Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
11 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
13 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
3
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
18 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
4
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
7 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
5
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
8 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
6
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Umum
12 jam yang lalu
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Home  /  Berita  /  Badminton
Wonderful Indonesia 2016

Fremantle Sailing Club Bakal Merapat ke Banyuwangi, Ini Penjelasnya

Fremantle Sailing Club Bakal Merapat ke Banyuwangi, Ini Penjelasnya
Puluhan Yacth dari Australia bakal sambangi Banyuwangi. (net)
Selasa, 24 Mei 2016 22:24 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA- Keputusan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III melalui anak perusahaan Pelindo Properti Indonesia (PPI) mendahulukan pengembangan pelabuhan wisata Marina Banyuwangi di Jawa Timur mulai berdampak positif.

Gara-gara itu, puluhan yacht yang tergabung dalam Fremantle Sailing Club di Australia Barat bakal berlabuh di Kabupaten Banyuwangi pada 2017 mendatang. Rombongan Fremantle Yacht Rally itu dijadwalkan berangkat dari Australia Barat pada 22 Mei 2017.

“Info yang disampaikan ke kami memang seperti itu. Puluhan kapal Fremantle Yacht Rally akan berlabuh di Banyuwangi seiring dengan pembangunan dermaga kapal pesiar di Pantai Boom,” papar Konsulat Jenderal RI di Perth, Australia, Ade Padmo Sarwono, Selasa (24/5/2016).

Indonesia pun langsung bersiap-siap menyambut tamu-tamu istimewa tadi. Maklum, Fremantle Yacht Rally adalah ajang tur kapal layar bersejarah. Sejak pertama kali digelar pada 1981, puluhan yacht yang membawa ratusan wisatawan tak pernah absen mengeksplore beragam wisata bahari di berbagai negara. Dan saat sandar di suatu negara, biasanya komunitas ini tak segan menghabiskan ratusan US dolar per hari untuk keperluan belanjanya.

“Kabarnya akan ada sekitar 60 yacht yang akan ikut dalam Fremantle Yacht Rally 2017. Bila setiap kapal akan diisi lima orang, ditambah lagi kehadiran keluarga yang menyusul menggunakan pesawat, aka nada sekitar 600 orang yang akan berkunjung ke Banyuwangi,” sambung Bupati Banyuwangi, Azwar Anas.

Dari paparan Anas, lenght of stay para wisatawan dari Negeri Kanguru itu tidaklah singkat. Ratusan wisatawan istimewa itu dijadwalkan akan mengeksplorasi keindahan alam dan budaya di Banyuwangi dalam waktu yang cukup lama. Jadwal yang sudah disusun, rombongan Fremantle Yacht Rally itu akan menginap sekitar dua minggu di Banyuwangi. "Silahkan hitung sendiri berapa devisa yang bisa kita dapat,” tambah Anas.

Soal ini, Anas pantas sumringah. Dari data 2014 saja, pengeluaran wisatawan yacht rata-rata USD 150 per orang/hari. Bisa dibayangkan jika sekitar 600 wisatawan yacht tersebut menginap selama 14 hari di Banyuwangi. Akan ada perputaran uang USD 1.260.000 sebagai akibat kegiatan ekonomi dari aktivitas terkait.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi pun turut menikmati dampak dari akitivitas yang dilakukan di Boom Marina Banyuwangi, tidak lain adalah dari pungutan pajak baik pajak tidak langsung maupun pajak langsung.

Tingginya potensi penerimaan devisa tadi akhirnya memicu Pelindo Properti Indonesia (PPI) untuk bekerja lebih cepat lagi. Direktur Utama Pelindo Properti Indonesia (PPI), Prasetyo, berani menggaransi bahwa infrastruktur inti dalam penyelenggaraan tur kapal layar Fremantle tersebut bisa selesai pada Februari 2017.

"Untuk pelabuhannya, kita tinggal tunggu hasil studi oceanografi dan amdal yang dalam tiga bulan ke depan akan selesai. Saat ini difokuskan pada pembangunan infrastruktur di darat," ujar Prasetyo.

Sekedar gambaran, PPI adalah anak perusahaan BUMN pelabuhan PT Pelindo III yang diberi tugas untuk mengerjakan pembangunan dermaga kapal pesiar di Pantai Boom.Pantai Marina yang kelak akan dinamakan Gili Wangi itu juga akan menjadi marina pertama di Indonesia yang terkoneksi dengan pariwisata bahari. "Pelabuhan ini akan dilengkapi dengan technopark. Kita kebut terus," urai Prasetyo.

Selain terintegrasi dengan technopark, katanya, pelabuhan marina di Banyuwangi ini digadang-gadang untuk menjadi marina terbesar di Indonesia."Untuk VIP akan bisa menampung 40 yacht, sedangkan untuk umum bisa sampai 300 yacht," kata Prasetyo.

Menpar Arief Yahya menyambut gembira kabar baik dari Australia Barat itu. Dia berharap marina atau pelabuhan untuk menambatkan perahu pesiar atau yacht itu segera selesai, agar momentum ini tidak hilang. Dia tahu, atraksi di Banyuwangi berkelas dunia semua, sehingga makin pede untuk menerima wisman yang berbasis bahari.

"Saya semakin yakin, CEO commitment itu nomor satu akan mempengaruhi maju tidaknya pariwisata di daerah. Banyuwangi sudah membuktikan itu, Banyuwangi bisa dijadikan tempat belajar yang konkret," jelas Arief Yahya. (*/dnl)

wwwwww