Guru SMK di Ditendang Sejumlah Siswa dalam Kelas, Kepala Sekolah Sebut Bercanda

Guru SMK di Ditendang Sejumlah Siswa dalam Kelas, Kepala Sekolah Sebut Bercanda
Guru SMK NU 03 Kaliwungu ditendag sejumlah siswanya. (tribunnews)
Minggu, 11 November 2018 21:06 WIB
KENDAL - Seorang guru setengah baya yang mengajar di SMK NU 03 Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah, menjadi korban kekerasan yang dilakukan sejumlah siswanya dalam kelas.

Dikutip dari kumparan.com, dalam video yang diunggah oleh akun Facebook Eris Riswandi, terlihat guru laki-laki tersebut diserang oleh sejumlah murid laki-laki. Mereka mendorong dan menendang guru. Guru tersebut sempat melawan, namun karena serangan yang datang bertubi-tubi membuat dia kewalahan.

Sejumlah siswa yang berpakaian batik berwarna hijau itu terlihat tertawa dan mengejek gurunya. Kejadian itu berlangsung sekitar 1 menit.

Saat dikonfirmasi kumparan, Eris membearka lokasi bullying itu berada di SMK NU 03 Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah.

Dalam surat klarifikasi dari Kepala Sekolah SMK NU 03 Kaliwungu, Muhaidin yang salah satunya diterima Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, dijelaskan peristiwa itu terjadi pada Kamis, 8 November 2018 saat kegiatan belajar mengajar di kelas X TKR. Guru dalam video tersebut bernama Joko Susilo.

Pukul 13.00 WIB saat jam belajar akan berakhir, para siswa bercanda dan saling melempar kertas kepada teman-temannya. Salah satu lemparan kertas mengenai Joko. Joko lantas meminta agar siswa mengaku siapa yang melempar kertas kepadanya.

Namun tidak ada yang mengaku, tetapi para siswa justru maju ke depan kelas untuk bercanda dengan gurunya. Mereka berharap dengan bercanda, gurunya tidak jadi marah-marah.

''Tindakan tersebut ditanggapi reaktif oleh Pak Joko dengan melakukan gerakan seperti orang yang berkelahi, sehingga membuat anak-anak semakin mendekati Pak Joko sambil tertawa,'' tulis Muhaidin dalam surat klarifikasi tersebut.

Menurut Muhaidin, bagian itulah yang membuat kesan seolah-olah terjadi pemukulan terhadap guru tersebut. Padahal setelah kejadian, para siswa dan guru melanjutkan pelajaran dan diakhiri dengan doa bersama.

''Ini membuktikan bahwa peristiwa itu murni guyonan anak-anak dan tidak ada tindakan pemukulan terhadap guru,'' kata Muhaidin.

Meski begitu, pihak sekolah tetap menyadari bahwa candaan tersebut melewati batas wajar, sehingga sejumlah siswa yang terlibat dalam insiden dalam video itu sudah mendapat penanganan.

''Ditindaklanjuti dengan pemanggilan orang tua pada Senin, 12 November 2018,'' ucap Muhaidin.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga merespons video ini. Melalui akun Twitternya, Ganjar me-retweet video tersebut sambil meminta Dinas Pendidikan Jawa Tengah mengecek video tersebut, dan mencari nomor telepon pihak sekolah. ***

Editor:hasan b
Sumber:kumparan.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww