Anggota Polsek Batu Ampar Tembak Kepala Sendiri Gunakan Pistol Temannya

Anggota Polsek Batu Ampar Tembak Kepala Sendiri Gunakan Pistol Temannya
Bripka Kristian (baju putih). (tribunwow.com)
Kamis, 14 Februari 2019 20:08 WIB
BATAM - Aggota Polsek Batu Ampar, Polresta Barelang, Batam, Kepulaua Riau, Bripka Kristian Poltak Bosta Sitorus mengakhiri hidupnya dengan menembak kepalanya sendiri menggunakan pistol milik temannya. Peristiwa tersebut terjadi di Mapolsek Batu Ampar, Rabu (13/2/2019).

Dikutip dari TribunWow.com yang melansir TribunBatam.id, Kamis (14/2/2019), Kabid Humas Polda Kepulauan Riau Kombes Pol S. Erlangga, mengatakan, Kristian yang akrab dipanggil Poltak itu menembak kepalanya menggunakan pistol milik Brigadir Asep Sufriana.

''Yang bersangkutan menembak dirinya dengan senjata api milik rekannya. Tentunya, kita tak ingin peristiwa ini terulang kembali,'' ujar Erlangga yang didampingi Irwasda Polda Kepri Kombes Pol Purwolelono.

Menurut informasi yang diperoleh Tribunbatam, diduga Kristian menggunakan senjata api jenis Revolver untuk menembak kepalanya pada Rabu, sekitar jam 13.10 WIB.

Ia awalnya sedang berada di ruang Unit Reskrim Polsek Batu Ampar bersama dengan rekannya Brigadir Asep Sufriatna.

Tiba-tiba Kristian meminjam Revolver milik Asep dengan alasan ingin mengurus pengajuan senjata api dinas.

Tapa merasa curiga, Asep meminjamkan senjatanya yang saat itu berisi peluru,

Tak berselang lama, Kristian langsung mengarahkan pistol itu ke kepalanya dan meletuskannya.

Brigadir Asep kaget dan langsung berteriak memanggil anggota Polsek Batu Ampar lainnya.

Untuk mengetahui motifnya, kata Erlangga, kepolisian masih melakukan penyelidikan. ''Kita belum bisa pastikan apa penyebabnya, kita masih dalami,'' sebut Erlangga.

Erlangga juga menjelaskan bahwa Kristian tidak memiliki izin memegang senjata api. Menurutnya, pengawasan Polda terhadap senjata api sangat ketat.

''Kita sampaikan, bahwa bersangkutan tidak memegang senjata api, itu milik rekannya. Dan selama ini bila mendapatkan izin memegang senjata api itu melalui tahap yang ketat,'' tegasnya.

Erlangga menjelaskan, ada tahapan yang dilakukan anggota polisi untuk memiliki izin memegang senjata, satu di antaranya adalah tahapan psikologi.

''Jadi saya tegaskan, izin yang diberikan untuk memegang senjata api itu sendiri (dilakukan) secara selektif. Tidak bisa kita sembarangan pinjamkan senjata api milik kita sama orang lain,'' jelasnya.

Atas dasar itu, Asep sebagai pemilik pistol yang digunakan Kristian untuk bunuh diri pun kini harus memberikan keterangan. ''Sedang kita mintai keterangannya,'' ujar Erlangga.

Miliki Deretan Prestasi

Meninggalnya Kristian karena bunuh diri sangat mengagetkan tema-temannya. Sebab, Kristian dikenal sebagai pribadi yang baik dan tidak banyak tingkah.

Bahkan saat berdinas di Satresnarkoba Polresta Barelang, Kristian termasuk anggota yang miliki prestasi.

Ia pernah diberikan penghargaan oleh Polda Kepri beberapa waktu lalu.

Kristian juga menjadi personel dari Tim Satnarkoba Polresta Barelang yang mengungkap kasus penyelundupan sabu Internasional.

Pada tahun 2016, ia ikut dalam Control Delivery pengungkapan sabu sebanyak 25 kilogram di balik lukisan Bunda Maria.

Dalam penangkapan tersebut, dua bandar sabu diamankan di Jakarta. Satu di antaranya merupakan warga negara asing.

Ia juga berpartisipasi mengungkap peredaran narkoba sebanyak 3 kg yang diselundupkan dari Malaysia. Ketika itu, pelakunya ditangkap diperairan Jembatan 1 Barelang.

Dari informasi yang diperoleh Tribun Batam, Kristian sebelumnya bertugas di Mapolresta Barelang. Kemudian pada Oktober 2018 lalu, ia menjabat sebagai penyidik di Mapolsek Batu Ampar.

Rekannya mengenal Kristian ahli dalam bidang reserse. ''Karena sejak pangkat Briptu, sampai dengan Bripka ini, dia (Bripka Kristian) selalu di bidang reserse,k' kata seorang sumber yang meminta namanya tidak disebutkan.

Kristian yang menikah pada sekitar September 2014 silam telah dikaruniai seorang putri.

''Seingat saya, beliau sudah dikarunai seorang putri,'' katanya.***

Editor:hasan b
Sumber:tribunwow.com
Kategori:SerbaSerbi

GoNews Mahfud Ungkap Tarif Suap Rektor UIN Rp5 Miliar, KPK Diminta Selidiki
GoNews Ditentukan Menag, Busyro Sebut Ada Potensi Suap dalam Pemilihan Rektor UIN
GoNews Orang Misterius Obrak-abrik Isi Masjid di Banyumas, 50 Kitab Kuning dan Alquran Dibuang ke Sumur
GoNews Survei Kompas; Kader Partai Pengusung Jokowi Banyak Membelot, Golkar 41,7%, Hanura 38,9% dan PKB 30,1%
GoNews Waktunya Sudah Dekat, Hampir Semua Agenda Kampanye Prabowo-Sandi Belum Dapat Izin dari Aparat
GoNews Wanita Cantik Ini Lakukan Pemerasan dengan Modus Ajak Pria Tidur di Kamar Kos
GoNews Petani Bawang yang Pernah Mengeluh Sambil Menangis di Hadapan Sandiaga Uno Ditahan Polisi
GoNews Kasus Proyek Meikarta, Demiz Pernah Lapor ke Jokowi Ada Menteri Main Bola Panas, Sebut Nama Luhut, Mendagri dan Sofyan
GoNews Survei Kompas; Prabowo-Sandi Kuasai DKI, Jabar, Banten dan Sumatera
GoNews Ditembak Kelompok Bersenjata, 1 Anggota Brimob Tewas dan 2 Terluka
GoNews Video Polisi Ajak Warga Teriak Jokowi Yes Yes Yes Viral, Polri Akan Cek Akun Penyebar
GoNews Panglima TNI Mutasi dan Promosikan 72 Pati AD, AL dan AU, Ini Daftar Lengkapnya
GoNews Tanah Wakaf yang di Atasnya Berdiri Masjid Dicaplok Warga Asing, Ribuan Jamaah Demo ke Kantor BPN
GoNews Gempa Guncang Pariaman Dinihari Tadi, Berpusat di Darat pada Kedalaman 10 Kilometer
GoNews KPK Temukan Rp180 Juta dan USD 30 Ribu dari Ruang Kerjanya, Menag: Mohon Maaf Saya Belum Bisa Klarifikasi
GoNews KPK Duga Romy dan Pejabat Kemenag Sekongkol, Sejumlah Barang Bukti Ditemukan di Ruang Kerja Menag
GoNews Dukung Prabowo-Sandi, Erwin Aksa Dipecat Golkar
GoNews Dukung Prabowo-Sandi, Keponakan JK Minta Maaf ke Partai Golkar
wwwwww