Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
14 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
15 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
3
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
11 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
4
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
11 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
5
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
KOI
14 jam yang lalu
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
6
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Hukum
12 jam yang lalu
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Home  /  Berita  /  Badminton
Jelang Pilkada DKI Jakarta 2017

Waduh, Fadli Zon Sebut Ahok Sebagai Malin Kundang Bermulut Besar

Waduh, Fadli Zon Sebut Ahok Sebagai Malin Kundang Bermulut Besar
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon. (legislatif.co)
Kamis, 24 Maret 2016 18:05 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menyebut Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai politisi Malin Kundang.

"Bukan hanya kutu loncat. Kan kami yang membawa Ahok. Jadi jangan jadi politisi Malin Kundang," katanya di Gedung DPR Jakarta, Kamis (24/3/2016).

Fadli mengingatkan kembali jasa Gerindra yang menghantar Ahok ke kursi DKI 1. Menurutnya, tanpa Gerindra Ahok tidak akan bisa menjadi wakil gubernur. "Ini seperti Malin Kundang Moderen saja, padahal dia tidak bisa menjadi wakil gubernur kalau tidak didukung oleh Gerindra," katanya.

Diketahui, Gerindra adalah partai yang membawa Ahok sebagai Wakil Gubernur berpasangan denga Joko Widodo kala Pilgub 2012. Setelah Jokowi terpilih jadi presiden, Ahok lantas naik jadi Gubernur.

Tapi sebelum pelantikan, Ahok mengambil langkah politik yang dianggap mengejutkan. Ahok memilih keluar dari Partai Gerindra yang mengusungnya, dengan alasan perbedaan visi.

Bukan hanya disebut Malin Kundang, Ahok juga dinilai sebagai manusia yang bermulut besar. "Saya lihat Ahok ini bermulut besar. Sama seperti si Mulut Besar Muhammad Ali. Ada buktinya Ahok ini mulut besar, kosong. Di Bangka Belitung dia kalah," ketusnya.

Bukan hanya itu, Ahok juga disebut pada dasarnya kalah di Jakarta. Karena saat menang pilkada, masyarakat sebetulnya memilih Jokowi.

"Awalnya juga Ahok ditolak banyak pihak. Termasuk Jokowi dan Megawati. Hingga akhirnya Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto meyakinkan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri," jelasnya.

Diketahui, hubungan Fadli-Ahok kembali memanas ketika Fadli keras bersuara soal dugaan Ahok di kasus RS Sumber Waras. Ahok menganggap sebagai pimpinan institusi perwakilan rakyat seharusnya Fadli lebih mengerti bagaimana bersikap soal menindaklanjuti kasus dugaan korupsi pembelian lahan RS. Sumber Waras.

"Bukan ngakali saya, duel berdebat begini. Lama-lama dia kalah berdebat, ngajak saya, naik ke ring nih. Kalau naik ring saya jamin Fadli Zon KO sama saya," ujar Ahok di Balai Kota Jakarta, Kamis (17/3/2016) yang lalu.

Yang lebih ektrim lagi, Fadli Zon juga menyebutkan, Jakarta saat ini tidak membutuhkan seorang yang bernama Ahok.

"Saya kira tudak butuh Ahok. Kita butuh orang yang bisa kerja. Yang mau membawa Jakarta kepada kebaikan. Bukan banyak bicara," ketusnya lagi.

Fadli memang mengakui Ahok juga membawa berbagai perbaikan di Jakarta. Tapi kasus pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras, merusak itu semua. Pasalnya Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sendiri sudah melaporkan sejumlah indikasi korupsi dalam kasus ini.

"Masalahnya kalau ada kasus Sumber Waras masa kita diamkan. Masyarakat harus jeli. Harus yang bisa mengayomi semua lapisan masyarakat, harus ramah kepada semua warga, bukan hanya ramah dengan orang kaya," tegasnya. ***

wwwwww