Loading...    
           

Politisi Senior Asal Sumbar Pertanyakan Legalitas Majelis Etik Partai Golkar

Politisi Senior Asal Sumbar Pertanyakan Legalitas Majelis Etik Partai Golkar
Darul Siska usai diperiksa Majelis Etik Partai Golkar. (poskotanews)
Rabu, 07 Agustus 2019 21:23 WIB
JAKARTA - Politisi senior Partai Golkar, Darul Siska, diperiksa Majelis Etik Partai Golkar di kantor DPP partai berlambang pohon beringin itu, di Slipi, Jakarta Barat, Rabu (7/8/2019).

Dikutip dari poskotanews.com, meski memenuhi panggilan Majelis Etik untuk diperiksa, namun Darul Siska, mempertanyakan legalitas lembaga tersebut. Sebab katanya, Majelis Etik tidak tercantum dalam AD/ART Partai Golkar.

''Majelis Etik mustinya membuat konsep kode etik yang komprehensif, lengkap dan disahkan dalam Rapimnas, dibawa ke Munas untuk disahkan. Kemudian Majelis Etik itu dicantolkan dalam AD/ART partai. Dengan demikian majelis etiknya mengatur etika,'' kata politisi senior asal Sumatera Barat (Sumbar) itu usai diperiksa Majelis Etik.

Darul  mengatakan, bahwa keberadaan etik memang perlu dalam tubuh Golkar, tapi harus dimasukkan dalam AD/ART partai sehingga diakui oleh seluruh kader Golkar.

''Nanti, kalau dibicarakan di Munas, saya dukung, kalau sekarang saya tidak,''  ujar caleg yang lolos ke Senayan dari Dapil Sumbar ini.

Darul pun kembali mendorong DPP Partai Golkar segera menggelar rapat pleno untuk membahas dan menentukan agenda Munas Golkar lima tahunan.

''Munas ini setelah DPP menggelar rapat pleno. Dalam pleno itu harus ditentukan kapan Rampinas, siapa OC, siapa SC-nya dan di mana tempatnya,'' terang Darul.

Menurutnya, jika dalam rapat pleno itu belum bisa ditentukan Munas, maka DPP harus terlebih dahulu menggelar Rapimnas untuk menentukan Munas.

''Tapi, kalau di pleno tidak dapat ditetapkan Munas, Rapim harus menetapkan. Nah setelah itu baru kita bisa melihat jauh lebih tajam persiapan para calon ketua umum dan di situ juga yang mau jadi tim sukses silakan. Tapi yang punya jabatan penting di dewan-wewan yang tadi itu tidak boleh ikut. Atau kalau mau ikut, mundur dari dewan,'' katanya. ***

Editor:hasan b
Sumber:poskotanews.com
Kategori:SerbaSerbi

       
        Loading...    
           
GoNews Remaja Bunuh dan Bakar Pacar karena Cemburu, Berhubungan Intim Sebelum Dicekik
GoNews Kirim Foto Bugil karena Tergiur Gaji Rp5 Juta, 3 Wanita di Jatim Jadi Korban Pemerasan Siswa SMA
GoNews Semua Sekolah di Penang Diliburkan Akibat Asap Kiriman Sumatera
GoNews Terkait Revisi UU KPK, Laode Sebut Menkumham Berbohong Telah Diskusi dengan Dirinya dan Agus Rahardjo
GoNews Pingsan Usai Disuntikkan Vitamin C, Wanita Muda Digauli Pria Baru Dikenalnya di Rumah Kakak Pelaku
GoNews Direktur KPK: Embahnya Korupsi Itu Parpol di DPR karena Miliki 2 Kewenangan
GoNews Pengamat Militer Sebut Indonesia Berpotensi Jadi Negara Polisi, Begini Penjelasannya
GoNews Kivlan Zen Dirawat di RSPAD, Menhan Minta Dibebaskan Dulu
GoNews PT Pelni Buka Lowongan Kerja, Ini 10 Posisi yang Ditawarkan dan Tata Cara Pendaftarannya
GoNews Setelah Diprotes, Kemendag Akan Tambahkan Pasal Wajib Halal Daging Impor dalam Permendag 29/2019
GoNews Orangtua Tak Mampu Beli Susu, Bayi Perempuan di Polman Minum Kopi Tubruk 5 Gelas Sehari, Begini Kondisinya
GoNews Terobos Kobaran Api Selamatkan Kakeknya, Bocah 6 Tahun Tewas Terbakar, Negara Berikan Medali Keberanian
GoNews 8 Tewas Akibat Bus Tabrak Truk Tangki di Lintas Sumatera, Ini Identitas Korban
GoNews Polisi Tertelungkup di Atas Kap Mobil dan Terseret 200 Meter, Ini Penjelasan Polda Metro
GoNews Asap Kiriman Indonesia Liburkan 500 Sekolah di Malaysia
GoNews Mantan Bupati Bangkalan Fuad Amin Meninggal dalam Status Terpidana Korupsi
GoNews Tak Punya Ongkos Pulang ke Rumah, Siswa MTs Numpang Truk Tanah, Tergelincir Saat Naik dan Tergilas Ban
GoNews Kenal Lewat Medsos, Ketemu dan Main Ludo di Kamar Hotel, Wanita 24 Tahun Digilir dan Dirampok, 2 Pelaku Ditembak Polisi
wwwwww