Diungkap PPATK, Begini Modus Sejumlah Kepala Daerah Cuci Uang Melalui Bisnis Perjudian di Luar Negeri

Diungkap PPATK, Begini Modus Sejumlah Kepala Daerah Cuci Uang Melalui Bisnis Perjudian di Luar Negeri
Ketua PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin. (liputan6.com)
Senin, 16 Desember 2019 16:47 WIB
JAKARTA - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan praktik tindak pidana pencucian uang (TPPU) sejumlah kepala daerah di luar negeri melalui kasino (bisnis perjudian).

Dikutip dari tribunnews.com, Ketua PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin, para kepala daerah tersebut melakukan penempatan dana dalam bentuk valuta asing.

''Kami menelusuri adanya transaksi keuangan beberapa kepala daerah yang diduga melakukan penempatan dana dalam bentuk valuta asing,'' kata Ketua Kiagus Badaruddin ketika dikonfirmasi, Senin (16/12/2019).

''Jumlahnya pun signifikan, sekitar Rp50 miliar (yang disimpan) ke rekening kasino di luar negeri,'' imbuhnya.

Menurut Kiagus Badaruddin, ada dua modus yang digunakan oknum kepala daerah.

''Menyimpannya dalam rekening kalau dia mau main dia tarik. Atau juga menyimpannya dalam bentuk membelikannya dalam koin,'' ungkap Kiagus.

Dia menjelaskan, mekanisme pencucian uang diawali dengan menukarkan uang hasil pendapatannya dengan koin kasino.

Setelah itu, mereka menunggu hingga jam operasional kasino berakhir untuk kembali menukarkan koin ke dalam bentuk uang tunai dan surat tanda terima, lalu membawanya ke Indonesia dalam status legal.

''Dia bisa menggunakan dan membawa bukti receipt bahwa uang itu berasal dari main judi. Main judi kan di negara-negara tertentu legal, tidak melanggar hukum,'' jelasnya.

Akan tetapi PPATK, kata Kiagus, belum dapat mengungkapkan terduga pelaku TPPU dari kalangan kepala daerah, sampai pendalaman selesai.

''Saya belum kasih tahu siapa, di mana, nanti hilang semua ini. Kita cuma memberikan efek jangan sampai berbondong-bondong lagi lah orang main ke luar negeri, kecuali duitnya sendiri,'' pungkas Kiagus.***

Editor:hasan b
Sumber:tribunnews.com
Kategori:SerbaSerbi

GoNews Kepala Daerah Cuci Uang Lewat Kasino, Jokowi: Sangat Tidak Terpuji
GoNews PPATK Ungkap Sejumlah Kepala Daerah Cuci Uang di Luar Negeri Lewat Rekening Kasino, Begini Tanggapan Mendagri
GoNews Jumlah WNI Terinfeksi Virus Corona Bertambah
GoNews Ditembak Tentara Israel Sepulang Sekolah, Bocah Palestina Berusia 8 Tahun Kehilangan Penglihatan
GoNews Mahfud MD Usul ke Jokowi, Polsek Tak Lakukan Penyelidikan dan Penyidikan, Ini Pertimbangannya
GoNews Rekam Temannya Saat Diperkosa dan Sebar Videonya, 2 Siswi SMA Mengaku Hanya Main-main
GoNews Dua Pesawat Tabrakan pada Ketinggian 4.000 Kaki, Semua Penumpang Tewas
GoNews Kasus Kematian Akibat Virus Corona Sudah Tembus 2.000, Terinfeksi Lebih 74.000
GoNews Database China Bocor, Terungkap Muslim Uighur Ditahan karena Shalat dan Kunjungi Masjid
GoNews Penumpang Pesawat Nyaris Telan Baut Logam dalam Sup, Begini Tanggapan Singapore Airlines
GoNews 446 Penumpang dan Kru Diamond Princess Terinfeksi Virus Corona, 3 Warga Indonesia
GoNews Kuli Bangunan Berhasil Gauli Dosen Berkali-kali di Hotel, Begini Modusnya
GoNews Ketum PSSI Sudah Usulkan Stadion Riau Jadi Lokasi Piala Dunia U-20 ke FIFA, Ini Alasannya..
GoNews Suami Bunga Citra Lestari, Ashraf Sinclair Meninggal Dunia
GoNews Dalam Draf Omnibus Law, Presiden Bisa Ubah UU Lewat PP, Mahfud MD: Mungkin Itu Keliru Ketik
GoNews Wanita 39 Tahun Nyaris Diperkosa Remaja Saat Tidur di Kamar Kos, Lolos karena Tarik Senjata Pelaku
GoNews Kakek 68 Tahun Dibui 2 Bulan karena Curi Karet 1,9 Kg, Jaksa Agung Akui Penegakan Hukum Belum Berikan Rasa Keadilan
GoNews Kenal di Medsos, 2 Gadis Remaja Dicabuli 2 Pria Pengangguran dalam Kamar Kos yang Sama
wwwwww