Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
17 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
14 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
3
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
11 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
4
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
12 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
5
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
12 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
6
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
19 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Home  /  Berita  /  Badminton
Kisruh PSSI

Ini Poin Penting Masukan dari DPR, Terkait Dinamika dan Situasi Sepakbola Nasional

Ini Poin Penting Masukan dari DPR, Terkait Dinamika dan Situasi Sepakbola Nasional
Tim Komite Ad-Hoc Reformasi PSSI, saat gelar rapat dengan komisi x DPR RI. (foto: daniel)
Senin, 22 Februari 2016 18:52 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RPDU) Komisi X DPR RI dengan Komite Ad-Hoc Reformasi PSSI, terkait ancaman pembekuan kedua dari FIFA, dan terancamnya Asian Games 2018 batal digelar di Indonesia. Ketua Komisi X DPR RI Teuku Riefky Hasrsya MT, setidaknya memberikan empat poin masukan terhadap PSSI dan Pemerintah.

Poin pertama, pihaknya mengapresiasi atas penjelasan dan langkah-langkah yang sudah diambil tim Komite Ad-hoc dalam mengatasi pembekuan PSSI oleh Sanksi FIFA. Kedua, pihaknya juga mengapresiasi atas kerja keras tim dalam rangka mengatasi pembekuan PSSI dan Sanksi FIFA, delegasi gabungan FIFA-AFC sudah mengadakan pertemuan dengan Presiden pada tanggal 2 November 2015 yang lalu.

"Pada intinya telah disepakati bahwa pemerintah dilarang untuk mengelola sepakbola, dalam bentuk apapun yang berhubungan dengan mengambil alih kekuasaan PSSI," ujar Teuku, Senin (22/02/2016).

Kemudian poin selanjutnya Komite telah dibentuk secara resmi melalui kesepakatan dan dibawah statuta FIFA, yang terdiri dari unsur wakil-wakil para pemangku kepentingan sepakbola. Komite inilah yang terbentuk dengan nama Ad-hoc reformasi PSSi.

Segala bentuk reformasi ditubuh PSSi harus melalui statuta PSSI. FIFA dan AFC tidak dapat membiarkan pemerintah untuk mengelola Sepakbola. Apabila pemerintah tetap membekukan PSSI akan berdampak pada penyelenggaraan Asian Games XVIII di Jakarta-Palembang.

Maka poin terakhir Komisi X DPR RI, menghimbau pihak komite agar segera menggelar Konggres Luar Biasa (KLB) untuk kepengurusan PSSI.

Komisi X DPR RI juga berpendapat, Sanksi FIFA sangat berisiko. Selanjutnya meminta pemerintah untuk mengambil langkah-langkah strategis sebelum Konggres FIFA tanggal 26 Februari 2016. ***

wwwwww