Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jika Labil, Kebijakan Penanggulangan Covid-19 bisa 'Ambyarrr'
DPR RI
15 jam yang lalu
Jika Labil, Kebijakan Penanggulangan Covid-19 bisa Ambyarrr
2
Kritik Mahfud MD, Saleh Daulay: Tak Bijak Bandingkan Kematian Covid-19 dengan Kecelakaan
Politik
14 jam yang lalu
Kritik Mahfud MD, Saleh Daulay: Tak Bijak Bandingkan Kematian Covid-19 dengan Kecelakaan
3
Dunia sedang Hadapi Covid-19, China dan India Diharap Berkepala Dingin di 'Pangong Lake'
Internasional
15 jam yang lalu
Dunia sedang Hadapi Covid-19, China dan India Diharap Berkepala Dingin di Pangong Lake
4
AS Mencabut Status Khusus Hong Kong, Ini Bisa Berdampak pada Perdagangannya
Internasional
16 jam yang lalu
AS Mencabut Status Khusus Hong Kong, Ini Bisa Berdampak pada Perdagangannya
5
DPR RI: 'New Normal' adalah Adaptasi dan Inovasi dalam Pakem Protokol Kesehatan
DPR RI
16 jam yang lalu
DPR RI: New Normal adalah Adaptasi dan Inovasi dalam Pakem Protokol Kesehatan
6
Masih Banyak Daerah Zona Merah, Ketua DPD Desak Pemerintah Kaji Ulang Pilkada di Bulan Desember
Politik
14 jam yang lalu
Masih Banyak Daerah Zona Merah, Ketua DPD Desak Pemerintah Kaji Ulang Pilkada di Bulan Desember

Bila Disusupi Kampanye LGBT, FPI dan LMB Akan Bubarkan Acara yang Dihadiri Penyanyi Gay Asal Iggris di Alam Mayang

Bila Disusupi Kampanye LGBT, FPI dan LMB Akan Bubarkan Acara yang Dihadiri Penyanyi Gay Asal Iggris di Alam Mayang
Calum Scott. (okezone.com)
Sabtu, 03 November 2018 20:42 WIB
PEKANBARU - Front Pembela Islam (FPI) dan Laskar Melayu Bersatu (LMB) akan membubarkan acara musik yang dihadiri penyanyi gay asal Inggris Calum Scott, di tempat wisata Alam Mayang, Pekanbaru, Riau, bila acara tersebut disusupi kampanye dukungan terhadap lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT).

Dikutip dari merdeka.com, Panglima FPI Pekanbaru M Khalid menegaskan, prilaku LGBT tidak sesuai dengan norma agama dan budaya Melayu. Karena itulah pihaknya siap membubarkan acara tersebut bila ternyata dimanfaatkan para pelaku LGBT.

''informasi yang muncul, ada acara LGBT. Jelas sangat tidak sesuai dengan norma agama dan adat Melayu di Riau,'' kata Pekanbaru M Khalid di Pekanbaru, Sabtu (3/11).

Calum Scott menjadi bintang tamu utama pada acara Do Music Festival di Alam Mayang, Kota Pekanbaru.

Khalid mempertanyakan kenapa penyanyi yang menyatakan dirinya sebagai gay itu bisa tampil di Pekanbaru, yang selama ini dikenal sebagai Kota Madani.

''Sekarang saya belum tahu acaranya seperti apa, makannya kita (akan) lihat langsung. Siapa tahu ada kampanye LGBT terselubung. Ini harus kita tolak,'' katanya.

Sementara itu, Sekretaris LMB, Datuk Bukhari, mengatakan, pihaknya juga akan mengawasi acara tersebut. Bila benar ada kampanye terselubung LGBT, maka pihaknya akan langsung membubarkan.

Datuk Bukhari mengatakan, pihaknya juga mendapat informasi tentang keresahan masyarakat akan adanya pesta LGBT di acara tersebut. Ia meminta pihak berwajib, dalam hal ini kepolisian untuk meninjau dan membatalkan acara itu.

''Tentunya kita harus bijak menyikapi hal ini. Kita minta pihak berwenang terlebih dahulu untuk menindaklanjutinya. Yang jelas, jika itu pesta gay, kita menolak keras,'' tegasnya.

Calum Scott sebenarnya adalah satu dari sekian banyak musisi yang tampil pada acara Do Music Festival itu. Ini merupakan penampilan pertamanya di Kota Pekanbaru. Selain Calum, sederet artis nasional juga tampil, diantaranya Tulus, Ten2Five, Marion Jola dan Diskoria.

Pada jumpa pers di Hotel Jatra Pekanbaru, Sabtu pagi, Calum Scott sempat menyatakan bahwa dirinya lebih bahagia setelah secara terbuka mengungkap orientasi seksualnya. Hal itu diutarakan oleh pria berusia 30 tahun itu ketika menjawab pertanyaan seorang fans yang meminta tips bagaimana bisa terbuka dan jujur tentang orientasi seksualnya.

''Lihat pada dirimu sendiri. Kamu tidak bisa mengontrol dengan siapa kamu jatuh cinta,'' kata Calum dalam bahasa Inggris.

Sementara itu, Ketua Panitia Do Music Festival, Dian Afritama, membantah bahwa acara tersebut berkaitan dengan LGBT maupun bentuk maksiat lainnya. Dian bahkan membuat surat pernyataan bermaterai bahwa kegiatan tersebut bersih dari kampanye LGBT..

Dalam surat itu panitia juga mempersilakan tiga orang dari perwakilan Ormas untuk mengawasi langsung pelaksanaan acara musik itu.***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:Ragam

wwwwww