Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
22 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
2
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
22 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
3
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
9 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
4
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
10 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
5
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
KONI
21 jam yang lalu
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
6
Motivasi Tinggi PSIM Yogyakarta Jamu Dewa United FC
Sepakbola
21 jam yang lalu
Motivasi Tinggi PSIM Yogyakarta Jamu Dewa United FC
Home  /  Berita  /  Badminton
Kisruh PPP

Sesepuh PPP: Mari Sudahi Malapetaka ini, Partai adalah Alat Perjuangan Bukan Alat Kekuasaan

Sesepuh PPP: Mari Sudahi Malapetaka ini, Partai adalah Alat Perjuangan Bukan Alat Kekuasaan
Para sesepuh dan Pendiri PPP, saat memberikan keterangan pers. (foto: daniel)
Kamis, 18 Februari 2016 14:36 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Kisruh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tak kunjung selesai, para sesepuh di Mahkamah partai pun merasa perlu turun gunung guna menyelesaikan permasalahan yang sedang dialami partai berlambang kabah tersebut.

Berlangsung di Resto Puang Oca Senayan, para sesepuh dan pendiri Partai Persatuan Pembangunan mengajak kedua kubu yakni Djan Farid dan Romahurmuzy, segera mengakhiri perseteruan atau dengan kata lain Islah.

Salah seorang tokoh sepuh dan pendiri PPP, Zen Badjeber mengatakan, pihak Mahkamah Partai sepakat dengan keputusan Menkumham, agar PPP kembali ke Muktamar Bandung. "Kami menyebut ini adalah malapetaka, atas kisruh ini kami yang sudah berumur tua ini, sudah bekerja keras kurang lebih tiga bulan. Kalau kami yang sudah renta mau turun gunung, hendaknya yang muda-muda segera berdamai," ungkap Zen, Kamis (18/02/2016).

Sejatinya menurut Zen, pihaknya tidak menerima hasil muktamar baik yang di Surabaya maupun muktamar di Jakarta.

"Pada intinya kami para sesepuh partai, setuju dengan keputusan Menkumham. Karena mukatamar Surabaya dan Jakarta telah melanggar AD/ART, maka kami sarankan kedua kubu kembali bersatu dan menggelar muktamar kembali," jelasnya.

Sementara tokoh lainya yaitu Muchtar Aziz menjelaskan, sesuai dengan surat yang sudah dikeluarkan Kementerian Hukum dan Ham, maka Muktamar baru akan segera digelar pada tanggal 8 April 2016 mendatang.

"Tak henti-hentinya, kami selalu berharap agar kedua kubu adik-adik kami tetap mengedepankan azas perdamaian. Karena saat ini satu-satunya partai yang berazaskan Islam, hanya PPP. Kami berharap dengan adanya keputusan dari Kemenkumham tersebut, kedua kubu bisa menerima dengan ikhlas," pintanya. ***

wwwwww