Gadis yang Ditemukan Tewas dalam Lemari di Jaksel Ternyata Pemandu Lagu, Jenazahnya Setengah Bugil

Gadis yang Ditemukan Tewas dalam Lemari di Jaksel Ternyata Pemandu Lagu, Jenazahnya Setengah Bugil
Ciktuti Iin Puspita, wanita diduga korban pembunuhan di Mampang, Jaksel. (suara.com)
Selasa, 20 November 2018 20:39 WIB
JAKARTA - Gadis yang ditemukan tewas dalam lemari pakaian di Rumah Kost 21 Jalan Mampang Prapatan VIII, Gang Senang, Komppleks Bapenas RT3/RW1 KelurahanTegal Parang, Jakarta Selatan, Selasa (20/11/2018), ternyata seorang pemandu lagu di tempat karaoke.

Dikutip dari suara.com, wanita tersebut berusia 22 tahun bernama Ciktuti Iin Puspita. Iin diduga korban pembunuhan. Sebab, terdapat sejumlah luka di kepalanya.

''Melalui Olah TKP kami menemukan tindak pidana pembunuhan dan kami akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap kejadian tersebut. Pelaku akan kita kenakan tindak pidana," kata Kasatreskrim Polres Jakarta Selatan Komisaris Andi Sinjaya Ghalib di lokasi, Selasa.

Pantauan Suara.com pukul 17.41 WIB,  terlihat banyak anggota Polres Jakarta Selatan melakukan olah TKP di lokasi penemuan mayat.

Warga juga berkerumun di depan rumah indekos yang hanya menerima anak kos perempuan tersebut.

Saat kali pertama ditemukan, mayat Iin Puspita dalam posisi didudukkan, dengan kedua kaki ditekuk ke atas. Iin Puspita juga ditemukan meninggal setengah bugil, tanpa memakai celana maupun celana dalam.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi kepada polisi, Iin Puspita sudah menyewa kos tersebut selama tiga tahun terakhir.

Iin Puspita berprofesi sebagai gadis pemandu lagu di karaoke bilangan Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

''Korban sudah tiga tahun terakhir indekos di situ. Mayatnya kali pertama ditemukan saksi bernama Wahyu Rowandi, penjaga indekos. Saksi bersama rekannya bernama Rofik mencium bau busuk yang berasal dari dalam kamar Iin Puspita,'' kata Kasat reskrim Polres jaksel Kompol Andi Sinjaya Ghalib, Selasa.

Karena curiga, akhirnya kedua mendatangi dan membuka kamar perempuan tersebut. Mereka kali pertama memeriksa ruangan makar tidur dan kamar mandi indekos, tapi tak ditemukan apa-apa.

Kemudian, Wahyu dan Rofik mengira bau busuk tersebut berasal dari dalam lemari baju di kamar korban.

Sebab, akibat aroma menyengat itu sampai mengundang banyak lalat yang masuk ke dalam lemari pakaian tersebut.

Tak disangka, ketika pintu lemari itu dibuka, kedua saksi terkejut mendapati Iin sudah tewas dalam posisi duduk dengan kaki mengarah ke atas. Saat ditemukan, terdapat luka di bagian kepala korban.

''Selanjutnya saksi mengecek asal bau dari dalam lemari, dikarenakan bau yang menyengat dari dalam lemari dan juga sudah ada binatang lalat dari dalam lemari,'' kata Andi.

Terkait penemuan mayat itu, keduanya juga langsung melaporkan kepada pemilik indekos dan diteruskan ke kantor Polsek Mampang Prapatan.***

Editor:hasan b
Sumber:suara.com
Kategori:SerbaSerbi

wwwwww