Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Andi Paris Minta Proyek Vaksin masuk Proyek Strategis Nasional
DPR RI
12 jam yang lalu
Andi Paris Minta Proyek Vaksin masuk Proyek Strategis Nasional
2
Reydonnyzar Moenek masih Menjabat Sekjen DPD RI, Yorrys sebut Implikasi Pidana
Politik
16 jam yang lalu
Reydonnyzar Moenek masih Menjabat Sekjen DPD RI, Yorrys sebut Implikasi Pidana
3
Bawa Sabu 5 Kg dan Ribuan Ekstasi, Anggota DPRD dari Golkar Ditangkap BNN, Ternyata Residivis
Peristiwa
20 jam yang lalu
Bawa Sabu 5 Kg dan Ribuan Ekstasi, Anggota DPRD dari Golkar Ditangkap BNN, Ternyata Residivis
4
Sejarah Panjang dan Keberlanjutan Revolusi Mental
DPR RI
15 jam yang lalu
Sejarah Panjang dan Keberlanjutan Revolusi Mental
5
Puluhan Jabatan Fungsional Kemendagri Dilantik
Pemerintahan
14 jam yang lalu
Puluhan Jabatan Fungsional Kemendagri Dilantik
6
Saat Suami Shalat Subuh ke Masjid, Istri Masukkan Anggota Satpol PP ke Rumah, Begini Akibatnya
Peristiwa
16 jam yang lalu
Saat Suami Shalat Subuh ke Masjid, Istri Masukkan Anggota Satpol PP ke Rumah, Begini Akibatnya

Hakim Bebaskan Siti Aisyah dari Dakwaan Membunuh Kim Jong Nam

Hakim Bebaskan Siti Aisyah dari Dakwaan Membunuh Kim Jong Nam
Siti Aisyah tampak tersenyum saat meninggalkan Pengadilan Tinggi Shah Alam, di luar Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (11/3). (tribunnews)
Senin, 11 Maret 2019 12:19 WIB
KUALA LUMPUR - Hakim Pengadilan Tinggi Shah Alam, di luar Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (11/3/2019), membebaskan Siti Aisyah dari dakwaan pembunuhan terhadap kakak tiri pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un, Kim Jong Nam. Siti Aisyah merupakan warga negara Indonesia yang berasal dari Jawa Barat.

Dikutip dari merdeka.com yang melansir BBC, Senin (11/3), Siti Aisyah bersama warga negara Vietnam, Doan Thi Huong didakwa mengoleksi zat saraf VX beracun di wajah Kim Jong Nam di bandara Kuala Lumpur pada 2017 lalu.

Keduanya membantah terlibat dalam pembunuhan. Mereka berpikir apa yang dilakukannya adalah bagian dari lelucon (prank) dalam sebuah program televisi.

Jika terbukti bersalah, Aisyah terancam hukuman mati. Jaksa dalam kasus ini meminta agar tuduhan pembunuhan dibatalkan, tanpa memberikan alasan. Hakim menyetujui permintaan jaksa, dengan menyatakan, ''Siti Aisyah dibebaskan''.

Sementara itu, Doan Thi Huong dijadwalkan akan membacakan pernyataannya di pengadilan pada hari Senin. Ini merupakan pertama kalinya kedua terdakwa ini memberikan kesaksian.

Kasus pembunuhan ini bermula saat Kim Jong Nam menunggu pesawat yang akan membawanya dari Kuala Lumpur ke Makau pada 13 Februari 2017. Saat itu dua perempuan mendekatinya di terminal keberangkatan.

Rekaman CCTc menunjukkan salah satu dari mereka mengusap wajah Kim Jong Nam kemudian keduanya meninggalkan tempat kejadian.

Kim Jong Nam meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit. Kemudian ditemukan dirinya terpapar zat saraf VX, salah satu zat kimia paling beracun.

Korea Utara membantah terlibat dalam pembunuhan itu, tetapi empat pria - diyakini warga Korea Utara yang melarikan diri dari Malaysia pada hari terjadinya pembunuhan - juga dituntut dalam kasus ini.

Kim Jong Nam pernah dinilai sebagai pemimpin masa depan negara yang terisolasi itu, tetapi ketika ayahnya Kim Jong Il meninggal, Kim Jong Un yang berkuasa menggantikan ayahnya.

Kim Jong Nam menjadi terasing dari keluarganya dan menghabiskan sebagian besar waktunya di luar negeri di Makau, China daratan dan Singapura.

Kim Jong Nam di masa lalu menentang kontrol dinasti keluarganya atas Korea Utara dan dalam kutipan sebuah buku tahun 2012, Kim Jong Nam mengungkapkan bahwa saudara tirinya tidak memiliki kualitas kepemimpinan.***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:Ragam

wwwwww