Kata Faisal Basri, Rupiah Menguat Bukan Hasil Kerja Keras Pemerintah, Melainkan . . . .

Kata Faisal Basri, Rupiah Menguat Bukan Hasil Kerja Keras Pemerintah, Melainkan . . . .
Ekonom Faisal Basri. (int)
Rabu, 28 November 2018 17:36 WIB
JAKARTA - Menguatnya rupiah belakangan ini bukanlah hasil kerja keras pemerintah, melainkan karena uang datang.

Demikian menurut ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Faisal Basri. ''Jadi menguatnya rupiah karena uang datang, bukan karena kepercayaan sama pemerintah. Dari dulu asing percaya sama pemerintah, buktinya udah investment grade, jadi tidak ada keraguan,'' ujar Faisal dalam Seminar Proyeksi Ekonomi Indonesia 2019 di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (28/11/2018), seperti dikutip dari suara.com.

Faisal menuturkan, pergerakan rupiah dalam jangka pendek juga tidak dihubungkan dengan defisit transaksi berjalan atau Current Account Defisit (CAD).

Dia melanjutkan, meskipun CAD tinggi, rupiah tetap bisa menguat.

''Mau CAD memburuk, rupiah bisa membaik. Karena pemerintah utangnya sangat banyak. Pemerintah obral suku bunga tinggi biar uang datang,'' tutur dia.

Meski begitu, Faisal memperkirakan rupiah pada tahun depan akan kembali melemah. Dia pun berujar, level rupiah saat ini belom sampai titik terendah.

Hingga saat ini, rata-rata pergerakan rupiah hingga 21 November sebesar Rp14.220 per dolar AS.

''Fenomena jangka pendek rupiah bisa menguat. Tahun depan jangka menengah, 99 persen rupiah akan melemah,'' pungkas dia. ***

Editor:hasan b
Sumber:suara.com
Kategori:SerbaSerbi

GoNews TGPF Gagal Ungkap Penyerang Novel, KPK Minta Jokowi Bentuk Tim Pencari Fakta Baru
GoNews Pengacara TW Cambukkan Ikat Pinggang ke Jidat Hakim PN Jakpus yang Tengah Bacakan Putusan
GoNews Babi Hutan Berjalan di Atap Rumah Hebohkan Warga Banjarnegara, Begini Penampakannya
GoNews Ketahuan Hamil 4 Pekan, Ketua Rombongan 7 Kloter 38 Dipulangkan
GoNews Mini Bus Bermuatan 25 Penumpang Terjun ke Jurang di Jalan Lintas Sumatera, 4 Tewas
GoNews Cegah Penumpang KM Tidar Bunuh Diri, Kepala Stasiun Radio Pantai Tercebur ke Laut dan Hilang
GoNews Kapolri Ungkap 400 Kombes Berebut Jadi Brigjen, Banyak yang Cari Dukungan dan Keluarkan Uang
GoNews Sempat Terbang dan Kembali ke Embarkasi, Pesawat Garuda Pengangkut Jamaah Haji Delay 11 Jam
GoNews Pemerintah Alokasikan Rp10 Triliun untuk Tunjangan Pengangguran
GoNews Korban Salah Tangkap, Disiksa, Dipaksa Mengaku Membunuh dan Dipenjara 3 Tahun, 4 Pengamen Tuntut Ganti Rugi
GoNews Setelah Kisah Pilunya Tinggal di Toilet Sekolah Diberitakan Media, Bantuan Mengalir kepada Guru Honor Nining
GoNews Arab Saudi dan Negara Teluk Dukung Kebijakan China Penjarakan 1,5 Juta Muslim Uighur dan Dilarang Shalat
GoNews Pembangunan Ibukota Baru di Kalimantan akan Dimulai, Ini Persiapannya
GoNews Bali Pernah Diterjang Tsunami yang Merenggut Ribuan Jiwa
GoNews Ribuan Ikan Terdampar di Pantai Sebelum Gempa M 6,0 Guncang Bali, Begini Penjelasan BMKG
GoNews Anak Guru Mengaji dari Solok Selatan Jadi Lulusan Terbaik Akpol 2019
GoNews Usai Bertemu Prabowo, Amien Rais: Sampai Sekarang Pun Alhamdulillah Masih Istiqomah
GoNews Konsumsi Rokok Penduduk Miskin Indonesia Terbesar Kedua, Kalahkan Telur dan Daging Ayam
wwwwww