Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Minta Tetapkan Tersangka Kasus Korupsi Bansos Siak, Komisi III DPR RI Sambangi Kejati Riau
Politik
10 jam yang lalu
Minta Tetapkan Tersangka Kasus Korupsi Bansos Siak, Komisi III DPR RI Sambangi Kejati Riau
2
RDPU dengan DPR, Ferry J Kono: Masih Banyak Yang Belum Memahami Peran KOI
Olahraga
23 jam yang lalu
RDPU dengan DPR, Ferry J Kono: Masih Banyak Yang Belum Memahami Peran KOI
3
Kapolda Metro Jaya Disebut Potensial jadi Kapolri, Kapolda Riau jadi Kepala BNN
Umum
13 jam yang lalu
Kapolda Metro Jaya Disebut Potensial jadi Kapolri, Kapolda Riau jadi Kepala BNN
4
KPK Periksa Pejabat Kemensos terkait Bansos Covid-19
Hukum
14 jam yang lalu
KPK Periksa Pejabat Kemensos terkait Bansos Covid-19
5
DPR: Sinergi Regulasi dengan Kerja Pemerintah Membangun Optimisme PEN
DPR RI
12 jam yang lalu
DPR: Sinergi Regulasi dengan Kerja Pemerintah Membangun Optimisme PEN
6
Munas Ditunda, Pengprov Pertina Kaltim dan Sulsel Minta Kepastian Jadwal 
Olahraga
11 jam yang lalu
Munas Ditunda, Pengprov Pertina Kaltim dan Sulsel Minta Kepastian Jadwal 
Home  /  Berita  /  GoNews Group
Buka Pagelaran Budaya Betawi di Setu Babakan

Oesman Sapta: Rasa Kebangsaan Generasi Muda Mulai Luntur Karena Tergerus Budaya Asing

Oesman Sapta: Rasa Kebangsaan Generasi Muda Mulai Luntur Karena Tergerus Budaya Asing
Wakil Ketua MPR RI, Oesman Sapta. (Legislatif.co)
Sabtu, 19 Maret 2016 10:58 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Wakil Ketua MPR Oesman Sapta mendapat pengalungan kain sarung ketika memasuki komplek perkampungan budaya Betawi Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu 19 Maret 2016. Pengalungan kain sebagai tanda kehormatan kepada tamu.

Kehadiran Oesman Sapta di perkampungan budaya Betawi Setu Babakan untuk membuka pagelaran budaya Betawi bertema memperkuat nilai-nilai kebangsaan dalam rangka sosialisasi Empat Pilar MPR RI. Oesman Sapta memenuhi undangan anggota DPD DKI Jakarta Dr Abdul Azis Khafia, SSi, MSi. Hadir pula beberapa anggota MPR lainnya di antaranya H. Syarif (DPD Lampung), Abdul Qadir Amir Hartono (Jawa Timur), Dr Delis (Sulawesi Tengah)

Sebelum menyampaikan orasi kebangsaan, Oesman Sapta menyaksikan tarian nandak ganjen. Tarian ini menggambarkan remaja putri Betawi yang menginjak dewasa dan senang berdandan.

Oesman Sapta dalam orasi kebangsaan mengatakan pagelaran seni budaya merupakan upaya membudayakan rasa kebangsaan. "Apakah benar dalam hati nurani kita sudah memiliki rasa kebangsaan? Belum tentu. Ada yang tidak memiliki rasa kebangsaan. Rasa kebangsaan generasi muda mulai luntur karena tergerus budaya asing," katanya.

Pagelaran seni budaya, lanjut Oesman Spata, dapat menyampaikan pesan Empat Pilar (Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika). "Kenapa melalui budaya? Karena budaya penting," ujarnya. Oesman lalu memberi contoh ucapan salah seorang artis yang menghina lambang negara.

"Perilaku (artis) itu sudah merusak citra anak bangsa yang sekarang sudah kehilangan jati diri. Perilaku itu malah menambah rusak kewibawaan bangsa Indonesia," kata Oesman yang akrab disapa Oso seraya mengingatkan kepada seniman untuk memilki rasa kebangsaan.

Usai menyampaikan orasi kebangsaan, Oso mendapat bir pletok dan kerak telor. Diiringi alunan gambang kromong, Oso mencicipi bir pletok dan kerak telor sambil sedikit menari.

Sementara Abdul Azis Khafia sebagai tuan rumah menyatakan MPR baru pertama kali mengadakan acara secara resmi di Setu Babakan. "Suatu kebangaan bisa dihadiri Wakil Ketua MPR Oesman Sapta. Baru pagi ini ada kepastian kehadiran Bang Oso, padahal semalam masih di Bali," katanya.

Azis berharap pagelaran budaya Betawi ini bisa memberi ghirah kebangsaan yang mulai luntur. "Empat Pilar ini sesuai sejalan dengan semangat nilai-nilai ke-Betawi-an," katanya. ***

wwwwww