Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pimpin Penangkapan Buronan Nurhadi, Novel Baswedan Jadi Trending
Peristiwa
19 jam yang lalu
Pimpin Penangkapan Buronan Nurhadi, Novel Baswedan Jadi Trending
2
Bamsoet: Sektor Pariwisata Akan Pulih dengan Menerapkan Protokol Kesehatan
Politik
20 jam yang lalu
Bamsoet: Sektor Pariwisata Akan Pulih dengan Menerapkan Protokol Kesehatan
3
Sebelum Kader IMM Bergerak, Ade Armando Diminta Segera Minta Maaf ke Din Syamsuddin
Peristiwa
19 jam yang lalu
Sebelum Kader IMM Bergerak, Ade Armando Diminta Segera Minta Maaf ke Din Syamsuddin
4
Tahun Ajaran Baru, DPR Dukung Pembelajaran Tetap Jarak Jauh
Politik
20 jam yang lalu
Tahun Ajaran Baru, DPR Dukung Pembelajaran Tetap Jarak Jauh
5
Bambang Widjojanto: Meski Mata Novel Baswedan Dirampok, Tapi Berhasil Tangkap Nurhadi
Pemerintahan
19 jam yang lalu
Bambang Widjojanto: Meski Mata Novel Baswedan Dirampok, Tapi Berhasil Tangkap Nurhadi
6
Fauzi Amro Desak Aparat Penegak Hukum Bongkar Mafia Testil di Bea Cukai
Politik
20 jam yang lalu
Fauzi Amro Desak Aparat Penegak Hukum Bongkar Mafia Testil di Bea Cukai

Hasto Akui Persepsi Masyarakat Sumbar dan Aceh Terhadap Jokowi Belum Baik

Hasto Akui Persepsi Masyarakat Sumbar dan Aceh Terhadap Jokowi Belum Baik
Presiden Jokowi saat berkunjung ke destinasi Kawasan Mandeh di Pesisir Selatan, Sumatera Barat. (minanews)
Selasa, 20 November 2018 10:14 WIB
JAKARTA Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Hasto Kristiyanto, mengakui persepsi masyarakat Sumatera Barat dan Aceh terhadap Jokowi masih belum baik.

Dikutip dari liputan6.com, karena itu kata Hasto, perlu diprioritaskan untuk meningkatkan persepsi baik masyarakat terhadap Jokowi di dua provinsi tersebut.

''Memang ada beberapa daerah yang persepsi kepada Pak Jokowi perlu ditingkatkan. Seperti Sumatera Barat, Aceh. Ini persoalan komunikasi politik dan koordinasi. Maka kami lakukan pembagian tugas,'' jelasnya di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (19/11/2018).

Para anggota TKN akan disebar atau dibagi tugasnya untuk fokus kampanye di basis atau daerah tertentu.

Dalam masa kampanye ini, Hasto mengatakan TKN maupun TKD mengedepankan semangat gotong royong. Kampanye dilakukan dengan turun langsung ke masyarakat, bukan dengan memaksimalkan pemasangan atribut kampanye seperti baliho dan lainnya.

Turun Langsung ke Rakyat

Hasto menegaskan, sejak awal masa kampanye, Jokowi tidak setuju bila tim pemenangannya berkampanye dengan memasang baliho. Jokowi ingin timmnya langsung turun menemui masyarakat. 

''Pak Jokowi tidak setuju kampanye dengan memasang baliho, di pohon-pohon. Pak Jokowi menginginkan kita turun di tengah rakyat, semuanya itu dilakukan. Basis yang kami datangi kemarin, buktinya bergerak,'' jelas dia.

Hasto mengatakan para anggota TKD walaupun tanpa perlu dilantik, telah memiliki legalitas sebagai tim kampanye. Mereka juga telah memiliki SK.

''Sehingga tanpa pelantikan pun sudah legal secara UU mewakili pasangan calon dan melakukan tugas-tugas kampanye sesuai dengan UU,'' kata dia.***

Editor:hasan b
Sumber:liputan6.com
Kategori:Ragam

wwwwww