Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Aksi Solidaritas Kematian George Floyd Berujung Ricuh Hampir ke Seluruh Amerika
Internasional
20 jam yang lalu
Aksi Solidaritas Kematian George Floyd Berujung Ricuh Hampir ke Seluruh Amerika
2
Kematian George Floyd Berujung Rusuh, KJRI Chicago Pastikan WNI Aman
Peristiwa
20 jam yang lalu
Kematian George Floyd Berujung Rusuh, KJRI Chicago Pastikan WNI Aman
3
Umumkan Amerika Keluar dari Keanggotaan, Donald Trump Sebut WHO 'Boneka' China
Internasional
10 jam yang lalu
Umumkan Amerika Keluar dari Keanggotaan, Donald Trump Sebut WHO Boneka China
4
Aksi Ricuh Demonstrasi Merebak di 30 Kota di Amerika
Internasional
11 jam yang lalu
Aksi Ricuh Demonstrasi Merebak di 30 Kota di Amerika
5
Minta Polri Tidak Terlalu Parno, IPW: Segera Bebaskan Ruslan Buton
Peristiwa
10 jam yang lalu
Minta Polri Tidak Terlalu Parno, IPW: Segera Bebaskan Ruslan Buton
6
Lawan Covid -19, Aziz Syamsudin Ajak Warga Budayakan Gotong Royong
Politik
11 jam yang lalu
Lawan Covid -19, Aziz Syamsudin Ajak Warga Budayakan Gotong Royong

Produksi Naik, Harga Sawit Tertekan Hingga Beberapa Bulan ke Depan

Produksi Naik, Harga Sawit Tertekan Hingga Beberapa Bulan ke Depan
Tandan buah segar sawit. (bisnis.com)
Jum'at, 28 Juni 2019 16:27 WIB
JAKARTA - Di tengah kekhawatiran kurangnya permintaan ekspor, minyak kelapa sawit berjangka memperpanjang penurunan harga ke level terendah sejak 2015.

Dikutip dari bisnis.com, pelemahan juga dipicu oleh penurunan harga minyak bumi, sehingga mengurangi daya tarik komoditas tropis itu dalam biofuel.

Berdasarkan data Bloomberg, hingga pukul 13.41 WIB, harga minyak kelapa sawit di Bursa Derivatif Malaysia turun 0,10% atau 2,00 poin ke posisi 1.961 ringgit per ton.

Harga crude palm oil ini sebelumnya dibuka stabil pada level 1.963 ringgit per ton. Level itu  merupakan terendah sejak Agustus 2015.

Adapun harga minyak mentah West Texas Intermediate masih melemah 0,45% atau 0,27 poin ke level US$59,16 per barel, sedangkan harga minyak mentah Brent melemah 0,42% atau 0,28 poin ke level US$66,27 per barel.

Sementara itu, perhatian pasar terfokus pada pertemuan antara Presiden Donald Trump dan Xi Jinping di sela-sela KTT G20 di Jepang, Sabtu (28/6/2019).

Pelaku pasar masih bimbang dengan pertemuan itu, apakah dapat menyelesaikan konflik dagang kedua negara.  

Kabar buruk lainnya, adalah kenyataan kelapa sawit akan memulai siklus produksi tinggi musiman, dan yang selanjutnya dapat menambah pasokan global.

Marcello Cultrera, manajer penjualan institusional di Phillip Futures Sdn di Kuala Lumpur mengatakan, bahwa dengan produksi sawit Indonesia terlihat naik sekitar 3 juta metrik ton pada tahun ini hingga September, harga berada di bawah tekanan.

''Prospek minyak sawit bearish. Harga minyak sawit berjangka Malaysia akan bertahan antara 1.850 ringgit hingga 2.150 ringgit hingga Oktober, dan setelah itu akan diperdagangkan lebih tinggi hingga 2.300 ringgit paling banyak.''***

Editor:hsan b
Sumber:bisnis.com
Kategori:Ragam

wwwwww