Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jika Labil, Kebijakan Penanggulangan Covid-19 bisa 'Ambyarrr'
DPR RI
17 jam yang lalu
Jika Labil, Kebijakan Penanggulangan Covid-19 bisa Ambyarrr
2
Seiring 'New Normal', Portal Akses 'Pemicu Konflik' Baiknya Dibuka
Lingkungan
9 jam yang lalu
Seiring New Normal, Portal Akses Pemicu Konflik Baiknya Dibuka
3
Kritik Mahfud MD, Saleh Daulay: Tak Bijak Bandingkan Kematian Covid-19 dengan Kecelakaan
Politik
16 jam yang lalu
Kritik Mahfud MD, Saleh Daulay: Tak Bijak Bandingkan Kematian Covid-19 dengan Kecelakaan
4
Dunia sedang Hadapi Covid-19, China dan India Diharap Berkepala Dingin di 'Pangong Lake'
Internasional
17 jam yang lalu
Dunia sedang Hadapi Covid-19, China dan India Diharap Berkepala Dingin di Pangong Lake
5
AS Mencabut Status Khusus Hong Kong, Ini Bisa Berdampak pada Perdagangannya
Internasional
19 jam yang lalu
AS Mencabut Status Khusus Hong Kong, Ini Bisa Berdampak pada Perdagangannya
6
DPR RI: 'New Normal' adalah Adaptasi dan Inovasi dalam Pakem Protokol Kesehatan
DPR RI
18 jam yang lalu
DPR RI: New Normal adalah Adaptasi dan Inovasi dalam Pakem Protokol Kesehatan

Hampir Melahirkan, Yasinta Harus Seberangi Sungai Sedalam 1,5 Meter dan Berjalan Kaki 20 KM Menuju Puskesmas, Ini Penampakannya

Hampir Melahirkan, Yasinta Harus Seberangi Sungai Sedalam 1,5 Meter dan Berjalan Kaki 20 KM Menuju Puskesmas, Ini Penampakannya
Yasinta yang tengah hamil 9 bulan dibantu petugas kesehatan dan warga menyeberangi sungai menuju Puskesmas untuk melahirkan, Senin (11/2/2019). (grid.id)
Rabu, 13 Februari 2019 19:06 WIB
NAGEKEO FLORES - Seorang wanita yang tengah hamil sembilan bulan terpaksa menyeberangi sungai yang kedalaman airnya mencapai leher orang dewasa atau sekitar 1,5 meter, menuju Puskesmas untuk melahirkan, Senin (11/2/2019).

Dikutip dari grid.id, wanita berama Yasinta Wea itu berasal dari Desa Alorawae, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sungai yang diseberanginya adalah Sugai Lowo Sesa.

Jarak Puskesmas dari desa tempat tinggal Yasinta sekitar 20 kilometer. Dia harus berjalan kaki ke Puskesmas tersebut dan harus menyeberangi sungai.

Saat menyeberang, kedua lengan Yasinta dipegangi petugas kesehatan dan seorang warga. Lebar sungai yang diseberangi tersebut sekitar 100 meter.

Jika tak hati-hati, mereka bisa hanyut dan terseret derasnya arus sungai.

Tidak ada jembatan, sehingga warga desa harus menyeberangi sungai untuk sampai ke Puskesmas Boawae.

Hampir tiap tahun, air sungai Lowo Sesa meluap, saat curah hujan tinggi. Warga yang ingin berobat kadang harus menunggu beberapa waktu hingga air sungai surut agar tak membahayakan nyawanya.

Namun karena persalinan sifatnya mendesak, petugas kesehatan dan warga harus menyeberangkan Yasinta.

''Petugas dan masyarakat Desa Alorawe mengantar ibu hamil ke Puskesmas untuk melahirkan, itu terjadi Senin (11/2/2019) sekitar pukul 11.00 WITA. Mereka terpaksa harus melawan arus deras sungai Lowo Sesa,'' ujar Kepala UPTD Puskesmas Boawae, Wilfrida Daeni, S.KM, dilansir dari POS KUPANG.COM, Rabu (13/2/2019).

Daeni mengatakan bahwa usia kehamilan ibu asal Alorawae itu sudah sembilan bulan sehingga dalam waktu dekat akan melahirkan.

''Ibu itu usia kehamilannya 9 bulan. Namanya Yasinta Wea. Ibu hamil mau melahirkan di Puskesmas Boawae. Petugas kesehatan minta masyarakat bantu untuk menyeberang lewat Sungai Lowo Sesa,'' ujarnya.***

Editor:hasan b
Sumber:grid.id
Kategori:Ragam

wwwwww