Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Forum Facebook Pekanbaru Kota Bertuah Fasilitasi Pengobatan Indah Putri
Kesehatan
17 jam yang lalu
Forum Facebook Pekanbaru Kota Bertuah Fasilitasi Pengobatan Indah Putri
2
Ruslan Buton Ditangkap, Kolonel Sugeng Waras: Anda tidak Sendirian, Banyak Orang di Belakangmu
Hukum
16 jam yang lalu
Ruslan Buton Ditangkap, Kolonel Sugeng Waras: Anda tidak Sendirian, Banyak Orang di Belakangmu
3
Rekam Jejak Dirut TVRI yang Baru, Penggemar 'Bokep' Eks Kontributor Majalah Dewasa
Pemerintahan
18 jam yang lalu
Rekam Jejak Dirut TVRI yang Baru, Penggemar Bokep Eks Kontributor Majalah Dewasa
4
Dijerat Pasal Berlapis, Ruslan Buton Terancam Penjara Hingga 8 Tahun
Hukum
16 jam yang lalu
Dijerat Pasal Berlapis, Ruslan Buton Terancam Penjara Hingga 8 Tahun
5
Cek Persiapan New Normal, Satgas Lawan Covid-19 DPR Sambangi Kadin
Politik
19 jam yang lalu
Cek Persiapan New Normal, Satgas Lawan Covid-19 DPR Sambangi Kadin
6
DPR Mulai Uji Coba Teknis Pemggunaan 'Smartcard'
DPR RI
16 jam yang lalu
DPR Mulai Uji Coba Teknis Pemggunaan Smartcard

Polisi Telanjangi Pendemo dan Pukuli Hingga Berdarah-darah

Polisi Telanjangi Pendemo dan Pukuli Hingga Berdarah-darah
Polisi memaksa remaja pendemo membuka baju dan celana. (tempo.co)
Senin, 30 September 2019 23:58 WIB
JAKARTA - Polisi menangkap dua remaja di jalan layang Slipi pada Senin malam (30/9/2019. Kedua remaja itu ditangkap karena diduga mengikuti demonstrasi di gedung DPR. Dari pantauan

Dikutip dari tempo.co, polisi diduga memaksa kedua remaja itu membuka baju hingga celana dan juga menganiayanya. ''Buka celananya,'' kata seorang polisi sembari membentak.

Seorang anak tampak menangis. Tempo berupaya merekam kejadian tersebut. Akan tetapi, aparat melarang pengambilan gambar. ''Kamera kamera, woi kamera. Kalau kami lagi makan baru direkam,'' ucap polisi itu.

Tak lama kemudian, polisi berjalan maju hingga persimpangan Slipi. Di sana polisi tampak bergerombol. Aparat menangkap sejumlah orang. Tempo melihat dua orang digiring ke dalam mobil barakuda polisi. Satu orang berlumuran darah di wajahnya.

Seorang saksi menyebut polisi memukuli massa. Dia melihat serombongan polisi mengerumuni sekelompok massa.

''Polisi pukul pakai tongkat, lebih banyak polisi dibandingkan masa aksi. Terus mereka ditarik dan dibawa ke mobil polisi, terus ditelanjangi,'' ujar saksi yang tak mau disebut namanya.

Kembali Ricuh

Aksi demonstrasi di DPR Senin (30/9), kembali berlangsung ricuh. Kerusuhan dimulai sekitar pukul 16.28 WIB di pertigaan ke Stasiun Palmerah dan kawasan jalan layang Slipi.

Makin malam kericuhan memanas. Polisi memukul mundur masa demonstrasi ke arah Pejompongan, Stasiun Palmerah, dan jembatan layang Slipi. Selain itu ada juga massa yang berlari ke Universitas Atma Jaya di kawasan simpang susun Semanggi. Massa melempar batu dan petasan. Polisi membalas dengan gas air mata. ***

Editor:hasan b
Sumber:tempo.co
Kategori:Ragam

wwwwww