Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
13 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
14 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
3
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
KOI
14 jam yang lalu
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
4
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
10 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
5
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
10 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
6
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Hukum
11 jam yang lalu
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Home  /  Berita  /  Badminton

Kelompok Santoso Masuk List Teroris Berbahaya di USA, Komisi III DPR: Kinerja Penegak Hukum Masih Buruk

Kelompok Santoso Masuk List Teroris Berbahaya di USA, Komisi III DPR: Kinerja Penegak Hukum Masih Buruk
Ilustrasi Densus 88. (net)
Kamis, 24 Maret 2016 18:12 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Sosok Santoso, pemimpin kelompok bersenjata yang tengah bersembunyi di Poso, Sulawesi, telah dimasukan ke dalam daftar teroris berbahaya oleh Amerika Serikat (AS).

Hal ini mendapat tanggapan serius dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI Desmond Mahesa. Dia menilai masih berkeliarannya kelompok Santoso menunjukan buruknya sinergi para penegak hukum.

"Kesannya (kelompok Santoso) dipelihara. Seharusnya sejak dulu operasi gabungan. Kalau hanya Densus nanti mereka salah bunuh lagi," kata Desmond, Kamis (24/03/2016).

Menurut politikus Partai Gerindra ini, Densus 88 sendiri sudah punya kesan negatif di sebagian masyarakat. Karena itu katanya, tidak bisa hanya menitikberatkan operasi hanya pada Densus semata.

"Densus sudah jelek di mata masyarakat. Kalau hanya andalkan mereka saja kesannya egoisme sektoral. Harus libatkan semua agar tidak terkesan Santoso ini dipelihara," ujar Desmond.

Sementara itu, Ketua DPR RI Ade Komarudin atau Akom menilai wajar Santoso dimasukan ke daftar itu. Menurutnya aksi terorisme adalah ancaman untuk dunia internasional.

"Amerika mungkin sudah memandang itu tingkat berbahaya makanya dimasukkan ke daftar orang yang mengancam keamanan nasional," kata Akom. ***

wwwwww