Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rakyat Menjerit, Misharti Desak Jokowi Tarik Perpres 64/2020
Politik
18 jam yang lalu
Rakyat Menjerit, Misharti Desak Jokowi Tarik Perpres 64/2020
2
Lebaran Idul Fitri, Harga Ayam Potong di Pekanbaru Naik Rp30 Ribu Per Kilo
Ekonomi
5 jam yang lalu
Lebaran Idul Fitri, Harga Ayam Potong di Pekanbaru Naik Rp30 Ribu Per Kilo
3
Tiga Kabupaten di Riau Klaim Sudah Bebas Covid-19
Kesehatan
5 jam yang lalu
Tiga Kabupaten di Riau Klaim Sudah Bebas Covid-19
4
Tak Punya SIKM Jangan Coba-coba Masuk Jakarta, Dipaksa Putar Balik
Pemerintahan
6 jam yang lalu
Tak Punya SIKM Jangan Coba-coba Masuk Jakarta, Dipaksa Putar Balik
5
Arus Mudik 2020, Hingga H+2 Tercatat 465.000 Kendaraan Meninggalkan Jakarta
Peristiwa
5 jam yang lalu
Arus Mudik 2020, Hingga H+2 Tercatat 465.000 Kendaraan Meninggalkan Jakarta
6
Panduan Covid-19 di Tempat Kerja, Saleh Daulay: Keputusan Menkes Basi
Politik
4 jam yang lalu
Panduan Covid-19 di Tempat Kerja, Saleh Daulay: Keputusan Menkes Basi

Tiga Polisi Terluka Akibat Kerusuhan di Manokwari

Tiga Polisi Terluka Akibat Kerusuhan di Manokwari
Suasana kerusuhan di Manokwari, Papua Barat, Senin (19/8). (liputan6.com)
Senin, 19 Agustus 2019 12:06 WIB
MANOKWARI - Aksi demonstasi massa di Manokwari, Papua Barat, Senin (19/8), memprotes penangkapkan puluhan mahasiswa Papua di Jawa Timur, berbuah kerusuhan. Tiga orang personel polisi dikabarkan terluka akibat kerusuhan tersebut.

''Saat ini, korban tiga anggota. 1 Kaorops, 2 anggota,'' ujar Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Jakarta, Senin (19/8), seperti dikutip dari merdeka.com.

Ketiga korban tersebut terluka setelah terkena lemparan batu dari massa. Kala itu, kata dia, polisi melakukan negosiasi dengan tokoh masyarakat. ''Namun saat negosiasi, ada lemparan batu dari masyarakat,'' ujar dia.

Polri menduga kerusuhan Manokwari terjadi akibat dari unggahan akun di media sosial yang provokatif. Konten-konten itu berisi provokasi terkait kejadian di Surabaya dan Malang yang dianggap sebagai diskriminasi.

''Ada akun-akun yang menyebar konten-konten provokatif. Sedang didalami jajaran kepolisian,'' ujar Dedi.

Polri saat ini terus melakukan upaya untuk meredam aksi kerusuhan di Manokwari, Papua Barat. Langkah-langkah komunikasi terhadap tokoh masyarakat setempat terus dilakukan.

''Kami lakukan tindakan persuasif, komunikasi antara Polri dengan seluruh tokoh. Diharapkan ini mampu meredam aksi masyarakat dan semoga tidak meluas,'' kata

Dia mengungkapkan, ada fasilitas umum yang menjadi sasaran amukan massa. Namun dia belum dapat memastikan, apakah massa juga merusak fasilitas milik warga atau tidak.

''Saat ini kami fokus dan keamanan, melakukan negosiasi jangan sampai tindakan anarkis ini meluas, karena merugikan masyarakat sendiri,'' ujar dia.

Jalan Lumpuh

Massa memblokade sejumlah jalan utama di Manokwari, Papua Barat, pada Senin (19/8). Mereka memblokade jalan dengan cara membakar ban.

Aksi massa ini membuat arus transportasi di daerah ini lumpuh.

Seperti dikutip dari Antara, aksi ini ditengarai akibat kemarahan masyarakat Papua sebagai buntut dari peristiwa yang dialami mahasiswa asal Papua di Surabaya dan Malang, Jawa Timur serta Semarang Jawa Tengah beberapa hari lalu.

Aksi massa ini dilakukan di Jl Trikora Wosi, Jl Yossudarso dan Jl.Merdeka Manokwari. Aparat TNI dan Polri berjaga-jaga di setiap titik. Kadiv Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan hingga saat ini kerusuhan di Kota Manokwari, Papua Barat masih ditangani polisi dan TNI.

Saat ini, kata Dedi, polisi dan TNI masih melakukan negosiasi dengan mahasiswa dan berdialog dengan tokoh masyarakat untuk mendinginkan situasi.

''Negosiasi masih terus dilakukan. TNI dan Polri masih berupaya berkomunikasi dengan rekan-rekan mahasiswa dan tokoh masyarakat untuk mendinginkan situasi,'' kata Dedi kepada Liputan6.com di Jakarta, Senin (18/8).

Dedi mengatakan, kerusuhan terjadi di beberapa titik di Kota Manokwari. Di mana, kata dia, kerumunan mahasiswa masih menguasai beberapa ruas jalan, terutama di perempatan.

''Mereka menutup jalan dan membakar ban,'' kata Dedi.***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:Ragam

wwwwww