Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
19 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
15 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
16 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
11 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
11 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
6
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
21 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Home  /  Berita  /  Badminton
Kisruh PSSI

Ajukan 9 Syarat Pencabutan Pembekuan PSSI, Imam Nahrawi: PSSI Tidak Boleh Emosi

Ajukan 9 Syarat Pencabutan Pembekuan PSSI, Imam Nahrawi: PSSI Tidak Boleh Emosi
Ilustrasi kisruh PSSI dan Kemenpora. (net)
Jum'at, 04 Maret 2016 21:38 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, meminta PSSI menanggapi sembilan syarat pencabutan pembekuan PSSI dengan kepala dingin. PSSI diminta tidak emosi dan mengaitkan dengan hal lain.

Dalam Rapat Kerja dengan Komisi X DPR RI, Rabu (2/3/2016) lalu, Menpora menyampaikan sembilan syarat untuk bisa mencabut status pembekuan PSSI. Syarat tersebut di antaranya adalah taat pada sistem hukum nasional, berkomitmen secara konsisten terhadap perbaikan tata kelola sepakbola, dan menjamin adanya keterbukaan informasi publik yang akuntabel. 

"Sembilan syarat yang harus dipenuhi itu sesungguhnya cara kami untuk memastikan bahwa cara kita sama untuk melakukan reformasi, tidak boleh bertepuk sebelah tangan. Harus ada respons balik berupa paper, berupa tulisan, bukan cemoohan, bukan seperti yang kemarin terjadi kepada orang saya. Tapi harus memberi konsep yang sama sesuai dengan statuta FIFA," kata Imam, Jumat (04/03/2016), di Kantor Kemenpora.

Lebih lanjut Imam Nahrawi menjelaskan, syarat yang diajukannya, semestinya ditanggapi dengan dingin. Tidak dengan emosi, bahkan sampai memintanya untuk mundur. 

"Shalat saja ada syaratnya, wudhu, harus bersuci, bersih, itu shalat loh. Masuk sekolah juga ada syaratnya ada bayar uang pangkal dan sebagainya, masa yang ini (Surat Pembekuan PSSI) mau tanpa syarat," ujarnya. 

"Karenanya ini harus dilihat secara dingin enggak boleh emosi. Apalagi kemudian dikait-kaitkan dengan faktor like and dislike. Sampai kemudian karena syaratnya enggak bisa dipenuhi, lalu mendesak Menpora untuk mundur, saya kira sudah dewasa kita juga harus berfikir dewasa," tukasnya.

Ketika ditanya kapan target SK Pembekuan dicabut, Menpora masih menunggu komitmen PSSI. "Tergantung nanti sejauh mana komitmen untuk memperbaiki itu. Jangan pemerintah saja yang didorong, sementara mereka tidak mau," pungkasnya. *** d

wwwwww