Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
11 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
12 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
3
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
KOI
11 jam yang lalu
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
4
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
8 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
5
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Hukum
9 jam yang lalu
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
6
BMKG Prakirakan Hujan Membasahi Sejumlah Wilayah Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
18 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Hujan Membasahi Sejumlah Wilayah Jabodetabek Hari Ini
Home  /  Berita  /  Badminton

Kejar Pertumbuhan Ekonomi Diatas 5 Persen, Indonesia Butuh Tenaga Kerja Industri 600 Ribu Orang

Kejar Pertumbuhan Ekonomi Diatas 5 Persen, Indonesia Butuh Tenaga Kerja Industri 600 Ribu Orang
Kapusdiklat Industri Kemenperin RI, Mujiyono (kiri) didampingi Kepala BDI Padang Joni Afrizon ketikan diwawancari wartawan.
Rabu, 18 Mei 2016 14:26 WIB
Penulis: Calva
PADANG - Guna mengejar pertumbuhan ekonomi diatas 5 persen, Indonesia butuh tenaga kerja industri sekitar 600 ribu orang. Kebutuhan sebanyak ini merupakan tantangan besar dunia kerja dan industri di Indonesia.

Data ini diungkapkan Kepala Pusdiklat Industri Kemenperin RI, Mujiyono ketika berada di Padang dalam rangka membuka Diklat 3 in 1 Batik Tanah Liat di BDI Padang, Rabu (18/5/2016).

Disebutkan Mujiyono, kebutuhan tenaga yang besar ini, kalau tidak bisa disediakan dengan tenaga trampil dalam negeri, bisa jadi diisi oleh tenaga kerja asing dari kawasan ASEAN yang sudah diberlakukan MEA di 2016 ini.

Untuk itu, katanya, Pusdiklat Industri RI, mempersiapkan sekitar 15 ribu tenaga kerja trampil tahun 2016. Dan diharapkan semua departemen bisa pula ikut dalam pemenuhan kebutuhan tenaga kerja yang banyak ini.

Dalam kesempatan yang sama, Mujiyono juga mengatakan, Kemenperin RI juga mendukung dan mendorong peningkatan jumlah wirausaha nasional yang kini masih dibawah 2 persen dari total populasi penduduk Indonesia.

"Untuk jadi negara yang maju, Indonesia membutuhkan setedaknya 2,5 persen wirausaha," sebutnya. ***

wwwwww