Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jika Labil, Kebijakan Penanggulangan Covid-19 bisa 'Ambyarrr'
DPR RI
15 jam yang lalu
Jika Labil, Kebijakan Penanggulangan Covid-19 bisa Ambyarrr
2
Kritik Mahfud MD, Saleh Daulay: Tak Bijak Bandingkan Kematian Covid-19 dengan Kecelakaan
Politik
14 jam yang lalu
Kritik Mahfud MD, Saleh Daulay: Tak Bijak Bandingkan Kematian Covid-19 dengan Kecelakaan
3
Dunia sedang Hadapi Covid-19, China dan India Diharap Berkepala Dingin di 'Pangong Lake'
Internasional
16 jam yang lalu
Dunia sedang Hadapi Covid-19, China dan India Diharap Berkepala Dingin di Pangong Lake
4
AS Mencabut Status Khusus Hong Kong, Ini Bisa Berdampak pada Perdagangannya
Internasional
17 jam yang lalu
AS Mencabut Status Khusus Hong Kong, Ini Bisa Berdampak pada Perdagangannya
5
DPR RI: 'New Normal' adalah Adaptasi dan Inovasi dalam Pakem Protokol Kesehatan
DPR RI
16 jam yang lalu
DPR RI: New Normal adalah Adaptasi dan Inovasi dalam Pakem Protokol Kesehatan
6
Masih Banyak Daerah Zona Merah, Ketua DPD Desak Pemerintah Kaji Ulang Pilkada di Bulan Desember
Politik
15 jam yang lalu
Masih Banyak Daerah Zona Merah, Ketua DPD Desak Pemerintah Kaji Ulang Pilkada di Bulan Desember

KPK OTT Bupati, Sekda dan Kepala Dinas PUPR Bengkayang

KPK OTT Bupati, Sekda dan Kepala Dinas PUPR Bengkayang
Bupati Bengkayang Suryadman Gidot. (aksi.id)
Rabu, 04 September 2019 13:09 WIB
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Bengkayang Suryadman Gidot, Sekretaris Daerah (Sekda) Bengkayang, Obaja, Kepala Dinas (Kadis) PUPR Bengkayang Aleksius dan empat orang swasta. Ketujuhnya ditangkap di Bengkayang, Kalimantan Barat.

Dikutip dari liputan6.com, juru bicara KPK Febri Diansyah, mengatakan, Bupati Bengkayang Suryadman dan empat orang lainnya sudah berada di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, untuk menjalani proses pemeriksaan intensif. Sementara dua orang lainnya, sedang dibawa dari Pontianak ke Jakarta.

''Lima orang, termasuk Bupati, pejabat Pemkab lain sudah di KPK. Dua lainnya dibawa pagi ini ke KPK dari Pontianak. Mereka sedang proses pemeriksaan secara intensif,'' ujar Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Rabu (4/9/2019).

Selain mengamankan tujuh orang, tim KPK juga menyita uang ratusan juta rupiah dari operasi senyap di Bengkayang. Uang tersebut diduga bukti suap terkait pengurusan proyek di Bengkayang.

''Ada uang ratusan juta yang kami amankan sebagai barang bukti. Diduga ada transaksi terkait proyek di Pemkab Bengkayang‎,'' ucapnya.

KPK mempunyai waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan tersebut.

''Rencananya, KPK akan mengumumkan status hukum pihak-pihak yang diamankan tersebut pada sore ini,'' kata Febri. ***

Editor:hasan b
Sumber:liputan6.com
Kategori:Ragam

wwwwww