Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
12 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
13 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
3
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
KOI
13 jam yang lalu
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
4
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
9 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
5
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
10 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
6
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Hukum
11 jam yang lalu
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Home  /  Berita  /  Badminton

Kekurangan Ruang Kelas, SDN Pompa Air Belajar di Bekas Gudang

Kekurangan Ruang Kelas, SDN Pompa Air Belajar di Bekas Gudang
Ilustrasi
Sabtu, 05 Maret 2016 16:45 WIB
Penulis: Farikhin
PANGKALANKERINCI - Meski jumlah siswa tak sebanding dengan ruang kelas yang ada, namun kegiatan belajar mengajar (KBM) di SDN 006 Pompa Air, Desa Kuala Semundam, Kecamatan Bandar Petalangan, Pelalawan, Riau, tetap normal. Hampir tiga tahun kondisi itu berlangsung.

Kepala Sekolah SDN 006, Nurbit, mengeluhkan kurangnya ruangan untuk KBM. Dirinya berharap Pemkab Pelalawan melalui Dinas Pendidikan segera mengatasi persoalan ini.

"Ruang pustaka kita dialih fungsikan untuk KBM. Ruang kelas yang ada dengan jumlah siswa 300 orang tak mampu lagi menampung," ujarnya, Sabtu (5/3/2016).

Nurbit menuturkan, ruangan yang semula gudang sekolah, juga telah dialih fungsikan menjadi tempat KBM. Kondisi yang ada memaksa pihak sekolah untuk melakukannya.

"Bahkan, lokasi parkir sekolah pun pernah kita jadikan tempat untuk KBM, juga bekas gudang yang hanya berukuran 4x8 meter persegi," sebutnya.

Nurbit berharap, ada solusi untuk mengatasi kekurangan lokal, yang semestinya direncanakan dan dibangun secara berkala dan prioritas.

"Hingga sekarang ruang guru dan Kepsek juga belum ada. Permohonan penambahan bangunan baru sudah berulang kali kita ajukan, namun belum ada kepastian," tandasnya.(***)

Kategori:Umum, Badminton
wwwwww