Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Nono Sampono: Indonesia Harus Waspadai Perkembangan Strategi Kawasan Asia-Pasifik
Pemerintahan
19 jam yang lalu
Nono Sampono: Indonesia Harus Waspadai Perkembangan Strategi Kawasan Asia-Pasifik
2
BAP DPD RI Kembali Lanjutkan Mediasi Dugaan Maladministrasi Bupati Jember
Politik
18 jam yang lalu
BAP DPD RI Kembali Lanjutkan Mediasi Dugaan Maladministrasi Bupati Jember
3
Revisi UU Pemilu, 'Ada Penumpang' di Ambang Batas Parlemen
DPR RI
20 jam yang lalu
Revisi UU Pemilu, Ada Penumpang di Ambang Batas Parlemen
4
Supaya Tak Bergantung dari China, Wakil Ketua DPD: Kita harus jadi Produsen
Politik
18 jam yang lalu
Supaya Tak Bergantung dari China, Wakil Ketua DPD: Kita harus jadi Produsen
5
Berangkatkan 43 Ribu PMI, BP2MI Masih Koordinasi dengan Kemenaker dan Gugus Tugas Covid-19
Ekonomi
18 jam yang lalu
Berangkatkan 43 Ribu PMI, BP2MI Masih Koordinasi dengan Kemenaker dan Gugus Tugas Covid-19
6
Pemain Persib Bandung Negatif Covid 19 dari Hasil Swab
Sepakbola
19 jam yang lalu
Pemain Persib Bandung Negatif Covid 19 dari Hasil Swab
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Gadis Buddha Berusia 22 Tahun di Aceh Ini Akhirnya Memeluk Islam

Gadis Buddha Berusia 22 Tahun di Aceh Ini Akhirnya Memeluk Islam
Jum'at, 23 Oktober 2015 15:01 WIB
BANDA ACEH - Gadis berusia 22 tahun ini duduk bersila dengan menggunakan gaun putih bermotif. Sambil tertunduk di depan salah seorang pengurus Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, dia membacakan ikrar dan berjanji sebagai bukti telah memeluk Islam.


Halimatunsakdiah nama gadis yang memutuskan untuk memeluk Islam. Proses pengucapan kedua kalimah syahadat sebagai syarat memeluk Islam berlangsung di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, hari ini sekira pukul 09.43 WIB.

Ikrar syahadat dipimpin langsung oleh salah seorang pengurus Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Tgk Jailani Mamhmud. Gadis 22 tahun yang sebelumnya beragama Buddha ini pun mengikuti bacaan kedua syahadat dengan perlahan-lahan.

Usai pensyahadatan, Tgk Jailani Mahmud memberikan sedikit tausiah kepada semua hadirin yang hadir pada acara sakral sebagai syarat masuk Islam. Kemudian pengurus Masjid Raya Baiturrahman memberikan hadiah berupa mukena dan sajadah dan sejumlah dana santunan.

Dalam tausiahnya, Tgk Jailani Mahmud mengatakan, saudari Halimatunsakdiah hari ini ibarat bayi yang baru lahir. Semua dosa-dosa masa lalu telah dihapus oleh Allah SWT. "Karena saudari Halimatunsakdiah sudah memeluk Islam, maka semua kewajiban dalam Islam sudah wajib dilaksanakan, seperti salat, zakat, puasa," kata Tgk Jailani Mahmud dalam tausiah singkatnya, Jumat (23/10).

Tgk Jailani Mahmud menegaskan, kewajiban sebagai umat muslim yang harus dijalankan tidak memberatkan. Bila saat ini belum mengerti semua tata cara beribadah, Islam masih memberikan toleran sambil terus belajar dan memperdalam tentang ibadah, aqidah dalam ajaran Islam.

"Mulai zuhur ini sudah wajib salat, kalau belum bisa, saudari Halimatunsakdiah bisa ikuti dulu orang yang lakukan. Mohon saudara kita ini untuk dibimbing," imbuh Tgk Jailani Mahmud.

Harapannya, semua masyarakat Aceh yang muslim memperhatikan dan membimbing muallaf yang baru masuk Islam ini. Baik membimbing dalam beribadah, maupun memberikan bantuan berupa materi agar muallaf tersebut bisa belajar dan beribadah sesuai dengan syariat Islam.

Sementara Halimatunsakdiah saat ditanya atas keinginan siapakah sehingga dia memeluk agama Islam oleh Tgk Jailani Mahmud, dia menjawab singkat bahwa memeluk Islam atas kesadaran sendiri.

"Atas keinginan saya sendiri," jawab Halimatunsakdiah.

Halimatunsakdiah juga mengaku pindah agama atas restu kedua orang tuanya. Dia mengaku kedua orang tuanya masih tetap menerimanya dan tinggal bersama orang tua meskipun sudah berbeda agama.

"Orang tua tidak marah, mereka setuju," tukasnya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:merdeka.com
Kategori:Aceh, GoNews Group, Umum

wwwwww