Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gunakan Pasal 'Karet' UU ITE, MPR Desak Polri Tak Menahan Ruslan Buton
MPR RI
23 jam yang lalu
Gunakan Pasal Karet UU ITE, MPR Desak Polri Tak Menahan Ruslan Buton
2
Syarief Hasan: Utamakan Insentif untuk Tim Medis Covid-19
MPR RI
22 jam yang lalu
Syarief Hasan: Utamakan Insentif untuk Tim Medis Covid-19
3
Bamsoet: New Normal Harus Bisa Cegah Gelombang Kedua Pandemi Covid-19
Politik
22 jam yang lalu
Bamsoet: New Normal Harus Bisa Cegah Gelombang Kedua Pandemi Covid-19
4
New Normal Menuntut Kreativitas Menjalankan Pembinaan Atlet
Olahraga
22 jam yang lalu
New Normal Menuntut Kreativitas Menjalankan Pembinaan Atlet
5
Kemendes PDTT Diharap Libatkan Universitas Awasi BLT Desa
DPR RI
19 jam yang lalu
Kemendes PDTT Diharap Libatkan Universitas Awasi BLT Desa
6
Garuda Siapkan 'Service Recovery' pasca Pembatalan Penerbangan WNI dari Abu Dhabi
Ekonomi
18 jam yang lalu
Garuda Siapkan Service Recovery pasca Pembatalan Penerbangan WNI dari Abu Dhabi

Pegawai Kantor DPRD Siramkan Air Panas ke Suaminya yang Lagi Tidur Pulas, Organ 'Penting' Korban Ikut Melepuh

Pegawai Kantor DPRD Siramkan Air Panas ke Suaminya yang Lagi Tidur Pulas, Organ Penting Korban Ikut Melepuh
Satriawan Togala menjalani perawatan intensif di RSUD Andoolo, Konawe Selatan. (liputan6.com)
Kamis, 01 November 2018 08:46 WIB
BOMBANA - Seorang istri di Desa Ngapaha, Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Bombana, menyiramkan air panas mendidih ke tubuh suaminya, Rabu (31/10/2018), sekitar pukul 16.00 Wita.

Dikutip dari liputan6.com, pegawai kantor DPRD Konawe Selatan yang bernama Juni (29) itu menganiaya suaminya, Satriawan Togala (32), saat sang suami tertidur pulas.

''Saat itu, suaminya tidak tahu akan disiram. Dia kaget langsung berteriak saat diguyur air panas,'' ujar Erlin, salah satu kerabat korban.

Usai diguyur air mendidih, korban penganiayaan yang bekerja di perusahaan tambang itu langsung menggelepar kesakita di lantai rumah. Korban sempat berusaha keluar rumah dan minta pertolongan.

''Kami tidak tahu apa penyebabnya. Padahal, mereka selama ini baik-baik saja,'' tambah Erlin.

Luka parah dialami Satriawan di sekujur tubuhnya karena tersiram air panas. Korban penganiayaan itu mengalami luka cukup parah dari dada, lengan tangan kiri dan kanan, perut dan daerah sekitar alat vital melepuh tersiram air.

Beruntung, pada bagian wajah tidak ada luka serius. Saat ini, korban mendapat perawatan intensif di RSUD Andoolo, Konawe Selatan.

Kapolsek Tinanggea Iptu Muchsin dikonfirmasi via telepon seluler mengatakan, saat ini pihaknya sudah memproses pelaku. Namun, ditanyakan soal motif pelaku, Iptu Muchsin enggan berkomentar banyak.

''Kita belum periksa mereka, korban masih di rumah sakit bersama istrinya, belum ada yang kami periksa,'' ujar Muchsin.

Sejumlah kerabat korban juga tidak berkomentar banyak soal alasan pelaku menganiaya sang suami dengan air mendidih. Pasalnya, saat kejadian hanya pelaku dan korban yang berada di dalam rumah.

''Mereka belum punya anak, mereka tinggal sendiri. Sudah setahun menikah tapi belum diberikan keturunan,'' ujar Mustafa, salah satu tetangga korban.

Diduga karena sering cekcok dan tak kuat membalas secara langsung perbuatan suaminya, sang istri nekat mengambil kesempatan saat pasangan itu sedang tidur.

Kondisi korban pertama kali diunggah salah seorang warganet bernama Eghy di media sosial Facebook. Saat ini, unggahan warga Konawe Selatan itu sudah mendapat ratusan komentar dan dibagikan ratusan kali.***

Editor:hasan b
Sumber:liputan6.com
Kategori:Ragam

wwwwww