Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
8 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
7 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
3
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
2 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
4
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
Hukum
2 jam yang lalu
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
5
Pujian Cara Pemain Bali United Berjuang Raih Kemenangan Tandang Perdana
Sepakbola
2 jam yang lalu
Pujian Cara Pemain Bali United Berjuang Raih Kemenangan Tandang Perdana
6
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
2 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
Home  /  Berita  /  Badminton
Kisruh PSSI dan Menpora

Lanyalla Matalliti: Saya Lagi Menghitung Kerugian PSSI, Tak mau Ganti Menpora Saya Penjarakan

Lanyalla Matalliti: Saya Lagi Menghitung Kerugian PSSI, Tak mau Ganti Menpora Saya Penjarakan
Ketua PSSI Lanyalla Matalliti saat berada di Kota Makkah Saudi Arabia.
Kamis, 10 Maret 2016 14:25 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Pasca kekalahan Menpora dari PSSI di MA, sepertinya Imam Nahrawi tetap bersikukuh akan mencabut SK Pembekuan PSSI, namun dengan sembilan syarat yang ia ajukan ke PSSI. Salah satunya adalah mempercepat Kongres Luar Biasa (KLB). Bahkan Kemenpora juga berniat untuk mengajukan peninjauan kembali (PK) terhadap putusan MA.

Namun bagi Ketua Umum PSSI Lanyalla Mahmud Matalliti, dirinya sudah tidak mau lagi menanggapi dan menggubris semua manuver dari Imam Nahrawi.

"Urusan apa sama dia. Dia itu su­dah kalah kok masih ngasih syarat. Nggak ada syaratan-syaratan. Yang jelas PSSI menang mut­lak 3-0. Kalau mau cabut, cabut aja. Nggak mau dicabut, sudah tercabut oleh MA. Mau apa dia, ini jangan dipersulit, PSSI sudah menang. Dan sudah nggak butuh dicabut, karena secara otomatis sudah tercabut putusan hukum. Jadi mau syarat opo me­neh," ungkap Lanyalla, Kamis (10/03/2016) dari Makkah Saudi Arabia.

Bahkan dirinya juga mengaku, saat ini PSSI mengalami kerugian besar. Kerugian tersebut menurutnya efek atau imbas dari pembekuan yang dilakukan Pemerintah (Kemenpora). "Sekarang saya lagi menghitung berapa ratus miliar rug­inya PSSI. Dan saya akan tuntut dia," tegas Lanyalla.

Saat ditanya akan menuntut kemana, Lanyalla dengan tegas menjawab ke Menpora. "Ke Menpora sudah jelas, saya juga mau minta ganti rugi sama Pak Presiden sekalian, kalau tak mau ganti, eggak ada urusan saya. Langsung saya masukin penjara saja, saya tak gentar, negara kita ini negara hukum lho," jelasnya.

Adapun kerugian yang dialami PSSi saat ini berkisar Rp5 triliun sampai Rp10 triliun. "Saya akan tuntut sebesar-besarnya. Dan ini buntutnya panjang lho, boleh tanya ke orang hukum. Itu yang namanya Jokowi, bisa di-im­peachment lho sama rakyat jika tidak melaksanakan undang-undang. Saya sekarang lagi di Mekkah, Senin akan saya surati ke Presiden untuk perin­tahkan Nahrawi (Menpora) segera mencabut. Kalau tidak dilaksanakan, saya akan nuntut kerugian," ancam Lanyalla. ***

wwwwww