Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jika Labil, Kebijakan Penanggulangan Covid-19 bisa 'Ambyarrr'
DPR RI
15 jam yang lalu
Jika Labil, Kebijakan Penanggulangan Covid-19 bisa Ambyarrr
2
Kritik Mahfud MD, Saleh Daulay: Tak Bijak Bandingkan Kematian Covid-19 dengan Kecelakaan
Politik
14 jam yang lalu
Kritik Mahfud MD, Saleh Daulay: Tak Bijak Bandingkan Kematian Covid-19 dengan Kecelakaan
3
Dunia sedang Hadapi Covid-19, China dan India Diharap Berkepala Dingin di 'Pangong Lake'
Internasional
16 jam yang lalu
Dunia sedang Hadapi Covid-19, China dan India Diharap Berkepala Dingin di Pangong Lake
4
AS Mencabut Status Khusus Hong Kong, Ini Bisa Berdampak pada Perdagangannya
Internasional
17 jam yang lalu
AS Mencabut Status Khusus Hong Kong, Ini Bisa Berdampak pada Perdagangannya
5
DPR RI: 'New Normal' adalah Adaptasi dan Inovasi dalam Pakem Protokol Kesehatan
DPR RI
16 jam yang lalu
DPR RI: New Normal adalah Adaptasi dan Inovasi dalam Pakem Protokol Kesehatan
6
Masih Banyak Daerah Zona Merah, Ketua DPD Desak Pemerintah Kaji Ulang Pilkada di Bulan Desember
Politik
15 jam yang lalu
Masih Banyak Daerah Zona Merah, Ketua DPD Desak Pemerintah Kaji Ulang Pilkada di Bulan Desember

Ibu 4 Anak Diperkosa Sekelompok Pria Gara-gara Beda Pilihan Partai

Ibu 4 Anak Diperkosa Sekelompok Pria Gara-gara Beda Pilihan Partai
Ilustrasi. (int)
Senin, 07 Januari 2019 09:15 WIB
DHAKA - Seorang ibu yang telah melahirkan 4 anak menjadi korban pemerkosaan sekelompok pria di Dhaka, Bagladesh. Pemerkosaan itu diduga terjadi karena wanita tersebut berbeda pilihan partai dengan para pemerkosanya.

Dikutip dari republika.co.id, pengadilan di Bangladesh telah menahan tujuh pria, termasuk seorang pemimpin lokal dari Partai Liga Awami terkait kasus pemerkosaan tersebut.

Wanita itu memilih partai oposisi, Partai Nasionalis Bangladesh dalam pemilihan pekan lalu.

Suami ibu itu mengajukan gugatan pekan lalu.  Menurut lembaran gugatan, sekelompok pria memaksa masuk ke rumah di distrik Noakhali. Mereka mengikat ibu dan empat orang anaknya. Pelaku melakukan pelecehan seksual kepada sang ibu saat tengah malam.

Tetangga mereka membantu keluarga malang itu setelah para penyerang pergi. Ibu berusia 35 tahun tersebut segera dibawa ke rumah sakit. Menurut laporan, dia diduga telah diperingatkan oleh para pria sebelumnya hari itu, saat berada di pusat pemungutan suara untuk tidak memilih kandidat oposisi.

Dia mengatakan kepada media lokal bahwa korban secara khusus membuat marah Ruhul Amin, mantan pemimpin lokal Liga Awami, dan kemudian mengirim kaki tangannya untuk menyerangnya.

Serangan malam pemilihan telah memicu protes dan kemarahan di media sosial. Kelompok oposisi menggelar aksi protes di ibu kota Dhaka dan Noakhali. Mereka sekarang meminta partai yang berkuasa untuk meminta maaf atas tindakan keji.

''Pemimpin dan aktivis yang tak terhitung jumlahnya terluka dalam serangan sebelum dan sesudah pemilihan, dan bahkan seorang ibu dari empat anak tidak terhindar dari kebrutalan pemerkosaan geng,'' ujar Mirza Fakhrul Islam Alamgir dari Partai Nasionalis Bangladesh setelah bertemu dengan korban perkosaan dilanisr BBC, Senin (7/1).

Kendati demikian, para pemimpin Liga Awami setempat telah membantah tuduhan terhadap mereka dan pendukungnya.

Liga Awami memenangkan kemenangan besar dalam pemilihan Ahad lalu.

Perdana Menteri Sheikh Hasina kembali menduduki jabatannya untuk ketiga kali berturut-turut dalam pemilihan Desember. Partai Hasian dan sekutunya memenangkan hampir semua dari 300 kursi parlemen yang diperebutkan.

Aliansi oposisi hanya memenangkan tujuh kursi. Namun oposisi mengutuk beragam kecurangan dalam pemilihan, mereka menuntu pemungutan suara ulang.

Pemilu Bangladesh memicu kekerasan, intimidasi dan klaim kecurangan suara. Setidaknya 17 orang tewas dalam bentrokan antara partai yang berkuasa dan pendukung oposisi.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Ragam

wwwwww