Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PDIP Rotasi Ribka Tjiptaning ke Komisi VII Usai Tolak Vaksin
Politik
22 jam yang lalu
PDIP Rotasi Ribka Tjiptaning ke Komisi VII Usai Tolak Vaksin
2
Jika Yakin Bersih, MAKI Tantang Herman Herry dan Ihsan Yunus Berani Datangi KPK
Politik
22 jam yang lalu
Jika Yakin Bersih, MAKI Tantang Herman Herry dan Ihsan Yunus Berani Datangi KPK
3
Aksi Kemanusiaan Korban Gempa, IMI Kirim Tiga Truk Makanan ke Sulbar
Politik
22 jam yang lalu
Aksi Kemanusiaan Korban Gempa, IMI Kirim Tiga Truk Makanan ke Sulbar
4
Indonesia dalam Adangan Bencana, Srikandi NasDem: "Setiap Elemen Masyarakat dapat Berperan dalam Penanggulangan"
DPR RI
14 jam yang lalu
Indonesia dalam Adangan Bencana, Srikandi NasDem: Setiap Elemen Masyarakat dapat Berperan dalam Penanggulangan
5
Soal Calon Ketum PB PASI, Teguh Rahardjo: Itu Wewenang Pemilik Suara
Olahraga
7 jam yang lalu
Soal Calon Ketum PB PASI, Teguh Rahardjo: Itu Wewenang Pemilik Suara
6
Mendagri Beri Masukan Calon Kapolri soal Penegakan Hukum yang Tegas
Nasional
13 jam yang lalu
Mendagri Beri Masukan Calon Kapolri soal Penegakan Hukum yang Tegas
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Oesman Sapta: Semua Daerah Harus Mencontoh Budaya Betawi yang Cukup Toleran dengan Budaya Lain

Oesman Sapta: Semua Daerah Harus Mencontoh Budaya Betawi yang Cukup Toleran dengan Budaya Lain
Wakil Ketua MPR RI, Oesman Sapta. (Legislatif.co)
Sabtu, 19 Maret 2016 10:47 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Wakil Ketua MPR RI, Oesman Sapta dalam pembukaan sosialisasi MPR RI di Perkampungan Budaya Betawi Situbabakan, mengajak seluruh daerah di Indonesia untuk mencontoh kebudayaan Betawi yang dianggap sangat toleran dengan keluar masuknya budaya lain di Jakarta, Sabtu (19/03/2016).

Oesman Sapta juga menjelaskan, saat ini dengan semakin majunya zaman dan berkembangnya budaya barat yang terus menerus masuk ke tanah air, kita harus lebih hati-hati dan memperkuat budaya kita sendiri. Dan membentengi diri dengan empat pilar kebangsaan.

"Kalau dulu sipitung mempertahankan Budaya Betawi dengan cucuran darah dan keringat melawan penjajah, ya untuk saat ini kita sebagai sipitung baru, wajib hukumnya menjaga dan melestarikan budaya kita. Saya sangat terkesan dengan Kebudayaan Betawi ini, karena dikampung saya, belum tentu bisa setoleransi disini. Jika bicara soal kultur, Betawi lah yang paling lengkap," jelas Oesman Sapta.

Dirinya juga mengingatkan, saat ini banyak sekali masyarakat khususnya kalangan muda di Indonesia, yang seakan terlena dan mengabaiakan budaya sendiri. "Kita tidak menyalahkan mereka, karena zamannya yang sudah begitu, namun setidaknya, dengan membentengi diri dengan empat pilar kebangsaan, anak muda kita tidak terlena dan terjerumus dengan budaya yang menyesatkan," tukasnya.***

wwwwww