Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
9 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
3
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
8 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
4
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Umum
7 jam yang lalu
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
5
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
8 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
6
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
Nasional
12 jam yang lalu
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
Home  /  Berita  /  Badminton
Wonderful Indonesia 2016

Ditetapkan Sebagai Kawasan Ekonomi Khusus, Bangka Belitung Langsung 'Tancap Gas'

Ditetapkan Sebagai Kawasan Ekonomi Khusus, Bangka Belitung Langsung Tancap Gas
Gubernur Bangka Belitung, Rustam Effendy (foto: Antara)
Rabu, 24 Februari 2016 10:56 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
BANGKA BELITUNG- Semangat Gubernur Bangka Belitung (Babel) Rustam Effendi dan Bupati Belitung Sahani Saleh patut diacungi dua jempol. Begitu mendapatkan "pencerahan" dari Menpar Arief Yahya tentang portofolio bisnis pariwisata ke depan, dua pimpinan daerah itu langsung "tancap gas". Mereka menggebu untuk merealisasi konsep KEK - Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata di Desa Juru Seberang, seluas 757 hektare.

"Kalau CEO daerahnya sudah punya komitmen yang jelas, konkret, maka tidak ada yang bisa memperlambat rencana besar KEK Pariwisata Belitung. Ini akan menjadi KEK pariwisata pertama yang paling cepat, paling klir, paling ngebut," kata Menpar Arief Yahya, Rabu (24/02/2016).

Dalam seminar Gerhana Matahari Total (GMT) dan Pengembangan Kawasan Pariwisata Belitung, Arief Yahya mengingatkan agar jangan salah jalan, jangan salah arah, dalam membangun masa depan bangsa.

Era agriculture dalam Gelombang Tiga Alfin Toffler dinilai sudah kadaluwarsa, sudah lewat masanya. Begitupun gelombang kedua manufacturing dan gelombang ketiga era teknologi informasi. "Kita sudah memasuki era cultural industry, atau creative industry. Eranya Google, WA, FB, aplikasi digital. Dan, kita sangat mungkin bisa berkompetisi di sana, anak-anak muda kita punya potensi untuk bersaing di sana. Pariwisata masuk dalam creative industry, masa depan kita semua, anak-anak bangsa," papar Arief Yahya.

Masih banyak Gubernur, Bupati, Walikota yang berfikir industri manufacture. Pabrik yang memproduksi barang barang. Di situlah, kita sulit berkompetisi dengan China. "Laki-laki ciptaan Tuhan, Perempuan juga ciptaan Tuhan. Selebihnya, made in China," Kelakar Arief Yahya yang diikuti gelak tawa sekitar 150 audience seminar itu.

KEK pariwisata yang sedang diprioritaskan Belitung di Desa Juru Sebrang, yang sejalur dengan Tanjung Batu, Belitung itu pas untuk menjemput masa depan Belitung. Kebetulan Bupati Beltim Yuslih Ihza Mahendra juga hadir di seminar itu. "Kami juga akan concern menggarap pariwisata," aku Yuslih.

Hanya berselang sehari, pagi ini, Selasa (23/2/2016), Gubernur Rustam Effendi, Bupati Belitung Sahani Saleh langsung menindaklanjuti rapat koordinasi KEK di Babel. Gubernur yang supel dan ramah itu memimpin langsung rakor, yang dihadiri oleh Deputi Pengembangan Destinasi Kemenpar, sekretaris Dewan Nasional KEK, Bupati Belitung, Asisten Gubernur, Kepala Bappeda Provinsi, Kepala BLHD Provinsi, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi, Kepala Bappeda Kabupaten, Kepala BLHD Kabupaten, Tim Pengusul KEK, dan Tim Pokja Destinasi Pariwisata Kemenpar.

Sementara itu, Fandi Wijaya, Pokja 10 Top Destinasi Kemenpar melaporkan, rakor mendesak agar persyaratan administratif KEK segera dilengkapi. "Seluruh item harus tuntas dalam 7 hari ini, selesai tanggal 1 Maret 2016, termasuk menyesuaikan dengan jadwal sidang DN KEK tanggal 2 Maret 2016," jelas Fandi Wijaya.

Fandi juga menambahkan, akan diadakan consignering mulai hari ini antara unsur Pemkab, Pengusul KEK, dan Tim Sekretariat DN KEK. "Pak Gubernur akan membuatkan surat dukungan/rekomendasi dengan melampirkan seluruh admin yang diperlukan, dan mengantarkan langsung ke Jakarta di tanggal 1 Maret 2016," sebutnya.

"Ya! Kami ingin ngebut, kami ingin membuat sejarah di Belitung. Kami ingin membangun objek wisata sekelas Bali baru, yang bisa menaikkan taraf hidup masyarakat secara berkesinambungan," kata Gubernur Rustam. (*/dnl)

wwwwww