Pasien Koma 10 Tahun di Klinik Tiba-tiba Melahirkan, Diduga . . . .

Pasien Koma 10 Tahun di Klinik Tiba-tiba Melahirkan, Diduga . . . .
Ilustrasi. (republika.co.id)
Rabu, 09 Januari 2019 15:39 WIB
ARIZONA - Seorang pasien yang menderita koma lebih sepuluh tahun di salah sebuh klinik di Arizona, Amerika Serikat, tiba-tiba melahirkan bayi. Anehnya, tak ada pimpinan dan staf klinik yang menyadari wanita tersebut hamil.

Dikutip dari republika.co.id, CEO klinik itu, Bill Timmons, mengundurkan diri dari kliniknya setelah peristiwa tersebut. Surat pengunduran diri Bill Timmons telah diterima oleh pihak klinik. ''Dari apa yang telah saya ungkapkan sebelumnya, dia (korban) mengeluh dan mereka tidak tahu apa yang salah dengan wanita ini,'' kata seorang sumber yang tidak disebutkan namanya kepada CBS Phoenix, afiliasi KPHO-TV.

Wanita itu yang diduga menjadi korban pemerkosaan, telah menjadi pasien di klinik yang dikelola oleh Bill Timmons yakni Hacienda HealthCare dekat Phoenix, selama lebih dari satu dekade. Pasien itu membutuhkan perawatan sepanjang waktu.

Kepolisian juga telah melakukan investigasi serangan seksual dalam insiden tersebut. Wanita yang belum diidentifikasi itu, diperkirakan melahirkan bayinya pada 29 Desember 2018 lalu.

''Tidak ada staf yang sadar bahwa dia hamil sampai akhirnya dia melahirkan,'' ujar Wakil Presiden Eksekutif Dewan Klinik Hacienda Helathcare, Gary Orman.

Ia mengatakan, akan menyiapkan seluruh data lengkap berkaitan dengan situasi yang mengerikan itu. ''Dan kita akan melakukan segalanya dengan kekuatan kita untuk memastikan keselamatan setiap pasien dan karyawan kita,'' kata dia.

Sementara itu, The New York Times melaporkan bahwa dugaan baru pelecehan juga muncul, ketika hal privasi tidak difasilitasi bagi pasien saat mereka telanjang atau sedang mandi.

Namun, aturan di klinik kini telah diubah, di mana pria harus ditemani oleh seorang wanita ketika hendak memasuki kamar pasien wanita. Hacienda HealthCare mengatakan pihaknya sepenuhnya akan kooperatif dengan pihak berwenang.

Juru Bicara Kepolisian Phoenix mengatakan, kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. Ia belum mau memberikan perincian lebih lanjut tentang kasus ini. Departemen Pelayanan Kesehatan Arizona mengatakan telah mengirim tim untuk memeriksa pasien dan fasilitas di klinik tersebut.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:SerbaSerbi

GoNews Mahfud Ungkap Tarif Suap Rektor UIN Rp5 Miliar, KPK Diminta Selidiki
GoNews Ditentukan Menag, Busyro Sebut Ada Potensi Suap dalam Pemilihan Rektor UIN
GoNews Orang Misterius Obrak-abrik Isi Masjid di Banyumas, 50 Kitab Kuning dan Alquran Dibuang ke Sumur
GoNews Survei Kompas; Kader Partai Pengusung Jokowi Banyak Membelot, Golkar 41,7%, Hanura 38,9% dan PKB 30,1%
GoNews Waktunya Sudah Dekat, Hampir Semua Agenda Kampanye Prabowo-Sandi Belum Dapat Izin dari Aparat
GoNews Wanita Cantik Ini Lakukan Pemerasan dengan Modus Ajak Pria Tidur di Kamar Kos
GoNews Petani Bawang yang Pernah Mengeluh Sambil Menangis di Hadapan Sandiaga Uno Ditahan Polisi
GoNews Kasus Proyek Meikarta, Demiz Pernah Lapor ke Jokowi Ada Menteri Main Bola Panas, Sebut Nama Luhut, Mendagri dan Sofyan
GoNews Survei Kompas; Prabowo-Sandi Kuasai DKI, Jabar, Banten dan Sumatera
GoNews Ditembak Kelompok Bersenjata, 1 Anggota Brimob Tewas dan 2 Terluka
GoNews Video Polisi Ajak Warga Teriak Jokowi Yes Yes Yes Viral, Polri Akan Cek Akun Penyebar
GoNews Panglima TNI Mutasi dan Promosikan 72 Pati AD, AL dan AU, Ini Daftar Lengkapnya
GoNews Tanah Wakaf yang di Atasnya Berdiri Masjid Dicaplok Warga Asing, Ribuan Jamaah Demo ke Kantor BPN
GoNews Gempa Guncang Pariaman Dinihari Tadi, Berpusat di Darat pada Kedalaman 10 Kilometer
GoNews KPK Temukan Rp180 Juta dan USD 30 Ribu dari Ruang Kerjanya, Menag: Mohon Maaf Saya Belum Bisa Klarifikasi
GoNews KPK Duga Romy dan Pejabat Kemenag Sekongkol, Sejumlah Barang Bukti Ditemukan di Ruang Kerja Menag
GoNews Dukung Prabowo-Sandi, Erwin Aksa Dipecat Golkar
GoNews Dukung Prabowo-Sandi, Keponakan JK Minta Maaf ke Partai Golkar
wwwwww