Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
KPK OTT Walikota Tanjung Balai, Erwin Syahfutra: Kita Apresiasi Meski Telat
Peristiwa
15 jam yang lalu
KPK OTT Walikota Tanjung Balai, Erwin Syahfutra: Kita Apresiasi Meski Telat
2
Tak Berani Cabut Izin XL Axiata, Arief Poyuono: Menkominfo Johnny G Plate Layak Direshuffle
Politik
16 jam yang lalu
Tak Berani Cabut Izin XL Axiata, Arief Poyuono: Menkominfo Johnny G Plate Layak Direshuffle
3
Pendiri NU Hilang dari Kamus Sejarah, PKB: Jangan Lupa Jasa Ulama, Kemendikbud Bisa Kualat
Pemerintahan
15 jam yang lalu
Pendiri NU Hilang dari Kamus Sejarah, PKB: Jangan Lupa Jasa Ulama, Kemendikbud Bisa Kualat
4
Penundaan India Terbuka, Untungkan Hafiz/Gloria
Olahraga
14 jam yang lalu
Penundaan India Terbuka, Untungkan Hafiz/Gloria
5
Kepala BNSP Bantah Larang Dewan Pers Lakukan UKW
Peristiwa
14 jam yang lalu
Kepala BNSP Bantah Larang Dewan Pers Lakukan UKW
6
Gempa Magnitudo 6,4 di Nias, Getarannya Terasa di Sidimpuan dan Padang
Peristiwa
18 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 6,4 di Nias, Getarannya Terasa di Sidimpuan dan Padang
Home  /  Berita  /  GoNews Group
Kisruh PSSI

Agum Gumelar: Jangan Sampai FIFA Ketok Palu Kedua Kalinya

Agum Gumelar: Jangan Sampai FIFA Ketok Palu Kedua Kalinya
Tim Komite Ad Hoc Reformasi PSSI. (foto: daniel)
Senin, 22 Februari 2016 15:44 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Ketua Komite Ad-hoc Reformasi PSSI, Agum Gumelar, menyampaikan harapnya agar skors terhadap Indonesia tidak dibahas di rapat Exco FIFA pada 24 Februari 2016 di Zurich, Swiss. Hal tersebut ia ungkapkan pada Rapat Dengan Pendapat Umum antara Komite Ad Hoc dan Komisi X DPR RI, Senin (22/02/2016).

Agum Gumelar juga melaporkan, terkait hal itu, dirinya sudah berupaya menahan skors tersebut dam menjumpai Pangeran Abdullah (Exco FIFA dan Wakil Presiden AFC), Sekjen AFC John Windsor, Mariano Aranetta (Exco AFC), dan Sanjivaan (Direktur Asosiasi AFC).

"Dalam pertemuan saya dengan AFC yang berlangsung di Hotel Mandarin Oriental, Kuala Lumpur Malaysia, kita sampaikan bahwa saya dengan Menpora sudah ada komitmen dan keinginan yang sama untuk mencari solusi dari kekisruhan ini," jelasnya. 

Bagkan menurut Agum, pihak Pangeran Abduullah juga menyatakan sempat akan membawa masalah Indonesia ini ke KLB FIFA melalui rapat Exco FIFA. Tapi setelah mendengar penjelasannya, pihak AFC menjamin dalam rapat Exco FIFA 24 Februari 2016 tidak akan dibahas. "Jawaban ini tentu membuat saya lega, namun ada beberapa hal memang yang bisa memaksa hal tersebut dibahas lagi disana. Untuk itulah kami dari Ad Hoc berharap agar semua pihak duduk bersama dan mencari solusinya," jelasnya lagi.

Pemerintah Indonesia menurut Agum, diminta serius menyelesaikannya dengan mencabut pembekuan yang dijatuhkan terhadap PSSI. "Kalau tidak pada 12 Mei 2016 dalam Kongres Biasa FIFA di Meksiko, AFC terpaksa meningkatkan hukuman Indonesia dari level Exco ke kongres," terangnya.

Dari pantauan Legislatif.co (GoNew Group) dalam pemaparan dihadapan Anggota dan Pimpinan Komisi X DPR RI. Ketua Komite Ad Hoc Reformasi PSSI Agum Gumelara juga didampingi Wakil Ketua IGK Manila, Joko Driyono selaku wakil PT Liga dan Raja Pane yang mewakili Komite Olahraga Indonesia. ***

wwwwww