Kasus Pemecatan Fahri dari PKS

Masyarakat NTB Datang ke Jakarta, Klaim 125.068 Orang Milih Fahri Hamzah Secara Individu Bukan Pilih PKS

Masyarakat NTB Datang ke Jakarta, Klaim 125.068 Orang Milih Fahri Hamzah Secara Individu Bukan Pilih PKS
Ilustrasi perseteruan Fahri Hamzah dan Partai PKS. (istimewa)
Senin, 11 April 2016 10:52 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Sejak DPP PKS mengeluarkan surat pemecatan terhadap Fahri Hamzah, Ditambah keluarnya Surat edaran larangan untuk berkomunikasi dengan Fahri, berbagai Komentar masyarakat muncul kepada Partai PKS.

Salah seorang tokoh masyarakat NTB yang merasa telah memilih Fahri Hamzah, kepada Legislatif.co (GoNews Group) mengatakan, dirinya akan meminta pertanggungjawaban atas aspirasi rakyat NTB yang telah menitip aspirasinya kepada Seorang Fahri Hamzah untuk Wakil mereka di DPR RI.

"Kami rakyat NTB menitip aspirasi kami kepada Fahri Hamzah, di TPS kami bukan memilih Partai PKS, tetapi kami memilih Individu Fahri Hamzah, dan kami tidak rela PKS seenaknya memecat Fahri Hamzah." ungkap Lalu Azman dan Mustopa di Jakarta, Senin (11/4/2016).

Lalu Azman juga mengatakan, Pihaknya jauh-jauh datang dari NTB ingin memberikan surat keberatan kepada Partai PKS, dan surat kepada KPU, dan Presiden.

"Kami datang dari NTB atas inisiatif kami sendiri, dan kami akan mengantarkan surat ke DPP PKS,KPU juga Presiden, agar PKS, KPU dan Presiden sadar kalau kami rakyat NTB bukan milih lambang Partai PKS di TPS, tetapi memilih Individu Fahri Hamzah," Jelasnya.

Mustopa menambahkan, dirinya sangat menyayangkan sikap Partai PKS yang katanya Partai Keadilan Sejahtera, justru tidak ada rasa keadilan bagi rakyat NTB yang memilih Fahri Hamzah.

"Katanya Partai Keadilan Sejahtera, tetapi tolong PKS adil dong sama kami rakyat NTB, kami yang memilih individu Fahri Hamzah itu jumlahnya 125,068 orang. Itu aspirasi kami ke Fahri loh, bukan ke Partai PKS. Jadi tolong adil," ujarnya.

Lanjut Mustopa, sebagai Partai yang bernuansakan religius, PKS dinilai telah jauh melenceng dari nilai-nilai dakwah islam. "Saya heran, PKS sepertinya sudah keluar dari relnya," pungkasnya. ***


wwwwww