Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Umumkan Amerika Keluar dari Keanggotaan, Donald Trump Sebut WHO 'Boneka' China
Internasional
16 jam yang lalu
Umumkan Amerika Keluar dari Keanggotaan, Donald Trump Sebut WHO Boneka China
2
Aksi Ricuh Demonstrasi Merebak di 30 Kota di Amerika
Internasional
16 jam yang lalu
Aksi Ricuh Demonstrasi Merebak di 30 Kota di Amerika
3
Minta Polri Tidak Terlalu Parno, IPW: Segera Bebaskan Ruslan Buton
Peristiwa
16 jam yang lalu
Minta Polri Tidak Terlalu Parno, IPW: Segera Bebaskan Ruslan Buton
4
Lawan Covid -19, Aziz Syamsudin Ajak Warga Budayakan Gotong Royong
Politik
17 jam yang lalu
Lawan Covid -19, Aziz Syamsudin Ajak Warga Budayakan Gotong Royong
5
Sekolah Kembali Dibuka, F-PKS: Jangan Terburu-buru
Politik
17 jam yang lalu
Sekolah Kembali Dibuka, F-PKS: Jangan Terburu-buru
6
HNW Desak Polisi Usut Aksi Teror ke Wartawan, Narasumber dan Panitia Diskusi UGM
Politik
17 jam yang lalu
HNW Desak Polisi Usut Aksi Teror ke Wartawan, Narasumber dan Panitia Diskusi UGM

Siswi SD Ditemukan Tak Bernyawa dalam Bak Mandi Tetangganya

Siswi SD Ditemukan Tak Bernyawa dalam Bak Mandi Tetangganya
Fira (7), siswi SD yang ditemukan tak bernyawa dalam bak mandi tetangganya. (kumparan.com)
Rabu, 03 Juli 2019 11:13 WIB
BOGOR - Siswi SD bernama Fira (7) ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di kamar mandi rumah kontrakan tetangganya, Selasa (2/7).

Dikutip dari kumparan.com, keluarganya kehilangan korban sejak Sabtu (29/6) lalu. Keluarga Fitria kemudian melapor ke Polsek Megamendung.

Kabag Humas Polres Kabupaten Bogor AKP Ita mengatakan bahwa korban ditemukan oleh kakeknya yang mencurigai bau tidak sedap dari rumah kontrakan milik terduga pelaku berinisial H, Selasa (2/7).

Setelah didobrak paksa bersama polisi, ternyata bau busuk berasal dari mayat korban.

''Setelah terbuka, terlihat sesuatu yang terbungkus kain di dalam bak mandi dan setelah dibuka terdapat korban,'' kata Ita lewat keterangan tertulisnya, Rabu (3/7).

Dari hasil pemeriksaan Polisi, kondisi korban mengalami luka penganiayaan dengan benda tumpul. Pelaku berinisial H tidak berada di rumah kontrakan dan polisi pun tengah mengejar pelaku.

''Diduga tindak pidana kekerasan terhadap anak dibawah umur dan atau pembunuhan berencana terhadap korban yang masih di bawah umur,'' ujar Ita.

Hingga saat ini polisi masih mendalami motif pelaku membunuh korban. Pelaku diketahui sehari-hari bekerja sebagai tukang bubur yang mengontrak dekat rumah keluarga korban.***

Editor:hasan b
Sumber:kumparan.com
Kategori:Ragam

wwwwww