Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
15 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
12 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
3
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
13 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
4
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
16 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
5
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
KOI
16 jam yang lalu
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
6
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Hukum
14 jam yang lalu
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Home  /  Berita  /  Badminton

Meski Putusan Jokowi Terlambat, Fadli Zon: Publik Harus Menilai Sisi Positifnya

Meski Putusan Jokowi Terlambat, Fadli Zon: Publik Harus Menilai Sisi Positifnya
Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon. (Legislatif.co)
Kamis, 24 Maret 2016 17:52 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fadli Zon mengakatakan putusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait nasib blok Masela, cenderung terlambat.

"Harusnya keputusan bisa segera. Sebelum ada kisruh. Dudukkan secara internal dikaji baik buruk lalu diambil keputusan sehingga tidak menimbulkan hal yang tidak perlu kita dengar di muka publik," kata Fadli kepada Legislatif.co (GoNews Group) di Gedung DPR Jakarta, Kamis (24/3/2016).

Di sisi lain, meski terlambat dan menyisahkan banyak pekerjaan rumah, Fadli menghimbau agar publik melihat sisi positif dari putusan yang diambil Jokowi itu.

"Kita lihat kelebihan dari keputusan itu bisa melibatkan masyarakat di sekitar lokasi dan kontraktor. Tapi masalahnya ada pekerjaan rumah terkait pembebasan tanah," ungkapnya.

Sebelumnya, setelah memicu konflik panjang dan perdebatan antar Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli dan Menteri ESDM Sudirman Said, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya memutuskan proyek Blok Masela dibangun di darat atau onshore dengan mempertimbangkan berbagai masukan dan saran yang diberikan.

"Ini adalah sebuah proyek jangka panjang tidak hanya 10 tahun atau 15 tahun, tapi proyek sangat panjang yang menyangkut ratusan triliun rupiah, oleh sebab itu dari kalkulasi perhitungan, pertimbangan-pertimbangan yang sudah saya hitung kita putuskan dibangun di darat," kata Jokowi haru Rabu kemarin. ***

wwwwww