Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pakai Masker Plastik Kena Razia Polisi, Begini Pose Kocak Kakek Pas Jadi Sorotan
Peristiwa
17 jam yang lalu
Pakai Masker Plastik Kena Razia Polisi, Begini Pose Kocak Kakek Pas Jadi Sorotan
2
Dirjen PRL Kementerian Kelautan Wafat Setelah Terinfeksi Corona
Nasional
21 jam yang lalu
3
PKS Nilai RUU APBN 2021 Belum Fokus Mengatasi Covid-19
Politik
19 jam yang lalu
PKS Nilai RUU APBN 2021 Belum Fokus Mengatasi Covid-19
4
Kerangka Kerjasama Belt And Road RI dan RRT Harus Saling Menghargai dan Kesetaraan
Politik
17 jam yang lalu
Kerangka Kerjasama Belt And Road RI dan RRT Harus Saling Menghargai dan Kesetaraan
5
Ke Mahasiswa Papua di Padang, Dirjen Otda Kemendagri dan Stafsus Presiden Perkenalkan 'Para-Para Papua'
Pemerintahan
19 jam yang lalu
Ke Mahasiswa Papua di Padang, Dirjen Otda Kemendagri dan Stafsus Presiden Perkenalkan Para-Para Papua
6
Tiga Nama Sudah Diserahkan, Presiden Didesak Segera Tetapkan Sekjen KPU RI
Pemerintahan
19 jam yang lalu
Tiga Nama Sudah Diserahkan, Presiden Didesak Segera Tetapkan Sekjen KPU RI
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Oesman Sapta: Semua Daerah Harus Mencontoh Budaya Betawi yang Cukup Toleran dengan Budaya Lain

Oesman Sapta: Semua Daerah Harus Mencontoh Budaya Betawi yang Cukup Toleran dengan Budaya Lain
Wakil Ketua MPR RI, Oesman Sapta. (Legislatif.co)
Sabtu, 19 Maret 2016 10:47 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Wakil Ketua MPR RI, Oesman Sapta dalam pembukaan sosialisasi MPR RI di Perkampungan Budaya Betawi Situbabakan, mengajak seluruh daerah di Indonesia untuk mencontoh kebudayaan Betawi yang dianggap sangat toleran dengan keluar masuknya budaya lain di Jakarta, Sabtu (19/03/2016).

Oesman Sapta juga menjelaskan, saat ini dengan semakin majunya zaman dan berkembangnya budaya barat yang terus menerus masuk ke tanah air, kita harus lebih hati-hati dan memperkuat budaya kita sendiri. Dan membentengi diri dengan empat pilar kebangsaan.

"Kalau dulu sipitung mempertahankan Budaya Betawi dengan cucuran darah dan keringat melawan penjajah, ya untuk saat ini kita sebagai sipitung baru, wajib hukumnya menjaga dan melestarikan budaya kita. Saya sangat terkesan dengan Kebudayaan Betawi ini, karena dikampung saya, belum tentu bisa setoleransi disini. Jika bicara soal kultur, Betawi lah yang paling lengkap," jelas Oesman Sapta.

Dirinya juga mengingatkan, saat ini banyak sekali masyarakat khususnya kalangan muda di Indonesia, yang seakan terlena dan mengabaiakan budaya sendiri. "Kita tidak menyalahkan mereka, karena zamannya yang sudah begitu, namun setidaknya, dengan membentengi diri dengan empat pilar kebangsaan, anak muda kita tidak terlena dan terjerumus dengan budaya yang menyesatkan," tukasnya.***


wwwwww