pertama, terminal baru bandara Ahmad Yani juga dilengkapi dengan teknologi reverse osmosis sebagai penyedia air bersih. Dengan sistem tersebut, air hujan dan air laut yang ditampung akan diolah dalam ground water tank yang ada di bawah terminal.

''Water pounding ada di sekeliling bandara, selain untuk bahan baku osmosis, juga untuk mengatur ketinggian air. Jadi saat musim hujan tidak banjir, dan saat musim kemarau tidak kering. Karena kan kita konsepnya mengapung, ya. Jadi harus dipastikan ada airnya,'' kata Project Administration AP I Nina Adis.

Bandara Ahmad Yani Lebih luas

Terminal baru Bandara Ahmad Yani memiliki luasan area 58.652 meter persegi, hampir sembilan kali lebih besar dibanding luasan terminal saat ini yang hanya seluas 6.708 meter persegi.

Luasan tempat parkir pesawat (apron) nantinya mencapai 72.522 meter persegi yang dapat menampung 13 pesawat narrow body atau konfigurasi 10 pesawat narrow body dan dua pesawat berbadan besar kargo.***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww