Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
11 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
13 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
3
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
KOI
12 jam yang lalu
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
4
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
8 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
5
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
9 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
6
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Hukum
10 jam yang lalu
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Home  /  Berita  /  Badminton

Tingkatkan Daya Saing Batik Tanah Liat, 70 Orang Jalani Pelatihan di BDI Padang

Tingkatkan Daya Saing Batik Tanah Liat, 70 Orang Jalani Pelatihan di BDI Padang
Kapusdiklat Industri Kemenperin RI Mujiyona mengenakan kokarde peserta Diklat 3 in 1 Batik Tanah Liat di BDI Padang, Rabu (18/5/2016).
Rabu, 18 Mei 2016 13:25 WIB
Penulis: Calva
PADANG - Ciri khas batik Minangkabau berupa batik tanah liek (tanah liat) harus dilestarikan dan ditingkatkan mutu serta daya saingnya di pasaran. Salah satu caranya membentuk tenaga-tenaga trampil yang kreatif yang bersertifikasi.

Hal ini dikatakan Kepala Balai Diklat Industri (BDI) Padang Joni Afrizon, ketika memberikan sambutan pada acara Diklat Membatik 3 in 1 Tanah Liat, di Aula BDI Padang, Rabu (18/5/2016).

Disebutkan Joni, Batik Tanah Liat saat ini semakin meningkat permintaannya dan punya pangsa pasar yang baik di Sumbar. Karena di Sumbar ada kewajiban mengenakan baju batik bagi pegawai dan anak sekolah. Untuk bisa bersaing, tentu dibutuhkan mutu dan tenaga trampil yang bisa mengembangkan batik tanah liat ini.

"Pelatihan bagi 70 orang ini, dalam rangka membentuk tenaga trampil membuat batik tanah liat dan sekaligus menempatkan mereka bekerja pada salah satu pusat batik tanah liat di Padang, yakni Ayesha Collection," kata Joni.

Joni juga menyebutkan, diklat 3 in 1 ini, merupakan pola yang dikembangkan Pusdiklan Industri Kementrian Perindustrian di seluruh BDI di Indonesia. Yakni, para peserta dilatih, disertifikasi dan kemudian ditempatkan bekerja pada perusahaan industri yang ada.

Kepala Pusdiklat Industri Kemenperin RI, Mujiyono yang membuka Diklat ini, juga menegaskan, penyelenggaraan pelatihan di BDI di Indonesia disesuaikan dengan spesialisasi masing-masing BDI. BDI Padang, ditetapkan punya spesialisasi bordir dan fasyen.

"Ini mengacu pada potensi Sumbar yang memiliki kekayaan dan potensi industri bordir dan fasyen yang terkenal keunggulannya," katanya.

BDI Padang, lanjutnya, dengan spesialiasi yang ada, bisa menyiapkan tenaga-tenaga terampil di bidang bordir dan fasyen guna peningkatan industri bordir dan fasyen nasional, khususnya di Sumbar.

Para peserta pelatihan berasal dari Kota Padang, Solok dan Bukittingi yang direkrut langsung Ayesha Collection. ***

Kategori:Badminton, Ekonomi
wwwwww