Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
16 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
13 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
3
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
17 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
4
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
11 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
5
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
10 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
11 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Badminton

Terkesan Sembunyikan Cost Recovery Surfaktan, Mulyadi Marahi Presdir Chevron

Senin, 22 Februari 2016 20:02 WIB
Penulis: Syafri Ario
terkesan-sembunyikan-cost-recovery-surfaktan-mulyadi-marahi-presdir-chevronMulyadi
JAKARTA- Saat rapat dengar pendapat (RDP) Komisi VII dengan SKK Migas dan KKKS, termasuk Chevron, Wakil Ketua Komisi VII, Mulyadi memarahi Presiden Direktur Chevron Pasifik Indonesia (CPI), Albert Simanjuntak, saat sesi tanya jawab berlangsung.

Mulyadi berang kepada Albert lantaran tidak menjawab pertanyaan krusial yang ditanyakannya terkait Surfaktan, bahan kimia hasil riset PT CPI yang biayanya masuk ke cost recovery meskipun hasilnya belum jelas.

"Tadi saya sudah katakan dari tadi saya jelaskan masalah surfaktan, tapi kenapa bapak tidak menjawabnya, ini saya curiga pengeluaran ini tidak benar," tegas Mulyadi dengan nada tinggi kepada Albert, Senin (22/2/2016).

Kemudian Albert Simanjuntak menjawab, "Perlu kami sampaikan, nama chemical yang kami gunakan, di lapangan proyeknya dilakukan secara bertahap, yang dilakukan awal tahun 2000 an, hanya untuk menguji chemical total $22 juta dollar, dan biaya tahap dua menghabiskan $157.8 juta," ujarnya.

Legislator asal Sumatera Barat ini sangat tidak setuju apabila biaya riset tersebut dibebankan ke negara.

"Karna ini memakai uang negara, seharusnya cost recovery itu tidak perlu karena, hasilnya pun belum jelas disaat harga minyak turun, jadi tidak ada yang perlu ditutup-tutupi," ujarnya ***

wwwwww