Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
10 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
10 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
3
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
5 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
4
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
Hukum
5 jam yang lalu
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
5
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
4 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
6
Pujian Cara Pemain Bali United Berjuang Raih Kemenangan Tandang Perdana
Sepakbola
4 jam yang lalu
Pujian Cara Pemain Bali United Berjuang Raih Kemenangan Tandang Perdana
Home  /  Berita  /  Badminton

Fahri Hamzah: Saat Beredar dan Bocor, Maka Saya Anggap Ada Unsur Sengaja Seakan-akan Saya Layak Diberhentikan

Fahri Hamzah: Saat Beredar dan Bocor, Maka Saya Anggap Ada Unsur Sengaja Seakan-akan Saya Layak Diberhentikan
Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah saat memberikan keterangan pers di ruang kerjanya. (Legislatif.co)
Senin, 04 April 2016 12:25 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Wakil Ketua DPR RI yang merupakan kader partai PKS Fahri Hamzah, secara resmi memberikan tanggapan atas keluarnya surat pemberhentian dirinya dari PKS.

Dirinya menyebutkan, ada sebagian orang yang sengaja menyebarluaskan surat pemberhentianya ke publik. "Seakan-akan saya ini layak untuk diberhentikan. Sebelumnya saya minta maaf sejak kemarin belum bisa memberi keterangan terkait hal ini. Mengingat telah banyak provokasi terhadap saya untuk melakukan tindakan terbuka pada publik, yang akhirnya saya dianggap mengadu domba antar kader, jadi saya sangat hati-hati dalam mengambil pernyataan," ungkap Fahri, Senin (04/04/2016) di Gedung DPR RI.

Dirinya juga mengakui telah menerima surat tersebut, namun dia sangat menyangkan surat itu sudah terlanjur menyebar ke publik. "Terus terang saat ditanya kawan-kawan dan kader PKS, HP saya sampai panas, karena banyak sekali pertanyaan yang masuk. Saat itu saya juga bingung mau menjelaskan apa? Karena saya belum memegang surat itu," ceritanya.

Fahri mengakui, dirinya baru menerima surat tersebut pada Minggu malam. "Awalnya saya hanya menjawab dan memberi klarifikasi seadanya, tapi tiba-tiba sekitar pukul 20.00 WIB, datang seorang  petugas ke kediaman pribadi saya, dia bilang membawa surat dari Partai PKS, saya kecewa setelah membaca surat tersebut, karena seharusnya masalah ini bisa dibicarakan secara terbuka pada publik," tukasnya. ***

wwwwww