Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
21 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
22 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
18 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
4
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
18 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
5
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
16 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
6
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
17 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Badminton

Guna Peningkatan Ekonomi, Masyarakat Padang Panjang Rindukan Pasar Representatif

Guna Peningkatan Ekonomi, Masyarakat Padang Panjang Rindukan Pasar Representatif
Maket Pasar Pusat Padang Panjang. (Humas Padang Panjang)
Selasa, 31 Mei 2016 11:00 WIB

PADANG PANJANG - Masyarakat Kota Padang Panjang dan sekitarnya, sudah merindukan adanya pasar yang representatif guna peningkatan perekonomian setelah terundurnya pembangunan pasar tradisional setempat sejak satu dekade terkahir.

"Kami sudah sangat merindukan adanya pelaksanaan pembangunan pasar yang representatif," kata masyarakat Padang Panjang, Neliwati di Padang Panjang, Senin, (30/5/2016).

Ia menyebutkan, pemerintah dalam hal ini harus bertindak tegas dalam pelaksanaan pembangunan pasar yang sudah dirindukan oleh masyarakat itu.

"Sekarang kondisi pasar sudah sembraut, kami sangat mendukung pelaksanaan pembangunan pasar secepatnya," ujarnya.

Tidak saja masyarakat, kerinduan adanya pasar Padang Panjang yang representatif juga datang dari para pedagang yang berjualan di daerah itu.

"Pasar sudah sumpek, kami ingin pemerintah daerah membangun pasaryang sudah direncanakan secepatnya," lanjutnya.
Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis mengingatkan kepada para pedagang yang ada di pasar tradisional setempat, agar tidak terpengaruh oleh isu dari oknum yang bisa memecah konsentrasi pelaksanaan pembangunan pasar.

"Jangan sampai kita terpengaruh oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab, sehingga bisa menghambat pelaksanaan pembangunan pasar," ujar dia.

Pemerintah kota (Pemkot) Padang Panjang, tambahnya sangat memahami keinginan masyarakat untuk membangun pasar tradisional dengan mengalokasikan dana di APBD sebanyak Rp177 miliar pada dua tahun anggaran.

Pemkot Padang Panjang melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Unit Layanan Pengadaan (ULP) sudah menetapkan PT. Hutama Karya (Persero) Medan sebagai pemenang tender pembangunan pasar tradisional setempat.

Penetapan pemenang itu, sesuai surat pengumuman pemenang pelelangan dan prakualifikasi, nomor 23/ULP-PP/PPP.U/5-2016 sesuai dengan berita acara hasil pelelangan nomor 21/ULP-PP/PPP.U/5-2016 tanggal 23 Mei 2016.

"Juga surat penetapan pemenang pelelangan umum dengan prakualifikasi dari Pengguna Anggaran Nomor : 800/217/DPU-PP/V/2016 tanggal 25 Mei 2016 menetapkan PT. Hutama Karya (Persero) yang beralamat Jl. D.I. Panjaitan No. 166 Medan dengan Harga Penawaran Terkoreksi Rp106,5 miliar sebagai pemenang tender," kata Kepala UPTD ULP Padang Panjang, Dedi Yuneldi.

Selain PT. Hutama Karya (Persero) juga ditetapkan PT Nindya Karya (Persero) dengan harga penawaran terkoreksi Rp. 111,55 miliar sebagai cadang I dan PT. PP Pracetak (Persero) dengan harga penawaran terkoreksi Rp. 111,94 miliar sebagai cadangan II.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Sekretariat Padang Panjang, Ampera Salim menyampaikan, penetapan pemenang tender pembangunan pasar Padang Panjang itu, sesuai dengan janji Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis.

"Proses peletakan batu pertama pembangunan direncanakan dilaksanakan pada 3 Juni 2016," ujarnya. (***)

Editor:Calva
Kategori:Ekonomi, Badminton
wwwwww