Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
24 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
2
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
24 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
3
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
11 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
4
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
10 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
5
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
5 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
6
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
KONI
23 jam yang lalu
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  Badminton

Oesman Sapta: Semua Daerah Harus Mencontoh Budaya Betawi yang Cukup Toleran dengan Budaya Lain

Oesman Sapta: Semua Daerah Harus Mencontoh Budaya Betawi yang Cukup Toleran dengan Budaya Lain
Wakil Ketua MPR RI, Oesman Sapta. (Legislatif.co)
Sabtu, 19 Maret 2016 10:47 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Wakil Ketua MPR RI, Oesman Sapta dalam pembukaan sosialisasi MPR RI di Perkampungan Budaya Betawi Situbabakan, mengajak seluruh daerah di Indonesia untuk mencontoh kebudayaan Betawi yang dianggap sangat toleran dengan keluar masuknya budaya lain di Jakarta, Sabtu (19/03/2016).

Oesman Sapta juga menjelaskan, saat ini dengan semakin majunya zaman dan berkembangnya budaya barat yang terus menerus masuk ke tanah air, kita harus lebih hati-hati dan memperkuat budaya kita sendiri. Dan membentengi diri dengan empat pilar kebangsaan.

"Kalau dulu sipitung mempertahankan Budaya Betawi dengan cucuran darah dan keringat melawan penjajah, ya untuk saat ini kita sebagai sipitung baru, wajib hukumnya menjaga dan melestarikan budaya kita. Saya sangat terkesan dengan Kebudayaan Betawi ini, karena dikampung saya, belum tentu bisa setoleransi disini. Jika bicara soal kultur, Betawi lah yang paling lengkap," jelas Oesman Sapta.

Dirinya juga mengingatkan, saat ini banyak sekali masyarakat khususnya kalangan muda di Indonesia, yang seakan terlena dan mengabaiakan budaya sendiri. "Kita tidak menyalahkan mereka, karena zamannya yang sudah begitu, namun setidaknya, dengan membentengi diri dengan empat pilar kebangsaan, anak muda kita tidak terlena dan terjerumus dengan budaya yang menyesatkan," tukasnya.***

wwwwww