Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
14 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
10 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
3
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
16 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
11 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
21 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
6
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
9 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Home  /  Berita  /  Badminton
Pesona Indonesia 2016

Gelar Festival Budaya, Kasultanan Kasepuhan Cirebon Gandeng Kemenpar

Gelar Festival Budaya, Kasultanan Kasepuhan Cirebon Gandeng Kemenpar
Festival Budaya Kesultanan Kesepuhan Cirebon. (net)
Rabu, 02 Maret 2016 11:09 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Kasultanan Kasepuhan Cirebon berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata menggelar Seni Pasanggrahan Sunyarag. Acara ini merupakan festival budaya yang bakal rutin menyapa warga kota Cirebon mulai 12 Maret - 5 November 2016.

Ada sejumlah perpaduan budaya yang dikemas dalam sebuah festival seni. Dominasinya, akan terlihat pada balutan budaya Cirebon, Persia dan Tiongkok. Ada Topeng Panji, Topeng Samba, Tari Tangan Seribu, Topeng Rumyang, Topeng Tumenggung, Topeng Jinggananom dan Topeng Klana yang siap menyapa.

Belum lagi genjring rudat sidapurna, tari adipatikana, Gandamana dan Tari Tayub. "Kami berterima kasih kepada Pak Sultan yang menggagas dan mempromosikan seni budaya Cirebon. Seni budaya Cirebon merupakan potensi luar biasa termasuk Sunyaragi. Insya Allah, mampu menggaet wisatawan mancanegara," papar Sesmen Kemenpar Ukus Kuswara, Rabu (02/03/2016).

Sultan Sepuh XIV Kasultanan Kasepuhan Cirebon, PRA Arief Natadiningrat, juga punya semangat yang sama dengan Ukus. Diaoptimistis Pasanggrahan Sunyaragi 2016 bisa mendongkrak angka kunjungan wisatawan ke Cirebon. " Gua Sunyaragi sebagai situs sejarah bisa dimanfaatkan untuk mengangkat kebudayaan dan pariwisata Cirebon," kata Sultan.

Semua itu bakal ditampilkan pada even yang digelar 12 Maret, 9 April, 7 Mei, 4 Juni, 9-10 Juli, 13 Agustus, 3 September, 1 Oktober dan 5 November 2016. "Tiap bulan akan rutin kami gelar. Acaranya didukung 15 nayaga dan 7 penari,” ungkap Sultan.

Dengan agenda ini, Sultan optimistis bisa menjaring 2 juta wisatawan di 2016. Targetnya naik dua kali lipat dari capaian 2015 yang menembus 1 juta kunjungan wisatawan. Bila dilihat dari segi transportasi dan akomodasi, Cirebon pantas pede.

Maklum, infrastruktur sekarang sudah sangat memadai. Dari sisi transportasi, jalur daratnya sudah bisa dilalui tol Cipali. Belum lagi akses rel kereta doble track Jakarta-Cirebon, Yogyakarta-Cirebon  dan Semarang-Cirebon. Setidaknya ada 200 perjalanan kereta yang melintasikota Cirebon.“Sejak 2015, ada 4 kapal pesiar asal Inggris, Perancis, Australia dan Singapura yang bersandar ke pelabuhan Cirebon. Dan nanti pada 2017 Bandara Internasional Jawa Barat juga akan selesai dibangun.Akses keCirebon akan makin mudah lagi,” papar Sultan.

Kemudahan akses tadi juga diimbangi dengan kesiapan akomodasi. Hingga akhir 2015, pertumbuhan hotel di Cirebon meningkat sangat tajam. Dalam kurun dua tahun, hampir 200 hotel berdiri di wilayah Cirebon. “Jadi target 2 juta kunjungan wisatawan saya kira sangat realistis. Kami ingin pariwisata Cirebon bisa mengejar Bali,” ungkap Sultan lagi.

Menpar Arief Yahya sendiri, menaruh hormat kepada Sultan yang sangat menjiwai semangat pariwisata. Gelar budaya yang digagas itu akan menjadi atraksi yang ditunggu-tunggu wisatawan. "Mudah-mudahan ini menginspirasi pusat-pusat kebudayaan yang lain. Pesona Indonesia ada dan hidup di mana-mana," tukas Menpar Arief. (*/dnl)

wwwwww