Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
21 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
15 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
3
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
18 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
4
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
16 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
5
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
14 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
16 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Badminton
Kisruh PSSI

Agum Gumelar: Jangan Sampai FIFA Ketok Palu Kedua Kalinya

Agum Gumelar: Jangan Sampai FIFA Ketok Palu Kedua Kalinya
Tim Komite Ad Hoc Reformasi PSSI. (foto: daniel)
Senin, 22 Februari 2016 15:44 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Ketua Komite Ad-hoc Reformasi PSSI, Agum Gumelar, menyampaikan harapnya agar skors terhadap Indonesia tidak dibahas di rapat Exco FIFA pada 24 Februari 2016 di Zurich, Swiss. Hal tersebut ia ungkapkan pada Rapat Dengan Pendapat Umum antara Komite Ad Hoc dan Komisi X DPR RI, Senin (22/02/2016).

Agum Gumelar juga melaporkan, terkait hal itu, dirinya sudah berupaya menahan skors tersebut dam menjumpai Pangeran Abdullah (Exco FIFA dan Wakil Presiden AFC), Sekjen AFC John Windsor, Mariano Aranetta (Exco AFC), dan Sanjivaan (Direktur Asosiasi AFC).

"Dalam pertemuan saya dengan AFC yang berlangsung di Hotel Mandarin Oriental, Kuala Lumpur Malaysia, kita sampaikan bahwa saya dengan Menpora sudah ada komitmen dan keinginan yang sama untuk mencari solusi dari kekisruhan ini," jelasnya. 

Bagkan menurut Agum, pihak Pangeran Abduullah juga menyatakan sempat akan membawa masalah Indonesia ini ke KLB FIFA melalui rapat Exco FIFA. Tapi setelah mendengar penjelasannya, pihak AFC menjamin dalam rapat Exco FIFA 24 Februari 2016 tidak akan dibahas. "Jawaban ini tentu membuat saya lega, namun ada beberapa hal memang yang bisa memaksa hal tersebut dibahas lagi disana. Untuk itulah kami dari Ad Hoc berharap agar semua pihak duduk bersama dan mencari solusinya," jelasnya lagi.

Pemerintah Indonesia menurut Agum, diminta serius menyelesaikannya dengan mencabut pembekuan yang dijatuhkan terhadap PSSI. "Kalau tidak pada 12 Mei 2016 dalam Kongres Biasa FIFA di Meksiko, AFC terpaksa meningkatkan hukuman Indonesia dari level Exco ke kongres," terangnya.

Dari pantauan Legislatif.co (GoNew Group) dalam pemaparan dihadapan Anggota dan Pimpinan Komisi X DPR RI. Ketua Komite Ad Hoc Reformasi PSSI Agum Gumelara juga didampingi Wakil Ketua IGK Manila, Joko Driyono selaku wakil PT Liga dan Raja Pane yang mewakili Komite Olahraga Indonesia. ***

wwwwww