Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
8 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
9 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
3
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
8 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
10 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
9 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Badminton

Tutup Celah Masuknya Swalayan Waralaba, 1000 Minang Mart Dibangun Guna Hidupkan UMKM

Tutup Celah Masuknya Swalayan Waralaba, 1000 Minang Mart Dibangun Guna Hidupkan UMKM
Ilustrasi
Selasa, 24 Mei 2016 06:01 WIB

PADANG - Tutup celah masuknya swalayan waralaba, Pemprov. Sumbar mengkolaborasikan 3 kekuatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), masing-masing PT Grafika, Bank Nagari dan Jamkrida, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) menjalankan rencana gerakan 1000 Minang Mart di Sumbar. Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menjelaskan, Minang Mart merupakan program untuk menghidupkan ekonomi kerakyatan dengan jalan Pemprov melalui BUMD membeli hasil pertanian, perkebunan, perikanan, dan kerajinan masyarakat untuk dipasok pada pedagang yang dijual kembali ke konsumen dengan harga wajar.

“Keuntungannya ekonomi kerakyatan hidup. Kita beli dari masyarakat produsen dengan harga wajar, kita jual ke masyarakat dengan harga lebih murah. PT Grafika bertugas mengelola atau membeli barang sekaligus memasok ke pedagang. Bank Nagari ditugaskan memberikan suntikan pinjaman dana bagi pedagang yang membutuhkan perkuatan modal dengan bunga rendah hanya 7 persen, sedangkan Jamkrida berfungsi untuk menjamin pedagang mendapatkan kredit jika tidak memiliki agunan,” ungkapnya usai rapat persiapan peluncuran Minang Mart di Gubernuran, Senin (23/05/2016).

Irwan Prayitno menjelaskan, Minang Mart bukan mendirikan bangunan baru, melainkan bekerjasama dengan pedagang yang telah memiliki toko untuk di branding Minang Mart, sekaligus mendapat pasokan dengan harga murah. Terdapat 4 kelompok Minang Mart yang direncanakan, yakni kelas A yakni toko yang memiliki bangunan besar dan buka selama 24 jam. Kemudian, kelas B, dengan kapasitas dibawah kelas A. Sementara untuk kelas C untuk warung,selanjutnya kelas D yakni pedagang gerobak yang diberikan modal dari bantuan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) senilai Rp 2 Juta.

“Kita bukan membangun, tapi merangkul pedagang untuk ikut bergabung, kita pastikan kita akan memasok barang dengan harga murah dibanding distributor lainnya. Kalau mereka kurang modal, kita sediakan bantuan kredit berbunga rendah. Tapi ini bukan bisnis waralaba, ini semacam konsolidasi. Kalau pedagang itu hanya ambil pasokan dari kita sebagian saja tidak apa-apa,” jelasnya.

Menurut Irwan Prayitno, di tahap awal, 100 Minang Mart akan diluncurkan Selasa 24 Mei 2016. Di tahap awal, Minang Mart dimaksud merupakan toko-toko yang menjadi bagian unit usaha yang sudah ada di setiap koperasi di masing-masing dinas di lingkungan Pemprov Sumbar.

“Kita manfaatkan potensi yang sudah ada di Dinas dulu, baru sosialisasi ke pedagang-pedangang,” bebernya.

Irwan Prayitno menegaskan, untuk menjalankan Minang Mart pada tahap awal, sedikitnya dibutuhkan anggaran Rp 5 Miliar sebagai modal membeli barang dari produsen. Dana dimaksud tidak didapat melalui APBD, melainkan kucuran dari penanam modal asal Sumatera Barat.

“Modal awal kita dari investor lokal, kalau dari luar Sumatera Barat susah untuk mengajaknya karena ini tujuannya untuk mensejahterakan masyarakat, bukan sekedar mencari untung. Saya yakin kalau ini berjalan mulus, banyak manfaat yang didapat. Ekonomi kerakyatan hidup, inflasi dapat ditekan karena rantai distribusi diperpendek,” pungkasnya. (rilis)

Editor:Calva
Kategori:Ekonomi, Badminton, Sumatera Barat
wwwwww