Mudahkan Mualaf Belajar Islam, 3 Mahasiswa IPB University Ciptakan Aplikasi Hijrah-ID

Mudahkan Mualaf Belajar Islam, 3 Mahasiswa IPB University Ciptakan Aplikasi Hijrah-ID
Mahasiswa IPB University menciptakan aplikasi Hijrah-ID. (republika.co.id)
Rabu, 24 Juli 2019 07:29 WIB
JAKARTA - Tiga mahasiswa Departemen Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), IPB University, membuat aplikasi untuk memudahkan mualaf belajar Islam.

Ketiga mahasiswa itu adalah Fakhoor Izaaz Wildhanrahman, Chamdan Laylan Abdul Baaqiy dan Wardiman Perdian, Aplikasi yang mereka buat tersebut dinamakannya Hijrah-ID.

Dikutip dari republika.co.id, Hijrah-ID merupakan aplikasi berbasis android yang dapat diunduh secara gratis melalui Google Playstore. Aplikasi ini dibuat dalam Program Kreativitas Mahasiswa Karsa-Cipta (PKM-KC).

Dalam membuat aplikasi ini, Fakhoor Izaaz Wildhanrahman, Chamdan Laylan Abdul Baaqiy dan Wardiman Perdian dibimbing Firman Ardiansyah, SKom, MSi.

Ketua tim PKM, Fakhoor Izaaz Wildhanrahman mengatakan, Hijrah-ID ditujukan bagi mualaf untuk membantu mempelajari dan memahami agama Islam. ''Para mualaf dapat menggunakan fitur yang terdapat dalam aplikasi Hijrah-ID yaitu artikel Islam, konsultasi, info kajian mualaf, dan fitur goals yang berisi materi pembelajaran mualaf,'' kata Fakhoor dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Selasa (23/7).

Ia mengemukakan, pembuatan Hijrah-ID dilatarbelakangi adanya kenaikan jumlah mualaf di Indonesia sebesar 14,6 persen pada tahun 2017. Sebagai upaya menyambut jumlah mualaf yang terus naik tiap tahun diperlukan proses pembelajaran dan pembinaan yang efektif, agar tujuan dari agama dapat dipenuhi secara utuh. 

''Selain itu, mualaf masih menghadapi tantangan dan hambatan antara lain masih adanya mualaf yang memiliki karakteristik khusus, yaitu kesulitan dalam penyesuaian diri, maupun kesulitan dalam bersosialisasi di tengah masyarakat Muslim,'' ujarnya. 

Ia menambahkan, selain permasalahan yang dihadapi para mualaf, tantangan dan hambatan juga dialami dalam proses pembinaan mualaf, seperti kurangnya sumber daya pembina, kurangnya lembaga yang menaungi mualaf, sampai materi yang kurang terstruktur. 

Fakhoor menyebutkan, problem terbesar dalam kasus mualaf di Indonesia adalah pembinaan. Seperti dilansir laman NU online menyatakan bahwa pembinaan terhadap mualaf belum terstruktur dengan baik. Tidak ada pembinaan secara jelas tentang materi apa yang harus diberikan kepada mualaf. 

Ia mengemukakan, pembinaan mualaf yang optimal merupakan suatu hal yang tidak mudah, dikarenakan jumlah mualaf yang meningkat setiap bulan dan tahunnya. Oleh karena itu diperlukan strategi dan metode yang baik melalui komunikasi yang efektif, karena terbatasnya waktu dan sumber daya dari pembina.

''Aplikasi yang betul-betul menangani mualaf dalam segi pembelajaran saat ini belum ada.Oleh karena itu tim kami menawarkan aplikasi pembelajaran yang khusus untuk para mualaf,'' tegas Fakhoor. 

Fakhoor berharap dengan adanya aplikasi Hijrah-ID dapat membantu mualaf dalam belajar agama Islam dan membantu proses pembinaan mualaf yang efektif dan inovatif. Hijrah-ID memiliki materi pembelajaran yang terstruktur berdasarkan Modul Pembinaan Mualaf dari Mualaf Center Baznas sekaligus sebagai sarana konsultasi berbasis aplikasi untuk para mualaf di indonesia.

''Konsep ini bertujuan untuk membantu mualaf mendapat bimbingan dan belajar mengenai agama Islam serta melakukan konsultasi kepada pembina melalui aplikasi ini,'' paparnya.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:SerbaSerbi

GoNews Sri Mulyani Sebut Anggaran untuk Pendidikan Rp 505,8 Triliun Naik dari 2014 yang Hanya Rp 250 Triliun
GoNews Ikan Lele Diejek-ejek oleh Buzzer-buzzer Nakal, Menteri Susi: Padahal Hasilnya Luar Biasa
GoNews Ternyata Perdana Menteri Senior Singapura Lee Kuan Yew Belajar GBHN dari Pak Harto
GoNews Mitsubishi Fokus Kembangkan Model SUV dengan Teknologi Listrik
GoNews Kemenperin Bangun Ekosistem Industri Otomotif Dalam Rangka Produksi Mobil Listrik
GoNews KM Mina Sejati Dibajak 3 ABK-nya, 2 Penumpang Tewas karena Mencebur ke Laut, 18 Belum Diketahui Nasibnya
GoNews Bom Meledak di Pesta Pernikahan, 63 Orang Tewas, Sebagian Korban Wanita dan Anak-anak
GoNews Kakinya Tertusuk Paku Berkarat, Gadis Paskibraka Pembawa Baki Ini Tetap Jalankan Tugasnya Sambil Meringis
GoNews Pejabat Badan Kesbangpol Ini Keterlaluan, Mahasiswa Urus Izin Penelitian Pun Dipungli, Begini Akibatnya
GoNews Ustaz Abdul Somad Dilaporkan Brigade Meo, Begini Kata Kabid Humas Polda NTT
GoNews Batal Jadi Paskibraka karena Digantikan Anak Bupati, Koko Bisa Hadir di Istana dan Bersalaman dengan Jokowi
GoNews Digagalkan Jadi Paskibraka Labuhanbatu, Koko Malah Jadi Petugas Upacara HUT RI di Jakarta dan Hadir di Istana
GoNews Setelah Gas Air Mata Ditembakkan ke Asrama, 43 Mahasiswa Papua Menyerah dan Diangkut ke Mapolrestabes Surabaya
GoNews Kapal Bermuatan 80 Penumpang Terbakar di Perairan Tapulaga, 7 Orang Tewas dan Puluhan Hilang
GoNews Veteran Duduk Paling Belakang Saat Upacara HUT RI di Istana Negara, Cucu Jenderal Sudirman Mengaku Sedih
GoNews 12 Prajurit TNI Dihadang Kelompok Bersenjata di Trans Wamena-Habema, 2 Tertembak
GoNews Diledek Gemuk Ketika Ingin Makan Es Krim, Gadis 14 Tahun Tusuk Pacarnya Hingga Tewas
GoNews Upacara HUT ke-74 RI di Pulau Reklamasi, Anies Baswedan: Ini Tanah Air Kita
wwwwww