Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ruslan Buton Ditangkap, Kolonel Sugeng Waras: Anda tidak Sendirian, Banyak Orang di Belakangmu
Hukum
22 jam yang lalu
Ruslan Buton Ditangkap, Kolonel Sugeng Waras: Anda tidak Sendirian, Banyak Orang di Belakangmu
2
Dijerat Pasal Berlapis, Ruslan Buton Terancam Penjara Hingga 8 Tahun
Hukum
22 jam yang lalu
Dijerat Pasal Berlapis, Ruslan Buton Terancam Penjara Hingga 8 Tahun
3
DPR Mulai Uji Coba Teknis Pemggunaan 'Smartcard'
DPR RI
22 jam yang lalu
DPR Mulai Uji Coba Teknis Pemggunaan Smartcard
4
Masuk Jakarta tanpa SIKM harus Tes Swab Biaya Sendiri Sekitar Rp1,2 juta
Pemerintahan
23 jam yang lalu
Masuk Jakarta tanpa SIKM harus Tes Swab Biaya Sendiri Sekitar Rp1,2 juta
5
Viral, Tak Mampu Beli Susu, Seorang Ayah Serahkan 2 Anaknya ke Petugas PSBB
Peristiwa
22 jam yang lalu
Viral, Tak Mampu Beli Susu, Seorang Ayah Serahkan 2 Anaknya ke Petugas PSBB
6
Status Darurat Covid-19 Diperpanjang di Tengah Gaung 'New Normal'
GoNews Group
23 jam yang lalu
Status Darurat Covid-19 Diperpanjang di Tengah Gaung New Normal

Suster Lucy Agnes, Putri Bos Jarum yang Pilih Jadi Biarawati dan Hanya Miliki 2 Stel Pakaian

Suster Lucy Agnes, Putri Bos Jarum yang Pilih Jadi Biarawati dan Hanya Miliki 2 Stel Pakaian
Suster Lucy Agnes diapit kedua orangtuanya. (grid.id)
Minggu, 20 Januari 2019 14:25 WIB
JAKARTA - Tidak ada yang istimewa dari penampilan Suster Lucy Agnes. Namun, orang akan kaget bila mengetahui latar belakang keluarganya.

Kenapa? Karena ternyata, biarawati berparas cantik ini merupakan cucu dari bos perusahaan rokok terkemuka di Idonesia, Djarum.

Dikutip dari grid.id yang melansir Alumnimaterdei.com, Suster Lucy Agnes adalah anak tunggal dari Paul dan Cecilia Darmoko yang merupakan pemilik restoran Ayam Bulungan.

Cecilia adalah saudara sepupu dari pemilik Djarum, Robert Budi Hartono.

Suster Lucy Agnes terlahir dengan nama Maria Donna Dewiyanti Darmoko. Meskipun berasal dari keluarga orang paling tajir di Indonesia, Lucy Agnes ternyata memilih hidup sederhana dan melayani umat.

Yang paling membuat kagum adalah Lucy merupakan pengikut Bunda Teresa, yang dikenal hanya memiliki dua stel pakaian.

Menurut rekan-rekannya, Suster Lucy yang kuliah S2 di Amerika Serikat ini sangat setia menjalankan kaul kemiskinan dan menikmati kehidupannya.

Di Kalkuta, India, di mana ia pernah menjadi sekretaris pimpinan kongregasi Missionaris Claris, konon Lucy paling setia jika harus mendampingi orang-orang yang sekarat.

Ia juga tanpa ragu dengan sabar dan kasih mau mencabuti belatung-belatung dari luka-luka membusuk di tubuh dan kepala pasien.

Suster Lucy mengaku mengalami pencerahan saat ia dan keluarganya berlibur ke Hong kong.

''Awalnya saya sangat terganggu saat melihat begitu banyak tunawisma di jalanan Hong Kong, yang meringkuk, sakit dan kotor. Insting emosional pertama saya adalah melarikan diri saat melihat mereka dan saya hampir muntah,'' ujarnya.

''Saat saya meninggalkan orang-orang ini, sesuatu membuat saya melambat, seolah-olah ada yang menyuruh saya kembali kepada mereka untuk melakukan sesuatu yang baik untuk orang-orang yang tidak beruntung itu.''

Maria Donna memutuskan untuk masuk Kongregasi Misionaris Cinta Kasih dengan nama Suster Lucy Agnes. Orangtuanya sangat menentang pilihan ini.

Sekarang dia bertugas di Timor Timur, salah satu negara paling miskin di Asia.

Sebagai anak yang berasal dari keluarga kaya, Maria Donna sempat merasakan sekolah di luar negeri. SMA dan kuliah di Pert Australia, kemudian menyelesaikan jenjang master/magister (S2) di salah satu kampus di Chicago, Amerika Serikat.

Sifat sederhana Suster Lucy sudah terlihat sejak remaja. ''Saat masih SMA, kalau dibeli orangtuanya tas-tas mahal, dia enggak mau pake,'' kata kerabatnya.***

Editor:hasan b
Sumber:grid.id
Kategori:Ragam

wwwwww