Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
22 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
14 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
3
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
15 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
4
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
15 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
5
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
21 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
6
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
20 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Home  /  Berita  /  Badminton

Dimyati Sebut Agus Rahardjo Lebih Baik dari Pimpinan KPK Sebelumnya

Selasa, 23 Februari 2016 14:08 WIB
Penulis: Syafri Ario
dimyati-sebut-agus-rahardjo-lebih-baik-dari-pimpinan-kpk-sebelumnyaDimyati Natakusuma
JAKARTA- Anggota Komisi III, Dimyati Natakusuma menilai Pimpinan KPK, Agus Rahardjo patut dicontoh, terkait keputusannya untuk mundur apabila revisi UU No.30 tahun 2002 tetap dilanjutkan.

Seperti diketahui, revisi UU ini memang banyak menimbulkan penolakan dari masyarakat dan sejumlah kalangan.

Menurut Dimyati, Agus Rahardo lebih baik dari Pimpinan KPK sebelumnya. Keberanian ia mengundurkan diri apabila revisi UU dilakukan, patut menjadi contoh.

"Artinya ia mempunyai target sebagai Pimpinan KPK, Apabila tergetnya tidak tercapai, maka dia akan mengundurkan diri," ujarnya kepada legislatif.co, Selasa (23/2/2016).

Dimyati menilai, pimpinan KPK itu mempunyai sense of belonging, rasa memiliki dan tanggung jawab.

Antara penguasa, pengusaha dan penegak hukum itu selalu ada ketiganya untuk melakukan tindak korupsi.

"Makanya penegakan hukum harus kuat, sebab cara untuk korupsi sekarang semakin canggih," ujarnya ***

wwwwww