Sahabat Khawatir Hairul Anas Suaidi Diciduk karena Bongkar Kecurangan Situng KPU Gunakan Robot

Sahabat Khawatir Hairul Anas Suaidi Diciduk karena Bongkar Kecurangan Situng KPU Gunakan Robot
Hairul Anas Suaidi, pencipta robot pemantau sistem IT KPU RI. (suara.com)
Jum'at, 17 Mei 2019 13:54 WIB
PAMEKASAN - Para sahabat mengkhawatirkan keselamatan Hairul Anas Suaidi, setelah pria tersebut membongkar dugaan kecurangan Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) KPU RI pada Pemilu 2019 menggunakan Robot Pemantau Sistem IT KPU yang diciptakannya.

Dikutip dari tribunnews.com, Hairul Anas Suaidi merupakan alumni ITB pencipta robot pemantau Situng KPU RI. Kerja robot tersebut dipaparkan Anas, Selasa, (14/5/2019) di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, ketika Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menggelar Pemaparan Kecurangan Pemilu 2019. 

Sahabatnya khawatir Hairul Anas Suaidi akan dicelakakan atau diciduk oleh pihak-pihak tertentu. Apalagi informasi dan video Hairul Anas Suaidi yang mencitpakan robot pemantau Situng KPU viral di media sosial.

Rasa kekhawatiran tersebut diantaranya diungkapkan Imami Soesiawati, sahabat sekaligus teman sekelas Hairul Anas Suaidi sejak sekolah SMP hingga SMA di Pamekasan Madura.

Saat ini, Imami Soesiawati menjadi guru di SMAN 1 Pamekasan Madura, tempat dulu Hairul Anas Suaidi sekolah dan menimba ilmu.

''Saya sebagai teman dan juga sahabat Anas merasa takut sendiri dan was-was kepada Anas, takut diciduk. Harus ekstra dikawal kayaknya. Sebagai teman dan sahabat Anas saya merasa takut dan khawatir,'' tegas Imami Soesiawati, kepada TribunMadura.com saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (17/5/2019).

Menurut Imami Sosiawati, dia mengkhawatirkan keselamatan Hairul Anas Suaidi karena Anas bisa saja menjadi kunci penentu untuk membongkar dugaan kecurangan Pemilu 2019, sebelum pengumuman rekapitulasi suara Pemilu 2019 tingkat nasional diumumkan oleh KPU RI pada 22 Mei 2019 nanti.

''Ya saya takut aja Anas nanti kenapa-kenapa. Hati-hati saja kepada Anas supaya jaga diri. Tapi saya yakin dia orang yang pemberani,'' kata Imami, sapaan akrabnya.

Imami mengaku, Hairul Anas Suaidi, memang terkenal anak yang cerdas sejak ia masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Anas merupakan siswa lulusan di SMP Negeri 2 Pamekasan Madura. SMP tersebut merupakan sekolah favorit di kabupaten berslogan Bumi Gerbang Salam yang notabenenya banyak meluluskan siswa cerdas.

''Anas itu lulus SMA tahun 1995. Dulu jurusan IPA Fisika A1-2. Dia memang paling pintar di kelas,'' beber Imami Sosiawati.

''Kalau saya belajar dulu bersama teman-teman selalu kerumah Anas. Kalau ada tugas Fisika itu, kami pasti kerumah Anas,'' imbuhnya.

Tak hanya itu, menurut pengakuan Imami, dua kakak kandung Hairul Anas Suaidi juga orang hebat.

''Setahu saya, kakaknya Anas itu kerja di perusahaan pesawat milik BJ Habiebie. Jadi dia tiga bersaudara dan kakaknya yang dua itu laki-laki semua. Anas ini anak bungsu,'' ucapnya.

Bahkan, kata Imami Sosiawati, dulu kalau Hairul Anas Suaidi dikirimi uang oleh kakaknya yang kerja di perusahaan pesawat milik BJ Habiebie, Anas suka mentraktir teman-temannya.

''Pengalaman kami ya sebagai teman yang tidak bisa dilupakan itu saat belajar kelompok dan sering ditraktir makan nasi campur di Jalan Bazar oleh Anas. Karena dulu saat sekolah dia banyak uangnya. Maklum karena kakaknya kerja di perusahan pesawat milik BJ Habibie,'' kisah Imami menceritakan kenangannya bersama Hairul Anas Suaidi semasa sekolah, sembari tertawa.

Imami menyebut bahwa Anas memang benar keponakan dari Prof Mahfud MD, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK).

''Iya benar, Anas itu ponakan Pak Mahfud MD. Saya dari SMP itu sudah sekelas sama Anas di SMPN 2 Pamekasan. Sekelas sama dia waktu kelas satu SMP. Saat di SMA, 2 tahun saya sekelas sama Anas. Jadi sudah tahu karakter beliau. Sejak SMP dia sudah cerdas dan sering juara kelas. Wong keluarganya Mahfud MD kan memang cerdas-cerdas semua,'' ungkap Imami.

Saat SMA, kata Imami, di bidang Fisikanya, Anas sangat bagus. Bahkan semua mata pelajaran (mapel), Anas menguasai.

''Saya sebagai teman sangat bangga sekali bisa melihat Anas bisa menciptakan robot pemantau Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) KPU RI, bahkan kabarnya dari menit per menit bisa dipantau ya,'' imbuh Imami.

''Saya tahunya dari teman-teman di grup WhatsApp SMA heboh. Di grup kelas SMA itu ramai saat ada salah satu teman mengirim video Anas saat presentasi robotnya itu. Kita gak nyangka kalau itu Anas,'' ujar Imami menambahi.

Imami mengaku sejak SMA, Anas aktif di kegiatan remaja masjid atau yang lebih dikenal Pelajar Islam Indonesia (PII).

''Anas dulu kalau sudah bel istirahat sukanya diem di dalam kelas baca buku. Dari lulus SMA beliau langsung diterima di ITB,'' ungkap Imami.***

Editor:hasan b
Sumber:tribunnews.com
Kategori:SerbaSerbi

wwwwww